Tak Kan Kulepas Lagi

Tak Kan Kulepas Lagi
You're The Best


__ADS_3

"Astaga ... mata gua ternoda."


Niar langsung membenamkan wajahnya di dada bidang Dirga. Sedangkan Dirga berdecak kesal ke arah Kenan.


"Kalo mau masuk kamar orang, ketok pintu dulu," sentak Dirga.


"Maaf, gua khilaf."


"Keluar sonoh." Kenan mengumpat kelakuan Dirga. Sumpah serapah keluar dari mulutnya.


"Ay ...."


"Kenan udah gak ada Sayang. Sekarang kamu mandi ya, aku tunggu di luar."


"Kiss me," ucap Niar sambil menunjuk bibirnya.


Dirga pun mengecup bibir merah cherry Niar, dan mel*m*tnya sangat lembut.


"Udah, ya. Nanti aku minta lebih, nih," godanya.


"Apa sih kamu, Ay. Kita belum sah tau," sahut Niar.


"Makanya cepetan mandi, kita minta restu dan langsung mengesahkan hubungan kita ini," balas Dirga.


"Iya, iya, aku mandi. Tapi lepas pelukannya dong." Dirga pun tertawa, ternyata tangannya masih mengunci tubuh Niar.


Niar masuk ke dalam kamar mandir dan Dirga menemui Kenan yang sedang menonton televisi.

__ADS_1


"Ada apa?"


Kenan melirik ke arah Dirga. "Tuh tiketnya." Kenan berucap dan menunjuk ke arah tiket dengan dagunya.


"Itu doang." Kenan mengangguk.


"Adik bos udah ada di Jakarta. Tapi, dia juga tidak memberi tahu Tuan dan Nyonya jika bos akan datang ke sana."


"Baguslah, setelah gua berbicara dengan mereka gus akan langsung melamar Niar."


Obrolan mereka terhenti ketika derap langkah kaki Niar terdengar. Dirga dan Kenan menatap ke arah Niar. Mereka berdua terpesona dengan penampilan Niar.


"Ay, apa ada yang salah dengan penampilanku?" Dirga pun tersadar dan langsung memukul bahu Kenan.


"Calon istri gua itu," sentaknya.


Kenan pun berdecak kesal dan pergi meninggalkan dua manusia ini. "Kamu terlalu cantik."


"Aku gak mau calon istri aku dilihat sama pria lain," ucap Dirga.


Niar pun tersipu, Dirga menggandeng tangan Niar dan mereka pun akan bertolak ke Jakarta.


Selama di pesawat, Dirga terlihat tidak nyaman. Niar menggenggam tangan Driga dan meletakkan kepalanya di bahu Dirga.


"Kita berjuang sama-sama ya, Ay."


Dirga pun tersenyum, lalu mengecup puncuk kepala Niar. "Mau mereka merestui atau tidak, aku akan tetap melamar mu dan menjadikan istri dan ibu untuk anak-anakku."

__ADS_1


Niar mendongakkan kepalanya dan tersenyum manis ke arah Dirga. "Love you."


"Aku lebih mencintaimu, Sayang."


Sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta, mereka dijemput oleh sopir Dirga. Dirga mengajak Niar ke perusahaannya. "Loh, gak langsung ke rumah kamu, Ay."


"Kita ke kantor dulu, Sayang. Ada beberapa berkas yang mesti aku cek."


Melihat nama perusahaan Dirga, Niar hanya tersenyum. Dirga menggandeng tangan Niar melewati beberapa karyawan yang menatapnya heran. Baru kali ini, bos mereka membawa seorang wanita cantik ke kantornya. Apalagi melihat perlakuannya kepada sang wanita. Begitu lembut dan penuh kasih sayang.


Setelah sampai di ruangan Dirga, Niar membuka maskernya sambil menghembuskan napas kasar.


"Tatapan karyawan mu begitu amat sih, Ay."


Dirga membukakan air mineral dan memberikan kepada Niar. "Wajar lah, baru kali ini aku bawa cewek ke kantor." Niar pun tersedak, dan menatap Dirga tak percaya.


"Serius?" Dirga mengangguk.


"Gak usah khawatir, kamu akan jadi wanita pertama dan terakhir yang aku bawa ke sini. Ke kantor kita," ucapnya seraya menatap mata Niar dengan penuh cinta.


"You're the best," imbuh Niar. Niar memeluk tubuh Dirga. "Makasih telah menjaga hati dan cinta kamu untuk aku."


****


Masih ada satu bab lagi, tapi nanti ya ...


Otak aku masih ngebul karena dari tadi gak berhenti mikir ...

__ADS_1


Jangan lupa, like dan komen. Terbit langsung baca ...


Happy reading ...


__ADS_2