
Pesta pemberian nama untuk anak Helena dan Briyan telah di mulai, Briyan telah selesai memberi sambutan dan mengumumkan siapa nama dari anak mereka.
"Namanya bagus sekali Kak, Baby Killian..."Ucap Micell.
"Yang pilih nama Baby Killian itu si Briyan."Ucap Helena.
Micell mencoba untuk menggendong Baby Killian, Killian memiliki wajah yang tenang denga hidung yang mancung.
"Kak Helana, aku merasa Killian sangat mirip dengan Briyan kak."Ucap Micell, Micell tau bahwa Killian memang bukan anak dari Briyan.
"Nah itu dia Micell, aku juga heran. Apa karena Briyan menyayanginya saat masih dalam kandungan jadi dia menurun wajah Briyan."Ucap Helena.
"Bisa jadi kak."Ucap Micell lagi.
Lalu datanglah anak manis dengan mengenakan gaun berwarna biru muda.
"Momy Baby Killiannya bobok ya?"Tanya Fay.
"Iya sayang, Fay mau cium Baby Killian."Tanya Micell.
"Iya Momy.."Jawab Fay, gadis kecil itu sedikit berjinjit agar bisa mencium pipi Baby Killian.
Saat mereka tengah asyik mengobrol datanglah Nion beserta Mita.
"Ternyata aku di bawa ketempat pesta."Gumam Mita dalam hati.
Mita menatap sekelompok wanita yang tengah mengobrol dengan salah satunya menggendong bayi mungil.
"Kakak bayinya ganteng sekali."Puji Mita.
"Apa kau mau gendong?"Tanya Micell.
Mita mengangguk dan mengambil alih tubuh mungil Killian.
Sedang Nion hanya menatap aneh ke arah Mita.
"Apa-apaan gadis permen karet ini kenapa dia malah bergabung dengan Micell dan Helena."Gumam Nion dalam hati.
"Siapa nama bayi tampan ini kak?"Tanya Mita.
"Namanya Killian Putra Briyan."Jawab Helena.
"Ehemm..."Dehem Nion.
"Selamat ya Helena atas lahirnya putra pertama mu dan Briyan."Ucap Nion, Nion menatap pada wajah bayi mungil yang ada di gendongan Mita.
"Kenapa aku sedih menatap bayi itu."Gumam Nion dalam hati.
Mita memperhatikan wajah Nion yang sedikit berubah.
"Om Nion kenapa, kok wajahnya jadi sedih."Gumam Mita dalam hati.
Mita mengembalikan Killian pada Helena dan mendekati Nion.
"Om enggak apa-apa?"Tanaya Mita.
"Tidak aku tidak apa-apa."Jawab Nion.
__ADS_1
Helena dan Micell menatap kerah Nion dan Mita dengan penuh pertanyaan siapakah gadis di samping Nion itu.
"Nion..."Panggil Micell.
Nion tersadar dan menatap ke arah Micell,"apa?"Tanya Nion.
"Siapa gadis cantik di sebelah mu?"Tanya Micell.
"Dia tunangan ku."Ucapa Nion.
Mita membelalakan matanya,"Kok tunangan, tadikan bilangnya pacar pura-pura."Gumam Mita dalam hati.
"Wah selamat ya Nion, semoga cepat kepelaminan."Ucap Helena, Helena berusaha membuat suasana memcair agar semua terasa nyaman.
"Iya pasti segera."Ucap Nion.
Sedang di sudut lain, Briyan dan Mark hanya mengawasi para istrinya dari jauh.
"Kau tidak apa-apa, ayah dari bayi mu datang."Ucap Mark, nampaknya Mark tengah menyalakan api cemburu.
"Aku tidak apa-apa, karena akulah yang mengundangnya."Ucap sombong Briyan.
"Apa bukannya kamu yang seharusnya cemas coba lihat, Micell tersenyum manis dengan mantan tunangan nya."Ucap Briyan membalas agar Mark termakan cemburu.
Mark mulai menatap ke arah Micell dan Nion, dan benar saja Micell memang tengah tersenyum ke arah Nion. Bukan lebih tepatnya ke Mita yang berada di samping Nion.
"Sial!!"Gumam Mark, Mark melangkahkan kakinya mendekati istri yang tengah mengandung anaknya itu.
"Dasar mantan duda amatir, makan tu cemburu."Tawa Briyan.
Mark mendekati Istrinya dan merangkul possesiv kepinggang Micell.
Karena Nion tidak mau kalah dari Mark akhirnya Nion pun merengkuh pinggang milik Mita.
Grebb,,,
"Bersandiwaralah."Bisik Nion.
Mita yang tidak memiliki pengalaman berpacaran hanya tersenyum kikuk.
"Perkenalkan tunangan saya, Mita."Ucap Nion memperkenalkan Mita pada Mark.
"Syukurlah kalau kamu sudah move on dari Helena."Ucap Mark sinis.
Micell yang merasa tidak enak dengan Mita seketika mencubit perut Mark.
"Aduh sayang sakit."Keluh Mark.
"Mangkanya kalau ngomong pakek filter."Kesal Micell.
"Aku di situasi seperti apa ini."Gumam Mita dalam hati.
Saat semua tengah sibuk dengan pembicaraan mereka masing-masing, tiba-tiba masuklah seoran wanita dengan angkuhnya.
"Kepada semua tamu, saya disini ingin memberitahukan bahwa sebenarnya Killian bukanlah anak dari tuan Briyan."Ucap Wanita itu.
Semua tamu yang mendengar perkataan wanita itu memusatkan perhatiannya kepada wanita yang tengah berbicara.
__ADS_1
"Helena yang merupakan istri dari tuan Briyan telah hamil dengan laki-laki di luar nikah."Ucap wanita itu lagi.
Micell yang kesal dengan perkataan wanita tadi, berjan cepat dan.
Plakk!! Micell menapar pipi kiri Viona, Wanita yang berbicara tadi adalah Viona. Wanita itu ingin membalas perbuatan Viona yang membuat karirnya hancur.
"Kau siapa! beraninya kau menampar ku."Ucap Viona kesal.
Mark yang melihat istrinya dalam bahaya langsung menghampiri istrinya.
"Sayang kamu kenapa menamparnya."Ucap Mark.
"Aku ingin menampar wanita ini karena wajahnya menyebalkan."Ucap Micell.
Mark membawa Micell untuk menjauh dari jangkauan Viona, Mark takut jika Viona berbuat sesuatu yang membahayakan istri dan anak nya.
"Hey kau wanita ular."Ucap Helena.
"Para tamu yang terhormat, lihatlah wanita yang berani mempermalukan kelurga Remora ini. Wanita ini adalah ibu dari seorang anak pengidap kangker, parahnya wanita ini meninggalkan suami dan anaknya dalam keadaan susah."Ucap Helena lagi.
"Jadi wanita ini adalah wanita yang tidak pantas di sebut sebagai seorang ibu."Gumam Helena lagi.
Viona yang merasa terintimidasi tidak dapat membalas perkataan Helena.
"Penjaga bawa wanita ini pergi sekarang juga!"Perintah Helena.
"Tidak usah repot-repot aku bisa keluar sendiri, aku akan membalas mu lagi."Ancam Viona.
Setelah peristiwa itu Helena dan Briyan sepakat untuk membubarkan pesta.
Sedang Nion kini tengah berhadapan dengan Briyan dan Helan.
"Briyan coba jelaskan apa benar Killian anak ku?"Tanya Nion.
Briyan menarik nafas panjang,"Iya Killian memang anak mu."Ucap Briyan.
Nion yang mendengar jawaban Briyan merasa sangat di bodohi.
"Kenapa kalian merahasiakan kebenaran sebesar ini pada ku!"Bentak Nion.
"Maafkan aku Nion, aku yang tidak mampu memghadapi semuanya memutuskn untuk merahasiakan ini semua."Ucap Helena menyesal.
"Kalian Benar-benar tidak punya hati."Nion bergegas pergi meninggalkan Mansion Briyan dan Helena.
Nion memarik tangan Mita untuk mengikuti langkah nya, Nion berjalan begitu cepat karena terpengaruh oleh amarah ya.
"Sayang bagamana jika Nion merebut Killian dari kita."Ucap Helena.
Briyan memeluk tubuh istrinya yang bergemetar karena menangis.
"Tidak sayang aku yakin Nion laki-laki yang baik, dia tidak akan memisahkan anaknya dengan ibu kandungnya sendiri."Ucap Briyan menenangkan Helena.
Saat pesta sudah selesai sebelum waktunya karena ada insiden, Leonardo dan Rinjani baru sampai di Mansion Helena. Mereka pun terkejut saat melihat pestanya sudah selesai.
"Yah Om pestanya sudah selesai, Om si suruh Jani ganti baju terus bubarkan pestanya."Ucap Kesal Rinjani.
Rinjani kesal dengan Leonardo karena dia tidak di perbolehkan untuk memakai pakaian yang sedikit terbuka.
__ADS_1
"Mana aku tau jika pestanya sudah selesai."Ucap Leonardo tanpa dosa.