Tak Kan Kulepas Lagi

Tak Kan Kulepas Lagi
Takdirku Bersamamu


__ADS_3

"Besok?" ucap Deri dan Septi berbarengan. Dirga pun mengangguk mantap.


"Ay, kenapa buru-buru? Bunda dan Ayah pasti belum menyiapkan apa-apa untukmu dan keluargamu," imbuh Niar.


"Betul itu, Nak. Kita tidak boleh mengecewakan calon mertuamu. Mamah dan Papah juga belum menyiapkan apa-apa untuk barang bawaan ke sana."


"Mamah tidak perlu khawatir, aku sudah menyiapkan semuanya. Mamah dan Papah hanya tinggal duduk manis saja," balas Dirga.


"Ay, lusa aja ya, ke Malangnya. Biar Bunda dan Ayah menyiapkan semuanya untuk menyambut kamu dan keluarga kamu," tawar Niar.


Melihat Niar yang mengeluarkan jurus puppy eyes membuat Dirga luluh juga.


"Ya udah, lusa kita baru ke Malang dan menemui orangtua kamu," ucapnya sambil mengusap lembut rambut Niar.


Nindy yang melihat kakaknya bersikap penuh kasih sayang begini hanya menyunggingkan senyum.


"Sisain satu pria seperti Kakak ku ini untuk menjadi imam ku kelak," imbuhnya seraya menengadahkan tangan.


Semua orang pun tertawa, Dirga merentangkan tangannya dan Nindy pun berhambur memeluk tubuh sang Kakak.


"Aku sangat bahagia, Kak," ucapnya haru.


"Makasih, berkat kamu Kakak bisa bertemu Niar," ucapnya.

__ADS_1


"Kakak dan Kak Niar memang ditakdirkan untuk bersama. Sejauh apapun kalian berpisah, jika takdir mengatakan kalian harus bersatu, inilah yang terjadi," ungkapnya.


Dirga memeluk erat tubuh adiknya dan Niar pun tersenyum bahagia. Nindy adalah adik Dirga yang sangat dekat dan manja kepada Dirga, berbeda dengan Retna. Retna adalah adik Dirga yang lebih senang menyendiri, terlebih pernikahan bisnis yang orangtuanya lakukan membuatnya semakin tidak ingin mengenal dunia luar. Pernikahan mereka hanya bertahan satu tahun dan sekarang mereka telah bercerai. Dengan alasan Retna adalah wanita mandul yang tidak berguna.


"Ya udah, Mamah sama Papah pulang dulu, ya. Mau mempersiapkan apa saja yang harus dibawa untuk melamar Niar," kata sang mamah.


"Jangan macam-macam, kalian belum sah menjadi suami-istri," ancam sang papah.


"Ck, aku udah biasa tidur bersama dengan Niar tapi, tidak pernah terjadi apa-apa." Ucapan Dirga membuat wajah Niar merah karena malu.


"Cintaku lebih besar dan kuat daripada nafsuku," jelasnya.


Kedua orangtua Dirga merasa sangat bangga kepada putranya ini. Dirga yang manja kini berubah menjadi pria yang penuh tanggung jawab.


"Ay," panggil Niar.


"Ya." Dirga masih fokus ke layar ponselnya.


"Ayang," panggil Niar dengan rengekan.


"Apa Yang?"


Sikap Dirga yang seperti ini membuat Niar kesal sendiri. Menyahuti tanpa mau melihat ke arahnya. Niar pun menurunkan kakinya dan bangkit dari duduknya. Dengan cepat Dirga menarik tangan Niar dan tubuhnya terjatuh di pangkuan Dirga. Dirga memeluknya erat meskipun Niar memberontak.

__ADS_1


"Jangan ngambek dong, Sayang," ucapnya sambil mengecup ujung kepala Niar.


"Kamu suka gak?" tanya Dirga yang memperlihatkan gambar cincin pernikahan yang sudah dia pesan dari perancang perhiasan terkenal.


Mata Niar berbinar melihat cincin yang sederhana namun, terlihat sangat mewah dan unik. Yang membuat Niar terpesona adalah ukiran huruf DN di cincin tersebut.


"Ay ...."


Dirga mengecup bibir Niar sekilas. Dia tahu Niar sangat menyukai ini. "Cincin ini di desain lebih dari satu tahun. Dan aku sudah memesannya semenjak perusahaan kita berdiri dan mampu bersaing dengan perusahaan lain," ucapnya.


"Apa sebegitu yakinnya kamu akan bertemu denganku?" tanya Niar.


"Entahlah, hatiku selalu mengatakan kamu adalah milikku. Dan aku adalah milikmu," ujar Dirga. Hati Niar benar-benar terenyuh mendengarnya.


Dirga mengeluarkan kotak berwarna merah berbentuk hati. Lalu Dirga membukanya, mata Niar berkaca-kaca. Cincin aslinya lebih bagus dari desain gambarnya.


"Makasih, Ay," ucap Niar haru.


Dia pun memeluk tubuh Niar dan membenamkan wajahnya di dada Dirga. Niar merasa sangat beruntung dicintai oleh Dirga. Lelaki yang sangat sempurna di matanya.


*****


Segini dulu ya, weekend soalnya waktunya istirahat 😁

__ADS_1


Happy reading ....


__ADS_2