
Alea dan Fino terduduk di ruang guru. Ibu Mina memperhatikan mereka berdua dan berdiri sambil melipatkan kedua tangannya.
" Apa benar kalian tidak melakukan apa- apa di sana? " Tanya Bu Mina menginterogasi.
"Benar bu kami tidak melakukan apa-apa " Ucap Alea.
"Iya bu. saya kan tadi sudah menjelaskannya, tiba-tiba kami terkunci padahal kunci ada di luar"Ucap Fino.
Ibu Mina mengerutkan keningnya.
" Ibu melihat kuncinya di bawah pinggir pintu, tapi memang aneh.seperti ada yang sengaja mengunci kalian"
"Benarkah?" Alea merasa kaget.
" Ya sudah nanti ibu akan selidiki ini, Ibu percaya kepada kalian"
"Terima kasih bu" Alea membungkukkan badannya.
"Sudah selesai kan bu?saya ingin pergi ke toilet" Ucap Fino terus menguap.
"Iya silahkan kalian boleh pergi"
Di Ruang musik
Terdengar suara alunan piano yang sangat indah.
ternyata Arsel sedang bermain piano.
Fino dan Alea berjalan menyusuri koridor. Fino terhenti di depan Alea.
"Ada apa?" Tanya Alea ketus. Fino langsung memegang dahi Alea dan dahinya.
"Sepertinya demam mu sudah turun, sekarang tidak panas lagi" Ucap Fino.
"Ugh. lepas" Alea melepaskan tangan Fino dan kembali berjalan.
"Woii seharusnya kamu berterima kasih padaku, karena semalam aku yang menjaga kamu saat sakit, dasar cewek tidak tahu malu dan tidak tahu berterima kasih" Fino merasa marah dan kesal pada Alea namun Alea tidak mendengar ocehan Fino dia melihat Arsel di balik kaca ruang musik.
"Wahh.... permainan pianonya sangat indah" Alea merasa takjub dan terus memperhatikan Arsel di balik kaca .
"Hei ...kenapa kamu terus mengabaikan aku" Ucap Fino masih kesal .
"Ssssttt " Alea menyuruh Fino diam dan memejamkan matanya dan menikmati alunan piano yang dimainkan Arsel.Fino menatap Arsel yang sedang bermain piano.
"Cih....permainan piano yang paling buruk" Ucap Fino. Alea langsung memalingkan wajahnya pada Fino.
"Dasar selera musikmu rendah, ini tuh permainan piano yang sangat indah dan keren" Alea lalu memperhatikan Arsel kembali.
Wajah Fino terlihat cemberut lalu pergi meninggalkan Alea sendiri. Lalu Arsel berhenti memainkan pianonya.
"Prok....prok.." Alea bertepuk tangan sambil tersenyum.
Arsel melihat ke arah Alea setelah itu dia beranjak dari duduknya dan hendak pergi keluar. Alea langsung menghampiri Arsel.
"Wah permainan piano mu sangat keren" Alea tersenyum. Wajah Arsel memerah lalu melihat penampilan Alea dari bawah ke atas yang terlihat lusuh.
" Apa kamu tidak mandi?"Ucap Arsel.
Wajah Alea memerah merasa malu tanpa berkata apapun dia langsung berlari.
"Dasar cewek aneh" Arsel mengerutkan keningnyanya.
"Duh iya aku belum mandi karena kemarin aku terkunci bersama Arsel di ruang club lukis" Pikir Alea menuju kelas. Saat di kelas dia melihat kesana kemari untuk mengambil tasnya dan pergi.
" Untung saja masih jam 6 pagi murid murid masih sepi jam segini" Alea lalu pergi keluar sekolah.
" Sebaiknya aku pulang saja dulu dan bersiap siap"
Pikir Alea lalu segera menaiki sepedanya dan pulang kerumah.
***
Arsel berjalan menyusuri koridor sekolah. Dia murid yang selalu datang pagi pagi ke sekolah.
" Kenapa Alea sudah ada di sekolah pagi- pagi begini? dan sepertinya aku tadi melihat Fino pergi ke luar sekolah" Pikir Arsel
"Ah sudahlah bukan urusanku"
__ADS_1
Fino lalu membaca buku saat sampai di kelasnya.
Lalu hpnya berbunyi dan ternyata itu sms dari Ayahnya.
..." Hari minggu datanglah ke pesta pernikahan ulang tahun ayah dan ibu Cintia di hotel Preanger jam 7 malam"...
Arsel membacanya terus mengabaikan sms dari Ayahnya.
"Untuk apa ayah menyuruhku datang? bukankah dia tidak peduli padaku? dia hanya sibuk mengurusi keluarga barunya" Arsel dalam hati.
Beberapa jam kemudian
Saat pelajaran Olah raga kelas 2-2
Semua murid berlari 5 putaran mengelilingi lapangan. Alea berlari dengan penuh semangat lalu dia mengingat kejadian kemarin saat dirinya terkunci bersama Fino.
"Fino sepertinya sudah merawatku kemarin" Pikir Alea lalu memegang sapu tangan yang bertuliskan nama Fino.
"Sepertinya aku harus bilang terima kasih padanya" Alea lalu melirik Fino yang yang sedang berlari di depannya.
"Wushhhhhh.......... hembusan angin menyibak rambut Fino. Wajah Alea memerah yang terus memperhatikan. Fino. Dia melihat wajah Fino yang sedang serius berlari.
"Dia memang baik tapi kadang juga menyebalkan" Pikir Alea. masih berlari. Sesudah berlari 5 putaran semua murid pun beristirahat dahulu.
" Hosh....lumayan melelahkan" Alea lalu terduduk di tanah.
"Alea"
" Ya...."
Starla tersenyum menghampiri Alea.
" Ini untukmu?" Starla memberikan botol air mineral.
"Wah terima kasih" Alea tersenyum lalu meminumnya.
Starla lalu duduk di sebelah Alea.
"Duh hari ini panas sekali ya?" Ucap Starla.
"Iya benar"
" Hehehe Alea ternyata kamu asyik juga ya diajak mengobrol "
Alea tersnyum
" Oh iya boleh aku bertanya sesuatu padamu?"
"Iya boleh, apa yang ingin kamu tanyakan padaku?"Tanya Alea sambil meminum minumannya
"Apa kamu dan Fino pacaran?"
Alea merasa kaget lalu tersedak.
"Uhuk uhuk."
"Alea apa kamu tidak apa -apa? "Starla merasa khawatir lalu menepuk punggung Alea dengan perlahan.
"Iya aku tidak apa- apa aku hanya kaget" Ucap Alea
"Syukurlah kalau kamu tidak apa- apa" Ucap Starla.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu? "
"Tidak, hanya saja sejak kejadian Fino menciummu kamu dan dia menjadi sangat dekat" Ucap Starla sedikit murung . Alea melihat ekspresi Starla yang sepertinya menyukai Fino.
" Kamu tahu tidak, Fino cowok populer di sekolah ini banyak cewek yang suka pada dia"
Ucap Starla.
"Oh...."
" Iya banyak cewek yang menyatakan cinta padanya tapi belum ada satupun yang dia terima, pernah sekali ada cewek yang berpenampilan cupu yang menyatakan cinta padanya, terus dia bilang paling benci dengan cewek cupu" Ucap Starla. Alea menundukkan wajahnya karena dia merasa minder karena penampilannya juga cupu.
" Tapi sepertinya denganmu dia berbeda, sejak kejadian ciuman itu, Fino terlihat sangat ceria dan bersemangat. padahal dia kan sangat membenci cewek yang berpenampilan cupu..oopss" Starla melirik ke arah Alea
"Ehh maaf Alea aku tidak bermaksud"
__ADS_1
"Tidak apa apa Starla"Ucap Alea tersenyum kecil dan merasa minder.
"Iya biasanya dia hanya tidur saat di kelas, bolos dan sepertinya tidak bergairah menjalani hidup, tapi saat ada kamu dia jadi rajin sekolah dan tidak pernah tidur di kelas lagi, makanya aku bertanya apa kamu pacaran dengan Fino? kamu cewek yang bisa merubah dia"
Alea terdiam lalu melihat lagi ke arah Fino yang sedang bermain sepak bola bersama temannya.
Alea menggelengkan kepalanya
"Aku tidak ada hubungan apa - apa dengan Fino kami hanya teman bahkan aku tidak dekat seperti yang kamu lihat" Ucap Alea sambil tersenyum.
Starla yang mendengar ucapan Alea merasa sedikit lega.
"Oh begtu...baiklah maaf ya aku bertanya hal yang tidak membuatmu nyaman?" Starla tersenyum.
"Tidak apa- apa" Alea membalas senyuman Starla.
Lalu bola sepak mengarah kepada kepala Alea.
"Duk...."
"Aduhh......kepalaku sakit" Alea memegang kepalanya
Fino berlari ke arah Alea.
"Alea kamu tidak apa apa? " Starla merasa khawatir.
"Hoshh...hoshh.."
"Hei cupu kamu tidak apa-apa?"
Alea memasang wajah kesal lalu memarahi Fino
"Dasar cowok mesum kamu sengaja ya menendang bola ini ke kepalaku"
" Enak saja, aku tidak sengaja tahu"Fino merasa kesal
lalu mereka berdua pun bertngkar.Starla yang melihatnya menundukkan wajahnya dan pergi meninggalkan mereka berdua. Alea langsung terdiam dan melihat Starla pergi.
"Starla...."
Fino melambaikan tangannya ke wajah Alea.
"Woii cupu kenapa kamu diam saja"
"Ah sudahlah kamu menyebalkan " Alea lalu pergi meninggalkan Fino.
" Kebiasaan ya kamu selalu mengabaikan aku"
"Hei cupu cepat kembali kesini urusan kita belum selesai"
Teriak Fino namun Alea tidak menghiraukan nya.
***
Cuaca hari ini begitu panas, Alea mengayuh sepedanya menuju rumahnya. Saat di supermarket dia berhenti dan masuk kedalamnya. Dia berbelanja telur, susu dan sayuran lainnya. Setelah beres dia pergi ke kasir.
"Jadi berapa semuanya mba?" Tanya Alea
"Semuanya 200 rbu "
Alea membuka dompetnya dan melihat uangnya yang tinggal 300 rbu lagi.
"Ini uangnya"
" Terima Kasih, uangnya pas ya mba, silahkan datang kembali" Ucap mba kasir.
Alea keluar dari supermarket sembari menghela nafas.
Dan membuka Dompetnya kembali.
"Duh uangku tinggal 100.000 mana cukup untuk kebutuhan hidup selama sebulan.Sepertinya aku harus kerja sambilan.Untung saja biaya sekolahku gratis dari beasiswa" Pikir Alea lalu berjalan menuju parkir sepeda. Tiba - tiba di parkiran dia melihat seorang laki -laki yang memakai topi dan masker sedang mencongkel mobil alpard putih di parkiran. Dengan perlahan Alea mendekati orang itu dan mengagetkannya.
"Heiiii.. kamu mau maling ya?" Alea berbicara dengan nada keras. Maling itu kaget lalu melihat ke arah Alea .
" Hei jangan ikut campur anak kecil" Maling itu berusaha menutup mulut Alea tetapi Alea terus berteriak.
"MALING -MALING" Maling itu ketakutan langsung berlari dan kabur, tiba- tiba si pemilik mobil Alphard keluar dari toko dan mendengar Alea berteriak maling...
__ADS_1
" Ada apa ini?" Tanya si pemilik mobil itu.
" Eh...." Alea menoleh ke arah mobil itu.