
Niar langsung menghubungi bundanya tentang Dirga dan keluarganya yang hendak datang ke Malang. Bertujuan untuk melamar Niar. Bundanya benar-benar dibuat kaget karena sangat mendadak.
"Apa kata Bunda?" tanya Dirga yang sedang memasang jam tangannya.
"Kagetlah, apalagi," jawab Niar yang sedang memoles wajahnya.
Dirga mengambil sponge bedak yang sedang Niar pegang. "Gak usah cantik-cantik," imbuh Dirga.
Bukannya marah, Niar malah tertawa. "Kan aku make up buat kamu, Ay. Bukan buat orang lain," katanya.
"Tapi tetep aja, aku gak suka. Aku lebih suka kamu yang natural ga dempulan," tegasnya.
"Ya udah, apusin," pinta Niar.
Dirga pun mengambil kapas dan juga botol yang bertuliskan micellar water. Dia menuangkan micellar water ke kapas lalu menghapus make up Niar dengan sangat lembut hingga bersih.
"Selesai," kata Dirga.
Niar tersenyum, lalu memeluk pinggang Dirga. "Boleh kan ketemu sama Rena dan Bila." Dirga mengangguk pelan.
"Setelah meeting aku akan jemput kamu. Jangan nakal."
"Iya, Ayang." Niar pun berdiri dan mengecup lembut bibir Dirga.
"Kenapa sih kamu selalu buat aku jatuh cinta lagi dan lagi," ucap Dirga sambil memeluk erat tubuh Niar.
"Aku adalah wanita yang sangat beruntung karena dimiliki kamu," ungkapnya.
Dirga mengecup kening Niar, lalu pamit kepada Niar. Niar langsung mengambil tangan Dirga lalu menciumnya. Hati Dirga benar-benar hangat dibuatnya.
__ADS_1
"Hati-hati, Ay." Dirga tersenyum dan memeluk tubuh Niar lagi.
"Aku ingin segera hidup bersamamu, Sayang," kata Dirga.
Setelah drama romantis, Dirga pun meninggalkan Niar dan menyuruh beberapa orang untuk mengawasi Niar. Namun, hanya dari kejauhan.
Niar bersiap untuk pergi menemui sahabatnya, tak lupa dia menghubungi Dirga terlebih dahulu. Sesampainya di sebuah mall, pertemuan haru pun tercipta.
"Niar ...."
Bila langsung memeluk tubuh Niar, air matanya menetes. "Gua kangen sama lu," ucapnya.
"Lu tega Ni, tega," sentak Rena dan langsung memeluknya.
Niar pun menceritakan alasannya pergi tanpa jejak. Rena dan Bila pun mengerti.
"Dirga kesiksa banget Ni, hidupnya," ujar Bila.
"Lu tau gak? Selama seminggu dia rela kelaparan karena uangnya dia pake buat nyari lu. Sedangkan gaji dia baru turun tanggal sepuluh," tambah Bila.
Hati Niar benar-benar sakit mendengar cerita dari Rena dan juga Bila.
"Sayang." Panggilan seseorang membuat mereka bertiga menoleh ke asal suara.
Niar langsung memeluk Dirga dan menumpahkan tangisnya. "Maafkan aku, Ay. Maafkan aku," lirihnya.
Kedua sahabat Niar menatap Dirga dan Niar dengan tatapan nanar. "Mereka bilang apa ke kamu?" Niar menggeleng.
Dirga mengajak Niar duduk dan juga mengusap air mata Niar dengan ibu jarinya.
__ADS_1
"Gua gak nyangka, lu berdua bisa ketemu lagi," ucap Bila yang sedang menyeka ujung matanya.
"Kalian bilang apa ke Niar?" Bila dan Rena hanya mengangkat bahu mereka.
Niar memeluk pinggang Dirga membuat Dirga tidak melanjutkan ucapannya.
"Ren, Bil, besok gua mau ngelamar Niar. Doain ya, semoga gua bisa cepat nikah sama Niar," ujar Dirga dengan senyuman di wajahnya.
Rena dan Bila pun ikut bahagia atas rencana lamaran Dirga dan Niar. Setelah selesai acara temu kangen Niar meminta Dirga untuk pergi ke sebuah taman. Tempat Pertama kali mereka jadian.
Niar menatap indahnya lampu taman di malam hari dengan tangan Dirga yang sudah melingkar di pinggang Niar.
"Ay, inget gak kamu tempat ini?" Dirga hanya tersenyum lalu mengecup pipi Niar.
"Aku tidak akan melupakan tempat ini, Sayang."
"Ay, bisakah kamu berjanji padaku?"
Dirga menatap manik mata Niar. "Apa Sayang?"
"Tetaplah di sampingku apapun yang akan terjadi. Badai pasti akan terus menerpa, aku ingin cinta kita bisa melewati semua badai yang nantinya akan menerjang kita."
"Aku akan tetap di sampingmu dan tidak akan pernah pergi darimu. Kamu adalah harta berharga untukku. Aku akan mengorbankan apapun yang aku miliki untuk kamu, sekalipun itu nyawaku pasti aku rela."
Niar memeluk tubuh Dirga dengan eratnya dan membenamkan wajahnya di dada bidang Dirga. "Aku akan selalu membuatmu bahagia, Sayang."
****
Aku up lagi, jangan bosen ya ...
__ADS_1
Jadi ngiler punya laki macam Dirga 🤤
Happy reading ....