Tak Kan Kulepas Lagi

Tak Kan Kulepas Lagi
Kenyataan Yang Ada


__ADS_3

"Tolong bilang ke Papah kamu, jangan ceraikan Mamah." Mata Niar.membila dengan sempurna mendengar penuturan Septi.


Niar menatap ke arah sang suami, hanya seulas senyum yang Dirga berikan.


"Nanti aku ceritain," ucap Dirga lembut sambil mengusap puncak kepala Niar.


"Itu bukan urusanku, urus saja urusan kita masing-masing," imbuh Dirga kepada sang mamah.


Dirga berlalu saja meninggalkan Septi dengan segala kehancurannya. Hati Niar sangat bertanya-tanya ada apa sebenarnya. Padahal, apa yang dia ucapkan hanya sebatas ancaman belaka. Tetapi, malah menjadi kenyataan.


Sesampainya di kamar hotel Dirga memeluk tubuh Niar dari samping. menjatuhkan kepalanya di pundak sempit Niar.


"Ada apa, Ay?" Kini, Niar yang membuka mulutnya.


Dirga menghembuskan napas kasar sebelum dia bercerita. Dia menatap lekat manik mata Niar.

__ADS_1


"Perempuan itu anak kandung Mamah." Sontak, Niar terdiam seketika. Sungguh Niar tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Dirga.


"Aku gak bohong, Yang. Bunga itu anak Mamah dengan Hari Pranoto," lanjut Dirga.


"Mamah khianati Papah?" tanya Niar. Dengan lemah Dirga mengangguk.


"Setelah Nindy lahir, rumah tangga Papah dan Mamah hampir diambang kehancuran. Karena Mamah merasa Papah itu gak perhatian sama Mamah. Padahal, Papah sibuk karena perusahaan Papah sedang di ujung tanduk. Berbulan-bulan Papah gak pulang, dihubungi pun Papah gak bisa. Papah hanya ingin ke masalah perusahaan Papah. Dan ingin memperbaikinya secepatnya. Hanya perusahaan itu yang Papah miliki. Jika, gulung tikar kami nantinya jadi gelandangan," terang Dirga yang semakin erat memeluk tubuh sang istri.


"Karena Mamah merasa kesepian, Papah yang sudah enam bulan tidak ada kabar dan pulang ke rumah membuat Mamah mencari hiburan di luar rumah. Meninggalkan Nindy dengan Nenek. Dengan alasan Mamah mau cari kerja karena Papah gak pernah memberi Mamah uang. Padahal, setiap bulan Papah selalu mengirim uang untuk Mamah, aku dan Nindy."


"Ingin rasanya aku menanyakan kabar itu kepada Nenek. Tetapi, Nenek seolah membungkam mulutnya. Hingga tiga bulan setelahnya, Mamah kembali lagi kepada kami dan memutuskan untuk tidak bekerja lagi. Dan satu bulan setelahnya Papah kembali dan mengajak kami pindah ke rumah yang dulu kami tempati," tukas Dirga sambil menghela napas kasar.


"Nasib Bunga ...."


"Ya, dia diasuh oleh ayahnya. Ketika usia Bunga tiga tahun ayahnya menikah dengan seorang wanita mandul. Dan dia mampu menerima Bunga dengan baik dan merawatnya penuh kasih sayang. Hingga, takdir mempertemukan anak dan ibu yang sesungguhnya melalui aku," potongnya.

__ADS_1


"Tanpa kita ketahui, diam-diam Mamah melakukan tes DNA ketika mengetahui kendaraan Hari Pranoto lah yang aku tabrak. Dan menewaskan dua orang. Setelah tes DNA itu muncul, tanpa sepengetahuanku Mamah membuat perjanjian gila dengan Bunga. Lebih gilanya, Mamah mengancam akan melukai kamu dan anak kita jika aku tidak menuruti kemauan Mamah."


"Jika, kamu tidak memberontak mungkin pernikahan itu akan terselenggara," sesal Dirga.


Niar mengusap lembut kepala Dirga. Memberikan ketenangan kepada sang suami.


"Aku bukan wanita lemah, Ay. Dan aku juga tidak menginginkan di poligami. Apalagi berbagi suami, lebih baik aku hidup sendiri," tutur Niar.


"Kamu gak akan sendiri, ada aku dan anak kita yang akan selalu menemani kamu," balas Dirga sambil mengecup perut buncit Niar.


...****************...


Banyak yang nanya, "Thor, kenapa jarang up?"


Komen kalian sangat jarang, membuat aku males untuk nulis. Berasa mati karya ini. 🤧

__ADS_1


Syarat untuk aku rajin nulis cuma banyak komen. Suka gitu baca komen kalian.


__ADS_2