Taruhan

Taruhan
chapter 05 : Arsel


__ADS_3

Alea merasa kaget saat ada suara di sebelahnya dan. sontak dia reflek langsung berdiri dan kakinya terpeleset hampir jatuh ke bawah.


"Kyaaaaa......" Teriak Alea merasa ketakutan. Untungnya tangannya langsung memegang ujung pembuangan air dari genting rumahnya terbuat dari seng.


"set'


Arsel mebelalakan matanya dan dengan reflek dia turun ke bawah dan berlari pergi ke perkarangan rumah Alea.


.


"TOLONG........." Alea merasa sudah tidak kuat lagi menahan pegangan nya dan perlahan lahan jarinya terlepas dari pegangan.


Ketika dia akan terjatuh ke bawah Arsel dengan cepat menangkap nya dan ....


""Aaaaaaaa"


"Brukk......" Keduanya terjatuh ke tanah.


Alea terjatuh berada dia atas tubuh Arsel. Seketika waktu terasa berhenti. kacamata Alea terjatuh di tanah seketika mereka saling berpandangan.Wajah keduanya dekat sekali jarak 1 cm.


"Dag dig dug" Jantung Alea berdegup dengan cepat.


"Wajahnya tampan namun terlihat dingin dan kesepian"


Arsel menatap wajah Alea dengan wajah memerah.


"Mau sampai kapan kamu terus diatas badanku"Ucap Arsel dengan nada ketus namun wajahnya masih memerah.


"Ehh...maaf" Alea langsung berdiri. Dia langsung menunduk meminta maaf dan mengucapkan terima kasih.


"Dasar cewek bodoh untuk apa kamu duduk di loteng segala?bahaya tahu" Ucap Arsel memarahi Alea, setelah itu Arsel langsung berdiri dan menatap sinis ke arah Alea lalu


"Tes......" dia melihat jari- jari tangan Alea berdarah dan terluka akibat tergores ujung pembuangan air tadi yang terbuat dari seng.


"Iya Maaf, aku sudah ceroboh " Alea membungkukkan badannya. Lalu bergegas masuk ke dalam rumahnya.


"Tunggu dulu" Ucap Arsel menarik tangan Alea.


"A...ad..da appaa?" Alea merasa gugup.

__ADS_1


Arsel menarik kedua tangan Alea dan melihat jari jarinya terluka dan berdarah cukup banyak.


" Tanganmu terluka, sebaiknya cepat diobati' Ucap Arsel.


" Tidak apa apa kok ini cuman luka kecil saja nanti juga sembuh sendiri" Ucap Alea .


Arsel tidak mempedulikan kata kata Alea, dia langsung menarik Alea dan membawa kerumahnya.


"Kamu tunggu disini" Arsel lalu masuk ke dalam kamarnya.


Alea melihat ke sekeliling dan merasa takjub karena rumahnya begitu bersih, rapi dan mewah. Setelah itu Arsel keluar sambil membawa kotak P3k. Tanpa banyak berkata kata dia langsung mengobati tangan Alea yang terluka.


"Su...sudah tidak apa apa. biar aku saja sendiri yang melakukannya" Ucap Alea wajahnya memerah. Arsel tidak mempedulikan Alea dan terus mengobati tangan Alea dengan serius. Alea menatap wajah serius Arsel yang sedang mengobati tanganyya.


"Awalnya kukira dia cowok yang jutek, dingin dan kasar, tapi ternyata aku salah, dia orangnya baik juga" Ucap Alea dalam hati.


" Beres" Arsel langsung membereskan peralatan p3k nya ke dalam kotak.


"Terima kasih" Alea membungkukkan badannya.


" Lebih baik kamu pulang sana, sudah malam" Ucap Arsel hendak pergi lalu tiba tiba terdengar suara perut Alea.


" kruyukk......"


"I...iya aku akan segera pulang..sekali lagi terimakasih sudah menolong dan mengobati tanganku" Ucap Alea bergegas pergi keluar.


"Tunggu..." Ucap Arsel .


Alea berhenti depan pintu lalu melihat ke arah Arsel.


"Ada apa?"


" Ikut aku...." Ucap Arsel.


Arsel langsung pergi menuju dapur.Alea mengikuti dari belakang.


Arsel memakai celemek dan menyiapkan peralatan masak. Dia memotong bawang dengan lihai. Arsel memasak nasi goreng. Setelah beberapa menit kemudian.


"Ini.." Arsel mmberikan 1 piring nasi goreng komplit kepada Alea.

__ADS_1


"Terima kasih"Ucap Alea merasa malu.


"Cepat habiskan, kalau sudah beres pulanglah" Arsel membersihkan bekas masak dia tadi.


"I...iya" Alea memasukan suapan sendok pertama kemulutnya dan ...


"Wahhhh enak sekali .....aku suka" Ucap Alea lalu memakannya dengan lahap. Arsel yang melihatnya tersenyum kecil.


"Kamu jago sekali memasak...enak sekali loh masakanmu ini " Alea terus memakan nasi goreng sampai belepotan di pipinya .


"Hey kalau sedang makan jangan sambil berbicara nanti kamu bisa terse..." Sebelum Arsel menyelesaikan bicaranya tiba tiba saja


"uhukkk uhukk" Benar saja Alea tersedak.


Arsel langsung memberinya segelas air putih


"Sudah kubilangkan, dasar cewek ceroboh" Arsel merasa kesal.


"Iii..ya maaf habisnya saking enaknya masakanmu ini"


Setelah beres makan Alea mencuci bekas piringnya dan berpamitan kepada Arsel yang sedang duduk di ruang tamu.


"Arsel terima kasih ya atas makanannnya dan sudah mengobati tanganku"


Alea membungkukkan badannya lalu bergegas keluar


Arsel melihatnya pergi keluar sambil tersenyum.


"Cewek yang aneh"


Alea masuk ke dalam kamarnya dan mengingat kejadian tadi saat Arsel menolongnya.


" Arsel, ternyata aku salah menilainya.dia itu orangnya sangat baik"


Alea tersenyum sendiri.


"Aku tidak menyangka cowok seperti dia bisa masak juga, walaupun cuma nasi goreng tapi rasanya seperti restoran bintang 5"


"Ah sudah lah lebih baik aku cepat tidur"lalu dia melihat foto dirinya bersama ibunya.

__ADS_1


"Aku jadi ingat ibu lagi..ibu pulanglah"


Alea sambil memeluk foto ibunya.


__ADS_2