Taruhan

Taruhan
chapter 3 : si cupu


__ADS_3

Fino terbangun dari tidurnya dan melihat dirinya sedang mencium Alea.


"KYAAA........" Teriak Alea sambil mendorong keras Fino sampai terjatuh.


"APA YANG KAMU LAKUKAN???DASAR COWOK MESUM" Teriak Alea wajahnya memerah dan merasa malu.


Fino hanya terdiam dia merasa tidak percaya dengan kejadian tadi lalu bergegas berdiri dan menghampiri Alea dengan emosi. Semua murid menatap mereka dengan tidak percaya.


"Woiii berani -berani nya kamu mendorongku " Ucap Fino dengan emosi. Lalu Fino memegang bibirnya dan mengusap usap bibirnya dengan tangannya .


"Kamu tidak sopan ya menciumku yang sedang tertidur"Ucap Fino.


Alea langsung merasa emosi mendengar Fino berkata seperti itu lalu dia menunjuk tangannya ke wajah Fino.


"Enak saja kamu berkata seperti itu padaku, kamu yang tiba tiba menciumku. Harusnya aku yang marah "


Fino merasa sangat emosi lalu melihat kesekeliling.


"Lihat apa kalian hah? "


Semua murid merasa takut lalu duduk ke tempat masing masing.


"Cihh.....kenapa ciuman pertamaku harus dengan cewek cupu ini" Pikir Fino yang masih merasa kesal.


Alea hendak pergi dari hadapan Fino tetapi Fino menarik tangannya keluar kelas.


"Eh kamu mau membawaku kemana?"Tanya Alea berusaha melepaskan tangan Fino. Tetapi Fino diam saja dia membawa Alea ke suatu tempat.


***


Di kelas 2-1


teng teng teng


jam pelajaran selanjutnya adalah olah raga.


"Arsel"


"Iya" Arsel menoleh kearah Riki


"Ayo kita keruang ganti baju "


"Hufttt Ok...." Ucap Arsel sambil menghela nafas. Sebenarnya dia sangat membenci pelajaran olah raga.


Arsel dan Riki berjalan di koridor sekolah lalu mereka mendengar suara ribut di gudang pojok.


"LEPASKAN AKU FINO" Alea yang berusaha melepaskan tangan Fino.


"Hei...aku tidak terima ya kalau kamu cewek cupu yang pertama menciumku,pokonya kamu harus ganti rugi" Ucap Fino

__ADS_1


"Enak saja aku harus ganti rugi, aku yang di rugikan kok lagian ini juga ciuman pertamaku,sial sekali ciuman pertamaku bersama cowok kasar " Alea tidak mau kalah.


mereka berdua terus bertengkar beradu mulut.


"Pokoknya aku tidak mau tau, kamu harus bayar 1 miliar"Ucap Fino


"Dasar gila kamu ya..sudah aku tidak mau berurusan dengan orang gila sepertimu" Alea melepaskan pegangan tangan Fino dan berlari.


" Woiii jangan kabur" Ucap Fino mengejar Alea.


Saat membuka pintu Alea berlari dan


"Brukkk" menabrak seseorang di depannya sampai jatuh


"Aduh .sakit...." Alea membuka matanya lalu melihat Arsel di hadapannya.Mereka saling bertatap muka.


"Woiiii sampai kapan kamu mau ada di atas badanku...cepat minggir" Ucap Arsel merasa kesal.


"set..."


"Maa...aafff aku tidak sengaja.." Alea langsung berdiri dan membungkkukan badannya.


"Maaf aku harus pergi" Alea langsung berlari.


Fino keluar dari gedung dan melihat Arsel dan Riki. Fino mengabaikan mereka berdua dan terus mengejar Alea.


"Sudahlah...bukan urusan kita"


Ucap Arsel lalu melanjutkan berjalannya menuju ruang ganti.


"Eh tunggu aku Arsel" Riki mengikuti Arsel.


***


" Sial larinya sangat cepat " Fino yang melihat kesekeliling.


"Ah sudah lah lebih baik aku kembali ke kelas, siapa tahu dia ada di sana"


Fino yang terdiam lalu mengingat kejadian saat dia mencium Alea


"Duhh...kenapa aku haru mencium dia sih? tapi memang benar...sebenarnya dia tidak salah, apa aku terlalu berlebihan dengan memintanya ganti rugi"Pikir Fino.


"Tunggu....sepertinya aku pernah melihatnya sebelumnya tapi dimana ya? "Pikir Fino berusha mengingat ngingat.


"Ah iya si cewek cupu yang ada di gerbang sekolah"


"Sial bisa bisanya aku satu kelas dengannya"Gumam Fino sambil berjalan ke arah kelas.


***

__ADS_1


Alea duduk di taman belakang sekolah


"Mudah - mudahan Fino tidak mengejarku kesini"Alea merasa kelelahan karena terus berlari lari.


Alea mengingat kejadian tadi dan langsung memegang bibirnya.


hembusan angin seakan membelai rambut Alea.


"Bibirnya terasa lembut dan manis"Alea terus memegang bibirnya dan mengingat wajah Fino.


Di sisi Lain


Fino sedang duduk di kelas menghadap keluar jendela. Dia terus membayangkan kejadian tadi saat dirinya mencium Alea.


"Kenapa saat aku menciumnya aku merasa nyaman"


"Apa karena ini ciuman pertamaku?"


Fino memegang bibirnya lalu pergi ke luar kelas.


Saat dia berjalan lalu dia melihat Alea yang sedang duduk di taman sekolah.


Fino terdiam lalu melihat Alea dari balik jendela.


hembusan angin membuat rambut Alea berantakan dan tukk....kacamata Alea terjatuh ke tanah.


Wajah Fino memerah melihat Alea yang tanpa kacamata itu.


"Si cupu itu terlihat beda" Gumam Fino terus memperhatikan.


"Duh kacamataku malah terjatuh" Alea yang tidak bisa melihat normal tanpa kacamata. Alea menunduk ke bawah dan mencari - cari kacamatanya.


tiba tiba seseorang menghampirinya dan mengambilkan kacamata Alea yang terjatuh.


"Ini...."


"Terima kasih" Ucap Alea langsung mengambil kacamatanya dan langsung memakainya.


"Miki"


Ternyata seseorang itu Miki.


"Kamu sedang apa disini ? "Ucapnya tersenyum manis.


Wajah Alea memerah.


"Aku hanya sedang duduk santai saja" :)


Lalu Miki dan Alea mengbrol dengan asyik.Fino yang masih memperhatikan mereka lalu bergegas pergi.

__ADS_1


__ADS_2