
Satu minggu berlalu, kini Micell kembali aktiv bekerja di kantor Mark. Luka di kaki dan tangan Micell sudah mengering hanya tinggal bekasnya saja.
"Maaf Pak, nanti malam saya akan pulang ke apartemen saya."Ucap Micell.
"Apa luka mu sudah benar-benar membaik?"Tanya Mark.
Laki-laki itu nampaknya tidak rela jika, wanita yang sudah selama seminggu ini menghiasi pagi harinya pergi meninggalkan istananya.
"Iya luka saya sudah mengering Pak, lagi pula saya juga harus membersihkan apartemen saya Pak."Ucap Micell.
Micell sebenarnya telah menyewa pembantu yang akan datang setiap dua hari sekali, untuk membersihkan apartemennya. Gadis itu nampak nya memcari alasan agar bisa keluar dari Mansion Mark sebelum dia hilang kendali atas perasaannya.
"Oke, baiklah."Ucap Mark.
Micell kembali keruangan nya setelah meminta izin pada Mark.
"Aku hari ini ada janji, untuk menjemput Fay. Sebaik nya aku pergi dulu."
Micell kembali lagi keruangan Mark untuk meminta izin menjemput Fay.
"Maaf Pak, saya mau minta izin menjemput Fay sekolah."Ucap Micell.
"Iya."Jawab Mark datar.
Micell berjalan menuju parkiran mobil, dan pergi menuju sekolah Fay.
Perjalan menuju sekolah Fay berjalan tanpa hambatan, Sesampainya di sana Micell terkejut saat mendapati Fay tengah menangis tersedu-sedu di hadapan seorang wanita paruh baya.
"Sayang kamu kenapa nak?"Tanya Micell.
"Momy, huaaa."Tangis Fay pecah saat Micell memeluk tubuhnya yang sudah gemetaran.
"Ada apa ini Bu, kenapa Ibu memarahi anak saya."Ucap Micell.
Wanita paruhbaya itu sepertinya bukan dari kalangan biasa, bisa di lihat dari gaya busana dan perhiasan yang dikenakan.
"Ini anak kamu, pantas saja kelakuannya seperti tidak di didik. Rupanya hamil duluan bagaimana bisa wanita berumur 20 tahun memiliki anak berusia 6 tahun."Ucap wanita itu.
"Apa maksut ibu bicara begitu."Micell menatap tajam wanita di depannya, meski iya lebih tua dari Micell. Tapi wanita itu sudah menghina nya.
"Momy, Fay takut."Keluh Fay.
"Sayang jangan takut, ada Momy di sini. Coba katakan ada apa kenapa Fay bisa dimarahi."Tanya Fay.
Tapi Fay hanya menangis ketakutan.
__ADS_1
"Asal kamu tau, anak kamu itu telah mendorong anak saya sampai kepalanya berdarah."Ucap Wanita itu.
Micell merasa tak percaya Fay bisa melakukan hal senakal itu.
"Apa itu benar sayang."Tanya Micell, Fay hanya menganggukkan kepalanya tanpa menjawab.
"Kalau memang anak saya salah, saya minta maaf tapi bukan berarti anda bisa membentak anak saya sembarangan."Ucap Micell dengan nada sedikit tinggi.
Plakkkk!!!!
Micell mendapat tamparan yang keras di pipinya, membuat sudut bibirnya berdarah.
"Jangan pukul Momy Fay, Fay yang salah pukul Fay saja."Ucap Fay, anak itu melindungi Micell di balik badan kecilnya.
"Sayang tidak papa, Mom tidak apa-apa."Ucap Micell.
"Itu pantas di dapatkan Momy mu yang tidak bisa mendidik anak nakal seperti kamu."Ucap wanita itu, wanita itu pergi meninggalkan Micell dengan langkah angkuhnya.
Setelah insiden itu, Micell membawa Fay untuk pergi menuju kantor Mark.
"Pipi.... Huaaaa."Fay berlari menghampiri Mark saat dia sudah berada di depan ruangan Mark.
Mark terkejut saat melihat penampilan anaknya yang berantakan, rambut yang acak-acakan belum lagi wajah sembab sehabis menangis.
"Sayang, kenapa menangis nak?"Tanya Mark, laki-laki itu menggong putrinya. Jarinya menghapus buliran bening yang membasahi pipi cuby putrinya.
Mark segera menghampiri Micell yang tengah berada di ruangannya, wanita itu tengah mengompres ujung bibirnya yang memar.
"Micell."Panggil Mark.
"Iya pak."Jawab Micell.
Mark menatap tajam ke arah wanita itu, dia tak habis pikir kenapa wanita itu selalu saja teluka.
"Apa yang terjadi?"Tanya Mark.
Micell hanya diam dan menunduk, dia bingung bagaiana menjawab pertanyaan Boss nya itu.
"Pipi, tadi Mom di pukul sama Mama nya Viona."Ucap Fay.
"Saya tidak apa-apa kok pak."Ucap Micell.
Mark merasa ada yang di sembunyikan dari Micell.
"Coba ceritakan pada Pipi."Ucap Mark.
__ADS_1
"Tadi di sekolah, Viona bilang katanya Fay tidak pynya Momy. Tapi Fay bilang Fay punya Mom Micell, tapi Viona tidak percaya Viona mendorong Fay. Lalu Fay balas tapi Viona malah menabrak ujung meja Pi.."Ucap Fay sesenggukan.
"Fay kan punya Momy, Huaaa."Tangis Fay.
"Cupp... Sayang sini sama Momy ya."Ucap Micell, Micell mengambil alih tubuh Fay dari gendongan Mark.
"Tadi Mama Viona pukul wajah Momy, trus bilang katanya Momy enggak bisa didik Fay mangkanya Fay jadi anak nakal, Fay kan enggak nakal Pi.."Tengek Fay.
"Dengerin Momy, Fay anak baik. Fay tidak nakal oke, sekarang Fay berhenti menangis ya."Ucap Micell.
"Ih-iya... Fhay enggak nakal Mom."Gumam Fay, suaranya sesenggukan.
"Kamu tidak apa-apa?"Tanya Mark pada Micell.
Mark mendekati Micell dan memeluknya, Mark sangat marah saat melihat keadaan Micell yang terdapat memar di ujung bibirnya.
"Maafkan saya, karena saya kamu banyak menanggung masalah."Ucap Mark.
"Tidak Pak, bapak tidak salah."Ucap Micell.
Micell menikmati pelukan yang di curahkan oleh Mark, kalau boleh jujur Micell memang sudah jatuh hati pada duda beranak satu itu sejak awal jumpa.
Dan Mark merasa dia mulai jatuh hati pada Micell, jatuh hati pada semua sikap dan sifat Micell.
"Momy, Fay enggak bisa nafas."Ucap Fay, Fay berada di tengah-tengah himpitan Micell dan Mark.
"Aku akan mebalas apa yang di lakukan wanita itu, pada putri dan wanita yang ku sayangi."Gumam Mark dalam hati.
Mark meninggalkan Micell dan Fay, laki-laki itu mendatangi sekolah putrinya. Tanpa ada yang tau bahwa sebenarnya sekolah itu adalah milik Mark.
"Selamat siang pak Mark."Sapa kepala sekolah.
"Siang, saya tidak mau basa-basi. Saya mau melihat rekaman CCTV pada saat insiden yang terjadi pada putri saya."Ucap Mark.
Kepala sekolah menunjukan CCTV yang berisi Insiden ketika Fay dan Micell di marahi.
"Keluarkan anak ini dari sekolahan ini dan pastikan tidak ada yang menerima anak ini di sekolah mana pun."Perintah Mark kepada Leonardo.
"Baik Tuan."Ucap Leonardo.
"Kasihan sekali kamu nak, akibat kesombongan Mama mu. Masa depan mu terancam."Gumam Leonardo dalam hati.
Mark sungguh sangat marah melihat putri satu-satunya di bentak dan di jewer telinganya oleh orang lain.
Di tambah dia melihat bagaiman kerasnya tamparan yang di terima Micell.
__ADS_1
"Aku pastikan wanita itu, akan bersujud di depan wanita ku besok siang."Gumam Mark, laki-laki itu menampilkan senyum smirknya.