
Seorang wanita paruh baya namun terlihat sangat cantik dan anggun menghampiri Alea.
" Sebenarnya apa yang sedang terjadi nona?" Tanya wanita itu pada Alea. Alea langsung menjelaskan kejadian yang baru saja terjadi. Wanita itu mengerutkan keningnya dan menyimak Alea bercerita.
" Tapi nona tidak apa -apa?" Ucapnya memegang pundak Alea.
" Tidak apa - apa bu , saya baik-baik saja"
" Syukurlah kalau begitu" Wanita itu tersenyum lalu Alea memperhatikan wajah wanita itu.
" Sepertinya mirip dengan seseorang? tapi siapa ya?" Pikir Alea.
" Untung saja ada nona, kalau tidak mobil saya ini diambil oleh pencuri itu" Ucap Wanita itu.
" Oh iya nama saya Eliza nama nona siapa?" Ucap Eliza mengulurkan tangannya.
" Saya Alea bu" menjabat tangan Eliza.
" Terima kasih ya atas bantuanmu ,oh iya ini ada sedikit ucapan terima kasih tolong diterima ya" Eliza membuka dompetnya dan memberikan 5 lembar uang 100 ribu rupiah.
" Ah tidak jangan bu, aku ikhlas kok menolong ibu" Alea menolak pemberian Eliza.
Eliza terus memaksa agar Alea mau menerima uang pemberian darinya tapi Alea tetap saja menolaknya.
" Kamu memang anak yang baik ya Alea" Eliza mengelus rambut Alea. Alea tersenyum.
" Kalau begitu saya pergi dulu ya, sekali lagi terimakasih atas bantuannya" Eliza berpamitan lalu menaiki mobilnya dan pergi.
Alea masih memandang mobil itu sampai tidak terlihat lagi.
" Ibu Eliza sangat cantik dia seprti orang korea tapi kok wajahnya tidak asing seperti siapa ya " Alea berusaha mengingat.
" Ahh sudahlah lebih baik aku cepat pulang" Pikir Alea lalu pergi menaiki sepedanya.
***
Di rumah Fino
Fino sedang berenang di kolam belakang rumahnya.
byur.......
"Wuahh.....segar" Fino langsung naik ke permukaan dan duduk di kursi sambil meminum jus jeruk.
__ADS_1
"Apa tuan muda ingin makan? perlu saya siapkan? " Ucap pelayan yang berdiri di sebelah Fino.
" Tidak perlu" Ucap Fino lalu memainkan handphone nya.
Dia mengingat kejadian tadi di sekolah saat bola sepak mengenai kepala Alea.
" Apa dia baik - baik saja?" Pikir Fino.
"Uhh...kenapa ya akhir -akhir ini aku selalu memikirkan dia " Fino menggelengkan kepalanya.
" Tuan muda kenapa? " Tanya pelayan itu melihat tingkah laku Fino yang aneh. Fino terdiam lalu meminum kembali jus jeruknya .
" Aku tidak apa- apa, sudahlah aku mau masuk kamar dulu" Ucap Fino lalu masuk ke dalam rumahnya.
" Brukkk" Fino segera mandi dan bersih bersih.
Saat mandi pun dia masih saja ingat kepada Alea. Dia merasa khawatir dengan keadaan Alea.
"Duh kalau begiini terus aku bisa gila" Fino menggaruk kepalanya. Lalu segera keluar dan berpakaian sesudah itu langsung pergi keluar.
Di rumah Alea
" Ibu" Alea menatap foto ibunya yang tepajang di meja. belajarnya.
" Aku sangat merindukanmu" Tidak terasa air mata menetes dipipinya. Lalu tiba - tiba saja mati lampu.Alea merasa kaget.
" Ya Tuhan aku lupa seharusnya 2 hari yang lalu aku membayar tagihan listrik, pantas saja sekarang listrik dirumah padam" Alea menghela nafas.
Alea mencari lilin tetapi dia tidak menemukannya.
" Duh. bagaimana ini?" Alea merasa bingung lalu pergi keluar dan hendak ke indomarco untuk membeli lilin.
Sepanjang jalan begitu sepi Alea berjalan perlahan sambil menatap sekeliling.
"Duh....kenapa tiba tiba sepi begini?" Alea merasa sedikit ketakukan.
" Tap tap tap..." Tiba -tiba seorang pria memakai topi, masker dan jaket berhenti di depan Alea. Sontak Alea merasa kaget dan terdiam. Pria itu melihat ke arah Alea lalu membuka maskernya sambil tersenyum menakutkan.
Mata Alea terbelalak. Ternyata pria itu adalah pencuri siang tadi.
"Heii...ternyata kita bisa bertemu disni ya?" Pria itu terus mendekati Alea .
" uh..." Alea mundur sedikit dikit kebelakang.
__ADS_1
"Ya Tuhan pasti dia dendam padaku karena tadi dia gagal mencuri mobil" Lalu tanpa fikir panjang Alea langsung berlari menghindari pencuri itu.
"WOIi jangan kabur" Pencuri itu berlari mengejar Alea.
Mereka saling berkejaran satu sama lainnnya. Anehnya malam itu sepi sekali tidak ada orang yang lewat.
"TOLONG" Alea berteriak sambil berlari, namun tidak ada yang menolong nya lalu saat ujung jalan buntu. Alea terpojok dan tidak bisa melarikan diri.
"Hahaha kamu sudah tidak bisa lari lagi nona" Pria itu menyeringai menakutkan.
"Kaaa...kamu mau appa darriiii ku?"Tanya Allea merasa ketakutan dan gemetaran.
"Aku ingin balas dendam padamu, karena kamu telah menggagalkan aksi pencurian mobil siang tadi" Pria itu terlihat sangat kesal dan marah.
" hah....."
Pria itu langsung memukul wajah Alea.
"Plakkkkk.."
"Uh..Sakit" Alea memegang pipinya yang merah.
"Hari aku akan menghabisimu" Ucap pria itu lalu mengeluarkan tongkat.
"Kyaa......" Alea berteriak sambil memejamkan matanya.
Tiba- tiba sorot lampu motor menyoroti Alea dan pria itu. Pria itu kaget lalu berbalik badan dan melihat seseorang menggunakan helm turun dari motornya .
"Dasar pecundang beraninya cuman sama cewek"
Pria itu kesal mendengar ucapan cowok motor itu.
"Dasar .....rasakan ini" Pria itu menyerang si cowok motor dengan tongkatnya. Tapi cowok itu menangkis tongkatnya.
"Begini saja kemampuanmu?" cowok itu menendang pria itu sampai jatuh tersungkur ke bawah.
"Ugh....."
Cowok itu melirik ke arah Alea yang merasa ketakutan.
Dia membuka helm nya sambil menghampiri Alea.
Alea memejamkan matanya karena masih shock.
__ADS_1
"Alea kamu tidak apa - apa?" Alea merasa kenal dengan suara cowok itu, dia dengan perlahan membuka matanya dan melihat cowok itu di depannya .
"Kamu...." Ucap Alea tidak percaya