
Malam ini Darell menemui Sisilia di sebuah restoran, sebenarnya Darell malas berurusan dengan Sisilia tetapi perempuan itu meneror nya dengan mengiriminya pesan singkat, tak terhitung banyak nya notice yang masuk kedalam handphonenya.
“Apa yang mau kamu bicarakan?” tanya Darell saat dirinya sudah duduk di kursi yang terletak di sebrang Sisilia.
“Sayang, kembali kepada ku. Aku tidak bisa tanpa mu.” Sisilia menggenggam tangan Darell.
“Maaf aku tidak bisa.” Darell menarik tangan nya dari genggaman Sisilia.
“Kenapa, apa karena wanita murahan itu!” nada bicara Sisilia sudah berubah menjadi parau, mungkin sebentar lagi dia akan menangis.
Darell mengatur nafasnya agar dia tidak terpancing emosi, alasan utamannya bukan karena Kalea tetapi Karena Sisilia telah menghiyanatinya dengan berman asamara berasama lelaki lan di belakangnya.
Beberapa hari yang lalu Daren memberikannya sebuah bukti yang berisi semua rekaman video dan foto-foto panas milik Sisilia dengan beberapa pria, tadinya Daren meminta agar bukti tersebut di publiskan akan tetapi Darell masih memiliki hati untuk tidak merusak naman baik Sisilia.
“Wanita murahan yang kamu sebut itu adalah istri saya!” Darell menatap tajam kearah Sisilia.
Sisilia merasa takut baru kali ini dia mendapat perlakuan yang kasar dari Darell, saat mereka masih bersama dulu Darell tidak pernah marah bahkan membentak semua permintaan Sisilia selalu di penuhi oleh Darell dan itu membuat Sisilia besar kepala.
“Kenapa kamu jadi kasar ke aku, kenapa kamu berubah hikss…” Sisilia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya menyembunyikan air matanya. Kali ini Sisilia tulus menagis karena takut kehilangan uang-uang Darell.
“Sisilia, ini peringatan terakhir untuk mu. Jauhi saya dan istri saya pergi jauh dari kota ini.”
“Enggak Darell, aku enggak mau sayang…” Sisilia menggelengkan kepalanya menolak permintaan Darell.
“Sisilia, turuti ucapan saya selagi saya memintanya secara baik-baik. Jangan sampai kelakuan busuk kamu saya bongkar didepan orangtua kamu.” Darell beranjak dari duduk nya dan bersiap untuk pergi.
“Tunggu Darell…” SIsilia mencekal lengan Darell agar tidak pergi tetapi sedetik kemudian Sisilia melepasnya karena tatapan tajan dan dingin Darell.
Darell melanjutkan langkahnya meninggalkan restoran tempat dia bertemu dengan Sisilia, Darell sangat kecewa dengan Sisilia. Perselingkuhan adalah perbuatan yang dia sangat benci selama ini dia sangat tulus dengan Sisilia. Darell tak menyangka 10 tahun menjalin asmara bersama Sisilia sudah sebanyak 8 kali menghiayanati dirinya. Itulah yang di rasakan Kalea saat kamu selingkuh dengan Sisilia wahai Darell yang terhormat.
Blam…
Darell menutup pintu mobill nya pelan tak mau membangunkan gadis yang sedang tertidur di kursi sebelah pemengemudi.
Kalea ikut menemani Darell, jelas itu pasti Darell yang memaksanya. Kalea mau ikut asal dia tidak ikut masuk dan bertemu dengan Sisilia, cukup menguras tenaga dan emosi jika Kalea harus bertemu atau berhadapan langsung dengan Sisilia.
Darell mentap wajah lelap sang istri, tangan nya terulur membenarkan anak rambut Kalea yang menutupi sebagian wajah cantik milik Kalea.
“Sepertinya aku jatuh hati pada mu wahai istri nakal ku.” Darell mencuri satu kecupan dibibir Kalea.
__ADS_1
Darell menghidupkan mesin mobilnya dan kemudian melejukan mobilnya menuju apartemennya, Darell menyetir dengan satu tangan sedang tangan yang satunya dia gunakan untuk menggenggam tangan Kalea.
Sedangkan Kalea hanya tersenyum tipis tanpa Darell tau, bahkan debaran jantung Kalea semakin menjadi saat dia mengingat ucapan Darell tadi. Kalea hanya berpura-pura tidur untuk menghindari Darell sebab dirinya masih kesal karena di paksa ikut menemui si ulet bulu.
*****
Sementara itu di jalanan yang gelap dan sepi seorang gadis sedang kebingungan karena mobil nya mogok di tengah jalan.
“Duhh, gimana ini mana gue enggak tau soal mobil.” Keluh Zoe.
Zoe baru saja pulang dari mengunjungi orangtua Kalea, Zoe merupakan anak angkat dari orangtua Kalea. Zoe sangat berterimakasih karena Tuhan telah mempertemukan dirinya dengan keluarga sebaik itu.
Kenpa Zoe bisa diangkat menjadi anak, itu karena hidup Zoe tidak seindah hidup remaja lain pada waktu itu Mama nya meninggal karena kengker semua aset perusahaan di ambil alih oleh ayahnya dan ternyata sang ayah selama ini telah berselingkuh dan menikah dengan wanita lain. Singkat cerita saat Kalea duduk di bangku SMA dirinya di usir dari rumah nya oleh ibu tirinya tanpa alasan yang jelas, yang lebih menyakitkan sang ayah tidak sama sekali membelanya atau membantunya beruntung dia bertemu Kalea.
“Gue enggak takut kalau ketemu preman tetapi gue takut kalau ketemu demit.”
Baru Kalea berucap, segerombol motor mengahmpiri dirinya terhitung ada 5 preman dengan awjah dan tato yang menyeramkan.
“Nahkan, apa gue bilang demitkan yang dateng.” Gumam Zoe.
Preman itu turun dari motornya dan kemudian mulai berjalan mendekati Zoe.
“Hey cantik, sendirian aja.” Ucap Sigembul.
Zoe tidak takut karena dia juga bisa bela diri namun kemapuannya tidak sejago Kalea, seandainya Kalea ada pasti ini para preman bakal jadi perkedel di libas habis oleh Kalea.
“Maaf ya om, saya sibuk sana pergi.” Ucap Zoe dengan galak.
“Utuhhh, jangan galak dong cantik…” Ucap sijangkung, sijangkung ini lucu sekali badan penuh tatao seram tetapi baju warnanya pink.
“Jangan bercanda dengan saya ya Om…” Sinis Zoe.
“Ayo main sebentar dengan kami…” Si jangkung dengan tidak sopannya menoel pipi mulus milik Zoe.
Bughh!!
Zoe sudah tidak bisa sabar langsung saja dia menendang alat kejantannan milik sang jangkung sampa si jangkung berguling di asapal karena ngilu.
“Cewek sialan!”
__ADS_1
Plakk!!
Zoe ditampar oleh si gembul, keras sangat keras sampa Zoe tersungkur di aspal.
“Kau jangan sok jago cantik lebih baik menyerah dan bermain dengan kamu. Hahahah…” Ucap Si pendek.
“Cuihh, aku tak sudi berman dengan kalian. Ayo lawan aku.” Zoe berdiri dan langsung memasang kuda-kudanya.
“Besar juga nyali mu cantik.” Ucap si pendek dengan smirk dibibirnya. Biasanya akan terlihat keren saat sseorang menampilkan smirknya tetapi si pendek ini kok justru bikin muntah.
Bughh…
Bughh…
Bughh…
Zoe dan preman sama-sama tak mau kalah, sampai akhirnya ada sebuat motor yang berhenti menghampiri mereka. Zoe berpura-pura lemah tak berdaya saat tau siapa yang menghampiri mereka.
“Zoe…” Daren menghampiri Zoe.
Zoe menyembunyikan kemampuan beladirinya, takut kalau tidak ada lelaki yang mau padanya karena hobinya berkelahi.
“Zoe, kamu enggak apa-apa?” Tanya Daren.
“Enggak…” Zoe menggeleng.
Daren melihat bekas tamparan dipipi sebelah kiri Zoe, geram pasti apalagi sudut bibir Zoe yang berdarah. Daren tak pernah suka jika seorang wanita di perlakukan buruk oleh lelaki.
“Serahkan wanita itu dan pergilah anak ingusan.” Ucap sombong si pendek.
Daren mentap tajam satu persatu wajah preman tersebut, “hadapi aku bedebah!!”
Sebelum berkelahi Daren membawa Zoe ketempat yang aman, “Kamu di sini dulu jangan khawatir, mereka bukan apa-apa.” Ucap Daren.
*****
Mau sampein apa buat Darell???
Mau sampein apa buat Kalea???
__ADS_1
Mau kasih apa buat Sisilia???
Jodoh Zoe siapa???