Tak Kan Kulepas Lagi

Tak Kan Kulepas Lagi
Jadi pelindung


__ADS_3

Seorang wanita pasti akan merasa dirinya jelek ketika tubuhnya tak seindah sebelum melahirkan. Itulah yang Niar rasakan sekarang. Dia takut, jika sang suami akan berpaling darinya.


"Kenapa, Ni?" tanya Bu Sari.


Dia melihat putrinya tengah termenung seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Ada apa, Ni?" tanya Bu Sari lagi.


Niar mendudukkan diri di samping sang bunda. Dia menatap sendu ke arah Bu Sari.


"Aku takut, Bun."


Kalimat yang Niar katakan membuat Bu Sari mengerutkan dahinya tak mengerti.


"Takut kenapa?" tanyanya.

__ADS_1


"Tubuh aku sekarang sangat melar, Bun. Apa Papihnya Arshen tidak akan berpaling dari aku?"


Pertanyaan Niar membuat Bu Sari tertawa. Dia mengusap lembut kepala sang putri bungsu.


"Wajar Nak, kalau tubuh kamu tak seindah dahulu. Kamu 'kan baru saja melahirkan. Nanti juga akan turun dengan sendirinya karena lelehnya ngurus Arshen," terang Bu Sari.


Penjelasan Bu Sari tidak membuat Niar merasa lega. Bagaimanapun dia tahu lingkungan suaminya. Banyak para wanita yang akan menggoda suaminya. Dia hanya takut, Dirga akan tergoda.


"Udah, jangan terlalu dipikirkan, Ni. Itu akan berpengaruh pada asi kamu loh," tuturnya.


Bu Sari meninggalakan Niar seorang diri. Dia tahu sebentar lagi menantunya akan masuk ke kamar utama ini.


"Kenapa, Sayang?" tanyanya.


Niar menggeleng. Dia membalikkan tubuhnya dan mental Dirga dari ujung kaki hingga ujung kepala. Suaminya masih sangat tampan. Berbeda dengan dirinya yang sudah membulat dan penampilan seperti ibu-ibu sungguhan yang hanya dasteran.

__ADS_1


"Sayang." Dirga menangkup wajah Niar. Dia tahu apa yang dipikirkan oleh istrinya.


"Perubahan tubuh kamu tidak akan menyurutkan rasa cinta aku kepada kamu. Uang aku banyak, kamu mau sedot lemak bisa. Mau diet dengan dokter ternama silakan. Mau olahraga rutin dengan menjaga pola makan seperti artis-artis aku tidak melarang," jelasnya.


"Dengar ya, Sayang. Istri Raditya serta Rindra setelah melahirkan sama seperti kamu. Bulat seperti bola bekel. Jadi, kamu tidak perlu cemas. Seiring berjalannya mengurus anak tubuh ideal kamu pasti akan kembali lagi. Asalkan memakan makanan yang bergizi dan sesuai anjuran dokter diet kamu nantinya," terang Dirga.


Dirga membawa tubuh istrinya ke atas tempat tidur. Dia mengecup kening istrinya sangat dalam.


"Aku akan selalu mencintai kamu, Sayang. Jangan pernah berpikir bahwa aku akan meninggalkan kamu karena aku tidak bisa hidup bersama kami dan juga putra kita."


Baru saja selesai berbicara, Arshen menangis. Dirga segera turun dari tempat tidur dan menggendong Arshen. Dia letakkan tubuh Arshen di atas tempat tidur. Dia berada di tengah-tengah Niar dan juga Dirga. Arshen malah terlelap dengan damai dan nyenyaknya.


"Gak mau tidur sendiri ya," ucap pelan Dirga. Dia memainkan pipi gembul sang putra.


Niar terus saja menguap, Dirga menyuruh Niar untuk tidur terlebih dahulu. Niar mulai merebahkan tubuhnya dan tak lama terdengar dengkuran halus. Dirga tersenyum dan mengusap lembut kepala Niar. Dia juga mencium kening Niar sangat dalam.

__ADS_1


Dua orang yang sangat Dirga sayangi sudah terlelap dengan indahnya. Dirga malah asyik memandang dua orang yang sangat dia cintai di dunia ini, selain orang tua.


"Tumbuhlah jadi pelindung untuk keluarga kecil ya, Nak. Jagalah Mamih kamu dari orang-orang yang akan berbuat jahat kepadanya." Dka yang terlontar dari dalam hati Dirga Anggara.


__ADS_2