
"Ibu gak punya hati kamu, Niar!" bentak Septi yang merangsek masuk ke kamar menantunya. Diikuti Dirga dan juga Kenan.
"Bukankah Mamah juga Ibu yang tidak memilik hati? Ketika anak Mamah menemukan cintanya yang hilang. Mamah malah menyuruh seorang wanita masuk ke dalam rumah tangga anak Mamah. Padahal Mamah sendiri tahu istri dari anak Mamah sedang mengandung buah cinta mereka. Dan sebentar lagi Mamah akan menjadi seorang Nenek," jawab Niar tanpa ada nada takut sedikit pun.
"Menantu kurang ajar!" Septi sudah menaikkan tangannya. Namun, berhasil Dirga cekal.
"Jangan pernah sakiti istriku,"sentak Dirga.
"Istri kamu sudah keterlaluan, Dirga!" bentak sang mamah.
"Apakah ketika semut terus diinjak dia akan diam terus? Begitulah aku, apa aku harus tetap diam saja ketika Mamah selalu memojokkan ku?"
Sudut bibir Kenan terangkat mendengar ucapan Niar. Bukan hanya parasnya yang cantik. Niar juga wanita kuat.
"Sekarang balik lagi ke diri kamu Dirga Anggara. Pilih aku atau wanita itu?" tanya Niar dengan ucapan dinginnya.
__ADS_1
Dirga hanya terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan Niar. Niar menghela napas panjang.
"Baiklah jika kamu tidak bisa memilih. Pulangkan aku ke rumah orang tuaku malam ini juga. Karena maaf, aku tidak mau dipoligami. Meskipun dalam agama kita diperbolehkan dan jaminannya surga. Tetapi, aku tidak siap dan tidak mampu. Bukankah terlalu menyakitkan untukku ataupun istri kedua kamu nanti? Aku sadar, mencintai kamu terlalu menyakitkan untuk aku," pungkas Niar.
Dia beranjak dari tempat tidur dan mengemasi semua barang miliknya. Dirga segera memeluk tubuh Niar dari belakang dan menangis di punggung sang istri.
"Maafkan aku," ucap Dirga.
"Hanya sebuah maaf apa mampu membuat semuanya yang sudah kecewa bisa kembali percaya?"
"Sayang, aku mohon, Jangan tinggalkan aku. Aku hanya akan menikahinya tanpa menyentuhnya." Niar tersenyum sinis dan berbalik menatap sengit ke arah Dirga.
"Aku tidak sebodoh itu, Dirga Anggara. Lebih baik aku pergi dari pada hatiku semakin sakit dengan apa yang nanti kalan lakukan setelah menikah," ujar Niar dengan senyuman kepedihan.
"Sayang, aku mohon. Hanya kamu yang aku sayangi." Dirga sudah bersujud di hadapan Niar dengan isak tangis lirih.
__ADS_1
"Aku bukan Siti Khadijah istri pertama Rasulullah yang memiliki hati bersih. Ikhlas dimadu, aku bukan wanita sebaik itu ... aku hanya seorang wanita yang ingin dicintai dengan cinta yang tulus tanpa terbagi dengan yang lainnya."
"Kamu istri egois, Niar!" seru Septi."
"Ya, aku egois sama seperti dirimu, Mah. Tapi, aku tidak sejahat dirimu yang dengan terang-terangan ingin melihat rumah tangga anakmu hancur dengan mendatangkan orang ketiga," sahut Niar.
"Tidak ada satu pun wanita di dunia yang ingin diduakan. Semua wanita ingin diperlukan the only one. Sekalipun istri seorang pemuka agama pasti tidak ingin dipoligami. Mulut bisa berbicara iya, tapi hati tidak ada yang tahu. Banyak kan dari mereka yang memilih bercerai karena tak sanggup dimadu," jelas Niar.
"Sebelum hal itu terjadi padaku. Lebih baik aku yang memilih mundur dan mengibarkan bendera putih tanda aku menyerah. Biarkan aku pergi bersama anakku. Memulai semuanya dari awal. Aku tidak ingin memiliki suami yang tidak tegas. Tidak bisa memilih diantara yang berharga dan paling berharga."
"Dan sekarang aku tahu, aku dan anak yang ada di dalam kandunganku ini tidaklah terlalu berharga dibanding wanita yang dipaksa masuk ke dalam biduk rumah tangga kita," tambah Niar.
"Lepaskan aku, Dirga. Lepaskan aku."
...****************...
__ADS_1
Komen lagi dong ...
Kalo komen banyak kan aku senang dan semangat