
Sementara Mark dan Micell tengah bahagia dengan pernikahan mereka, berbeda dengan Leonardo. Laki-laki dewasa itu tengah menatap tajam kearah Rinjani dan seorang perawat laki-laki.
"Apa dia senang berbicar dengan laki-laki jelek itu, apa aku harus mengirim perawat itu ke cabang rumah sakit di antartika."Gumam Leonardo.
Leonardo menghampiri Rinjani yang tengah asyik mengobrol dengan perawat laki-laki.
"Ehemm."Leonardo berdehem.
Namun dehaman Leonardo sia-sia saja, karena Rinjani dan perawat itu tidak menanggapi Leonardo.
"Rinjani!"Panggil Leonardo.
"Apa sih Om?"Jawab sinis Rinjani.
Leonrdo memelotot ke arah Rinjani, sebab Rinjani menjawab panggilan Leonardo tanpa menoleh sama sekali.
"Apa-apaan gadis aneh ini, apa aku sedang di abaikan."Gumam nya kesal.
Leonardo pergi masuk kedalam ruangan Rinjani, dia mengemasi semua barang-barang milik Rinjani. Setelah selesai membereskan semuanya Leonardo mengambil kursi roda dan membopong Rinjani untuk duduk di kursi roda.
"Om apa-apaan si, Rinjanikan lagi bicara sama kakak tampan."Protes Rinjani.
"Kamu di usir dari rumah sakit, karena tidak bisa bayar kamar."Ucap Leonardo.
Rinjani melambaikan tangan nya dan melihat kebelakang ke arah perawat laki-laki itu.
"Dadah kakak perawat tampan, nanti Jani telvon ya."Ucap Rinjani.
"Apa? apa mereka sudah bertukar nomor telvon."Gumam Leonardo dalam hati.
Leonardo mengangkat tubuh mungil Rinjani masuk kedalam mobil, mereka menuju ke Mansion Leonardo.
Di dalam mobil Rinjani tengah bermain handphone dengan senyum-senyum sendiri.
"Kau sedang apa?"Tanya Leonardo.
Rinjani tidak menggubris pertanyaan Leonardo dan asyik memainkan handphone nya.
"Apa dia sedang berkirim pesan dengan Perawat laki-laki itu, ini tidak bisa di biarka."Gamam Leonardo dalam hati, leonardo membuka kaca mobilnya dan melempar handphone Rinjani kejalanan.
"Yak!!! Om handphone Jani, Om kenapa membuangnya? padahal Jani sedang Chat dengan Mita karena akan ada ujian sekolah Om."Kesal Rinjani.
"Kau Chat dengan Mita? bukan dengan Perawat jelek itu?"Tanya Leonardo.
"Perawat? Chat? Om mana mungkin Jani menghubungi laki-laki yang sudah beristri, Om percaya jika Jani akan menghubungi perawat itu. Om cemburu sama perawat itu? Om suka sama Jani?"Cerocos Rinjani.
Leonardo membelalakkan matanya tak percaya dengan apa yang di dengar nya barusan.
"Aku suka sama gadis aneh seperti mu, itu tidak mungkin."Ucap Leonardo.
"Lalu kenapa Om buang Handphone Jani."Tanya Rinjani.
__ADS_1
"Emmm, tadi kau tidak menjawab pertanyaan ku. Saat aku bertanya kau sedang apa."Ucap Leonardo.
"Tapi bukan berarti Om membuang handphone Jani, pokok nya Jani marah sama Om Leon."Ucap Rinjani kesal.
Leonardo hanya diam dan fokus mengendarai mobilnya tanpa bertanya apa-apa.
Sesamapinya di Mansion Leonardo, Rinjani berusaha keluar dari mobil Leonardo dengan menahan sakit di kaki nya.
"Biar aku gendong saja."Ucap Leonardo.
"Tidak usah, Jani bisa sendiri."Ucap Ketus Jani.
Tapi bukan Leonardo namanya jika tidak memaksa, Leonardo mengangkat tubuh Rinjani tanpa aba-aba.
"Om turunkan Jani!!."Teriak Jani.
"Diamlah atau kau akan membangunkan ular yang sedang tidur."Ucap Leonardo.
"Apa ada ular di Mansion ini Om?"Tanya Jani.
"Iya mangkanya jangan bergerak diam saja."Ucap Leonardo.
Rinjani percaya dengan perkataan Leonardo, gadis itu diam saja dalam gendongan Leonardo.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Sementara itu seorang pelayan tengah menggerutu dengan salah satu tamu di acara pernikahan Micell dan Mark.
"Mentang-memtang aku pendek lantas dia seenaknya menabrak ku, untuk makanan tidak ada yang jatuh."Gumam Mita lagi.
Pelayan yang di tabrak Nion adalah Mita teman satu kelas Rinjani.
Malam semakin larut, Helena dan Briyan berpamitan kepada Micell dan Mark.
"Bryy..."Ucap Helena.
"Ada apa sayang, apa kau butuh sesuatu."Tanya Briyan.
"Sayang coba kita berhenti sebentar di taman depan komplek."Ucap Helena.
Tanpa bertanya Briyan memakirkan mobilnya di depan taman komplek dekat Mansion mereka.
Briyan membukakan pintu mobil untuk Helena, Briyan sangat hati-hati menuntun Helena untuk duduk di sebuah bangku taman.
"Sayang..."Ucap Helena.
Briyan berlutut menghadap Helena, tangan nya memeluk pinggang Helena. Sedang Helena meletakan tangan nya di kedua sisi bahu Briyan.
"Ada apa kamu meminta berhenti di taman sayang?"Tanya Briyan, Briyan mendongak menatap wajah Helena. bahkan wajah mereka hanya berjatak 1 cm.
Cup... cup... cup... cupp... cup... Kecupan lima langkah Helena sematkan pada seluruh waha Briyan.
__ADS_1
"Maafkan aku, kau pasti sakit hati karena Nion datang kembali."Ungkap Briyan.
Briyan menggeleng,"Tidak kamu tidak salah sayang. Aku tidak sakit hati, tapi aku minta jangan tinggalkan aku. Aku tidak bisa hidup tanpa kalian."Ucap Briyan
"Aku mencintai mu, bahkan anak dalam perut ku saja tidak bisa jauh dari mu, aku akan mual jika aku berjauhan dari mu."Ucap Helena.
"Kalian adalah sumber kebahagiaan ku sayang, jagoan Papa terimakasih sudah memilih untuk tetap tinggal bersama Papa."Briyan mengecup perut Helena, lalu setelah itu Briyan mendorong tengkuk Helena hinga akhirnya bibir mereka berciuman.
Saat mereka tengah menikmati masa romantis mereka. tiba-tiba ada yang menghampiri mereka.
"Kalian berbuat mesum ya!"Tegur satpam komplek, karena ini sudah hampir jam 12 malam jadi ada satpam yang berpatroli.
"Tidak pak, kami ini pasangan suami istri."Ucap Helena.
"Enggak lucu kan jika besok ada kabar di Tv, jika pewaris satu-satunya keluarga Remora tertengkap satpam saat sedang berciuman."Gumam Helena dalam hati.
Briyan mendekati satpam dan memberikan bukti bahwa mereka benar-benar pasangan suami istri.
"Lain kali Mbak sama Mas nya kalau mau mesra mesraan di rumah saja, jangan ditaman mana tengah malam begini."Ucap Satpam.
"Ahh, iya pak."Ucap Helena malu.
Mereka berdua sama-sama malu, tertangkap basah saat berciuman di taman. Ini akan menjadi sejarah lucu di hidup mereka.
"Sayang kita pulang ya, kita lanjutkan yang tadi."Bisik Helena.
"Apa kau yakin?"Tanya Briyan.
Helena mengangguk malu menjawab pertanyaan Briyan.
Sementara itu pengantin baru tengah mempersiapkan malam pengantinnya, kali ini Mark membawa Micell jauh dari jangkauan Fay dan Tuan Raynan.
"Sayang kau siap?"Tanya Mark.
"Iya, tapi aku kekamar mandi dulu ya. Perut ku sedikit sakit."Ucap Micell.
"Baiklah sayang."Ucap Mark.
Mark menunggu Micell,"Akhirnya tiba waktunya akan ku tembus puntu ajaib itu."Gumam Mark.
Micell keluar dengan wajah lebih segar, sepertinya dia habis membasuh mukanya.
"Sayang ayo kita mulai."Ucap Mark.
"Kita tunda dulu ya sayang."Ucap Micell.
Mark mengernyitkan keningnya heran,"Kenapa sayang?"Tanya Micell.
"Tamu bulanan ku datang, kita tunda ya tidak lama kok hanya 7 hari. Oke sayang."Ucap Micell, wanita itu merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur lalu menutup tubuh nya dengan selimut.
Sedang Mark tengah mengumpat dalam hati, kenapa dia sangat sial.
__ADS_1
"Ohhh, astaga!! tamu sialan. Siapa yang mengundang mu datang, aku sudah menunggu momen ini dan kau malah datang tanpa permisi."Gerutu Mark dalam hati.