Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Penghinaan


__ADS_3

"Nion.." Helena memanggil asisten nya, yang sedari tadi menghindari konta mata dengan nya.


"Kau dengar aku tidak?'' Tanya kesal Helena.


Nion menoleh ke arah atasan nya, lalau menaikan alis nya sebelah kiri nya.


"Apa?" Tanya nya.


Helena memutar mata nya malas,"Jelaskan tentang Micell."Ucap Helena.


"Aku sudah jelaskan tadikan."Nion melanjutkan pekerjaan nya.


"Kau ya! mau kemana kau.''Teriak Helena.


Sedang di apartemen Micell, gadis itu sedang memilih gaun untuk dia kenakan di acara pesta nanti malam.


"Aku pakai baju apa ya?" Gumam Micell, tangan nya sibuk memilah-milah baju di lemari nya.


Sudah 30 menit Micell memilih baju, mengobrak abrik isi lemari nya. dan pada akhir nya dia menjatuhkan pilihan nya pada gaun berwarna soft pink.


Setelah Micell memilah baju untuk dia kenakan, Micell bergegas mandi membersihkan badan nya yang terasa lengket.


"Ahhhh, segar nya."Ucap Micell setelah selesai mandi.


Micell memulai ritual berdandan nya, dia mulai menggunakan alas bedak dan memulai menghias bagian mata lalu. Setuhan akhir memberi pewarna pada bagian bibir mungil nya.


"Oke, sudah selelsai."Gumam nya, dia menatap tampilan nya di cermin. Melihat-lihat apakah ada yang kurang.


Setelah Micell merasa bahwa tampilan nya sudah sempurna, dia beranjak pergi menuju tempat janjian yang sudah di beri tahu Wulan.


Tapi betapa terkejut nya Micell saat membuka pintu apartemen nya, didepan sudah ada dua makhluk yang berdiri dengan menekuk tangan nya di depan dada.


"Momy, kemana saja. Fay sudah lama menekan bell, tapi Momy tidak keluar." Omel Fay kepada Micell.


"Maafkan Momy sayang, tadi Momy sedang mandi jadi tidak dengar."Ucap Micell.


Mark melihat penampilan anggun Micell, mata nya tak berkedip sama sekali.


"Maaf pak ini ada apa, Kenapa tiba-tiba sekali datang ke apartemen saya."Tanya Micell.


Micell belum menyadari apa yang di kenakan dua orang beda generasi tersebut.


"Aku sedang ada undangan pesta ulang tahun anak rekan bisnis ku, dan Fay ingin kau ikut." Ucap datar Mark.


"Ahhh, aku baru sadar mereka mengenakan baju pesta.'' Gumam Micell dalam hati.


"Momy ikut ya."Rengek Fay.

__ADS_1


Micell bingung, dia bukan nya tidak mau ikut tapi dia sudah ada janji dengan Bu Wulan.


"Aku harus bagaimana?"Tanya Micell dalam hati.


"Mom ikut ya, aku ingin memperlihatkan pada teman-teman ku kalau Fay juga punya Momy."Ucap Fay.


Micell yang tidak tega menolak permintaan Fay, pada akhir nya memutuskan untuk ikut Mark menghadiri acara ulang tahun.


Sedang Wulan yang menunggu kedatangan Micell mendadak sedikit cemas.


"Mana teman mu itu?"Tanya laki-laki sekitar umur 40 tahun.


"Tunggu sebentar Tuan.''Jawab Wulan.


"Dimana wanita sialan itu.''Gumam Wulan dalam hati.


Sebenarnya Wulan tidak mengajak Micell ke acara pesta teman nya, melainkan Menjul Micell ke laki-laki hidung belang.


Namun sayang sepertinya rencana nya akan gagal, karena tanpa mereka tahu. Saat mereka sedang berbincang kemarin sore, Mark taksengaja mendengar semua percakpan mereka.


Flashback On.


"Halo Tuan Mark."Ucapa anak buah Mark di sebrang sana.


"Bagaimana?"Tanya Mark.


"Bereskan dia, dan lakukan seperti rencana nya."Perintah Mark sebelum mematikan sabungan telvon nya.


Falsback Off.


Ditempat pesta semua pandangan fokus ke arah pasangan yang sangat serasi, bagaiman tidak. Dengan tampilan Mark yang gagah dan tampan di tambah Micell yang anggun dan cantik belum lagi simungil Fay yang manis dan menggemaskan. Bukan kah mereka cerminan keluarga yang sempurna secara visual.


"Kenapa semua liatin aku, apa baju ku terlalau jelek ya. apa Make up ku terlalau tebal.'' Gumam Micell dalam hati.


"Kau harus percaya diri, kau datang sebagai Momy nya anak saya. Jadi jangan buta saya malu.'' Bisik Mark pada Micell.


Micell yang mendengar bisikan Mark, menatap ke arah Mark dengan tatapan penuh penjelasan.


"Maksud bapak apa? Sebagai Momy nya anak bapak?" Tanya Micell.


"Kau lihat laki-laki di sana.'' Tunjuk Mark pada salah satu tamu, yang sedari tadi memandang ke arah nya. Memandang dengan tatapan tak suka.


"David.''Gumam Micell lirih.


"Bukan nya kau kemarin mengakui jika Fay anak mu, jadi bersikaplah sebagai Momy yanga baik."Mark pergi berjalan menghampiri rekan bisnis nya.


Sedang Micell memandang kesal dengan kelakuan atasan nya tersebut.

__ADS_1


"Dia memang tampan, tapi jika menjengkelak begini dia nampak mirip seperti mobil rongsok yang berisik.'' Gerutu Micell.


"Mom, Fay ingin makan kue itu."Tunjuk Fay pada salah satu hidangan yang tersedia.


"Baikla anak manis, ayo kita ke sana.''Ajak Micell.


Micell mengambilkan makanan yang di ingininkan oleh Fay.


"Hay.."Sapa seorang laki-laki.


Micell nampak acuh menanggapi sapaan laki-laki itu, sebab dia sudah muak dengan David. Laki-laki yang menyapa Micell adalah David.


"Apa aku boleh bicara dengan mu."Tanya David lagi.


"Kau mau apa lagi, apa kau belum jelas juga dengan perkataan ku kemarin."Jawab ketus Micell.


"Ijinkan aku untuk menjelaskan yang sebenarnya terjadi."Ucap David.


"Menjelaskan.'' Micell menatap tak suka ke arah David,"tidak ada yang perlu kau jelaskan Tuan David Erlangga."Jawab Micell.


"Ayo sayang, kita temui Pipi." Micell menggandeng tangan Fay dan membawa nya untuk menemui Mark.


"Tunggu!" Teriak David.


Teriakan David membuat semua para tamu menatap ke arah nya dan Micell.


"Laki-laki sialan!" Gumama Micell dalam hati.


"Lihat lah para tamu, wanita ini adalah mantan kekasih saya. Aku dan dia baru putus satu tahun lalun dan lihat sekarang dia sudah punya anak umur 5 tahun."Ucap David.


Perkataan David membuat semua tamu memandang rendah Micell. ada yang berpendapat bahwa Micell adalah wanita tidak benar.


"Wanita ini mungkin sudah menghianati saya, sejak kami pacaran dengan tidur bersama Laki-laki lain. Betapa murahan nya dia." Ucap David dengan senyum mengejek di bibir nya.


Plakkkk! Micell menampar pipi David,"Apa menurut mu aku tidak berani melakukan ini.'' Ucap Micell.


"Kau,beraninya menamparku dasar gadis murahan.'' David mengangkat tangan nya ingin menampar Micell, namun tangan nya di tahan oleh Mark.


"Berani kau menampar calon istri saya."Ucap Mark.


"Bukankah itu Mark Allexander, pembisnis nomor satu di negara kita.''Ucap salah satu tamu.


"Anda benar, berani sekali laki-laki itu mencari masalah dengan calon istri pak Mark." Ucap tamu lain.


"Momy Fay takut." Ucap Fay.


Fay merasa takut memeluk erat Micell dan membenamkan wajah nya didada Micell.

__ADS_1


__ADS_2