Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
[Season 2]


__ADS_3

Pagi hari Kalea sudah berdebat dengan Darell, Kalea kesal karena dengan seenaknya Darell meminta izin libur untuk Kalea kepada pihak perusahaan. Bukan apa-apa Kalea hanya takut jika nanti ada yang beranggapan buruk kepadanya.


“Ingat jangan kemana-mana, dirumah saja dan istirahat.” Ucap Darell sebelum berangkat.


Cupp…


Darell mencuri kecupan sigkat di pipi kanan milik Kalea, perbuatan Darell yang mendadak itu membuat tubuh Kalea menegang.


“Kakk!” pekik kalea kesal, sedangkan Darell sudah menghilang di balik pintu apartemen nya.


“Kerjaannya Cuma cium-cium muluk.” Kesal Kalea.


Kalea sangat bingung dengan sikap suamiya yang kadang manis, kadang menyebalkan dan kadang romatis. Entahlah Kalea hanya menjalankan pernikahannya dengan setulus hatinya, ya walau dia tau jika Darell masih ada hibungan dengan Sisilia kekasih Darell.


“Pengen makan pedas-pedas.” Guamam Kalea, memang ya semua perempuan itu sama jika sedang dalam mood anjlok biasanya nafsu ngemil itu meningkat. Apalagi jika makanan pedas behhh mantab….


*****


Di kantor Darell sedikit tak tenang dia selalu memikirkan keadaan Kalea, dia takut jika sakit perut Kalea akan kambuh. Sejak meeting tadi pagi Darell sudah tidak konsen dengan pekerjaannya.


“Selamat siang pak, saya mau minta tanda tangan bapak.” Ucap Zoe.


“Iya, bawa kemari berkas nya.”


Zoe menyerahkan map berwarna hitam kehadapan Darell, Zoe sedikit gugup pasalnya diam mau menanyakan keadaan Kalea kenapa temannya itu sampa tidak masuk apa sangat parah sakitnya.


“Sudah.”


“Iya pak, kalau begitu saya pamit undur diri pak.” Zoe membalikkan badannya menuju pintu, dia mengurungkan niatannya untuk bertanya tentang keadaan Kalea.


“Tunggu…” Ucap Darell yang menghentikan langkah Zoe, Zoe spontan melepaskan genggaman tangan nya pada ganggang pintu.


“Ada apa pak?” Tanya Zoe.


“Kamu teman istri saya kan?” Tanya Darell.


“Istri?” Zoe nampak ngeblank sehingga lupa jika yang di maksut istri adalah Kalea. “Ohh, iya pak saya teman Kalea.” Jawabnya lagi saat otak nya sudah terkoneksi.


“Kamu pulang lah dan temani Kalea dirumah, nanti saya akan urus izin mu.” Ucap Darell.


“Iya Pak.” Zoe hanya meng iyakan walau tadinya mau menolak dia, tetapi tidak berani takut jika nilai magangnya jadi taruhan.


Zoe sudah berada di ruangannya kemudian dia mengambil telvon genggamnya dan menghubungi Kalea.


Sambungan telvon terhubung.

__ADS_1


“Halo…” Suara Kalea.


“Kalea, elu di rumah?”


“Iya, kenapa?”


“Suami elu nyuruh gue kerumah elu buat nemenin elu.” Jelas Zoe.


“Kesini aja, jangan lupa bawa yang pedas-pedas.”


“Oke…”


Zoe mematikan telvonnya dan bersiap untuk pergi kerumah Kalea, tetapi sebelum itu dia harus membelikan semua makanan pesanan Kalea.


*****


“Zoe…” Peluk Kalea saat dia melihat Zoe yang sudah berdiri di depan pintunya dengan tangan penuh makanan.


“Uluhhh, sakit apa si neng?” Tanya Zoe.


Kalea mencebikkan bibirnya, “Masuk yukk.” Ajak Kalea yang di angguki oleh Zoe.


Zoe meletakkan semua makanan yang di pesan Kalea di atas meja makan sedang Kalea tengah kedapur untuk mengambil alat makan.


“Sakit apa si lu?” Tanya Zoe heran, sebab Kalea terlihat bak-baik saja.


“Dih, perhatian banget ya Pak Darell sama kamu. udah cinta dong dia.” Ucap Zoe meledek.


“Iss, apa sih gk usah ngelawak.” Kesal Kalea.


Kalea melihat bakso kesukaan nya dengan mata yang berbinar, hari ini dia akan menghabiskan waktu liburnya hanya dengan makan, makan dan makan.


“Ini bakso langganan di mang tejo kan?” Kalea mencicipi kuah bakso yang terlihat merah karena kebanyakan di beri sambal. Bagaiman tidak merah Kalea menuangkan 6 sendok sambal kedalam mangkok bakso nya, Kalea dan Zoe itu sama saja sama-sama penyuka pedas hanya saja Kalea lebih gila.


“Iya, Kalea elu gila ya itu kuah nya merah banget. Tambahin kecap gih ngeri gue ntar elo usus buntu.” Zoe lantas menyodor kan sebotol kecap cap bangau.


“Elahh, ini mah enggak pedes malah masih kurang. Elu enggak minta sambal lebih ya.”


Zoe hanya menggeleng melihat tingkah laku Kalea, apa dia tidak kasihan pada Zoe dia habis dimaraih sama bu Tejo karena terus meminta tambahan sambal demi Kalea.


“huhh, mantab Zoe.” Kalea mengebrak meja makan membuat Zoe sedikit kaget.


“Kebiasaan banget si elo kalau makan suka gebrak meja, emang Pak Darell enggak ilfil apa punya bini bentukannya kayak elu.” Kesal Zoe.


“Lah bodo amat, yang namanya makan harus di resapi dan ekpresikan. Kayak gue sekarang pedesnya ahhhh mantab.” Kalea berbicara dengan mengancungkan kedua jempolnya kearah Zoe.

__ADS_1


Tetapi sepertinya kesenangan Kalea tidak akan bertambah lama karena tiba-tiba mangkok bakso Kalea di Tarik paksa oleh seseorang.


“Kak, apaan si?” Protes Kalea, lagi asik makan malah direbut kan kesel.


“Kalea kamu itu lagi sakit perut kenapa malah kamu makan pedas.” Ucap Darell yang sudah menjauhkan mangkok bakso milik Kalea.


“Lea enggak sakit kak, sini ihh baksonya bentar lagi habis kok.” Rengak Kalea.


“Enggak ada ya!” sentak Darell, kini tatapannya beralih pada Zoe yang sudah berdiri mematung.


“Dan kamu, saya menyuruh kamu menemani Kalea bukannya malah membelikan makanan setan ini!” Bentak Darell.


“Emm, maaf pak tadi kalea yang memaksa saya. Saya udah peringati Kalea tapi dia batu pak susah ngertinya.” Zoe menghianati Kalea dengan berbohong.


“Maaf lea,” Bisik Zoe ditelinga Kalea.


“Sialan elo.” Balas Kalea.


Akhirnya Zoe meminta izin pulang karena dia tidak nyaman melihat pertengkaran imut antara Darell dan Kalea, bagaiman tidak imut coba bayangkan saja Kalea yang merengek meminta di kembalikan mangkok baksonya sedangkan Darell yang sibuk menjauhkan mangkok bakso itu padahal bakso nya tinggal satu. Apa kalea belom kenyang.


Setelah kepergian Zoe, Darell menyodorkan seporsi ayam bakar beserta nasi tapi tanpa sambal.


“Makan.” Perintah Darell.


“Sambalnya mana?”


“Enggak ada sambal-sambalan Kalea.” Ucap Darell, kemudian lelaki itu dengan gaya sok kerennya membuang semua sambal kedalam kotak sampah.


“Jangan Kak!!” teriak Kalea.


Setelah membuang semua sambal-sambal itu Darell langsung tersenyum penuh kemenangan.


“Cepat makan!” bentak Darell.


Kalea memakan makanan nya dengan hati yang dongkol didalam hati dia sangat mengumpati Darell dengan kata-kata Mutiara ala Kalea.


“Darell bodoh, dasar sinting. Tua bangka.” Batin Kalea.


Kesal sangat kesal, bagaimana enaknya jika makan tanpa sambal hambar tau enggak si.


“Kakak enggak makan?” tanya Kalea disela makannya meski dia kesal tetap saja dia harus memperhatikan suaminya agar tidak dosa.


“Belum, nanti saja.” Ucapnya.


“Enggak ada, cepat makan. Sini Kalea suapi.” Kalea mengarahkan sesuap makanan kearah mulut Darell, dan Darell menerimanya dengan senang.

__ADS_1


Akhirnya mereka makan dengan Kalea yang manyuapi Darell, entah apa yang di lakukan Darell di kantor karena porsi makannya seperti kuli bangunan kelaparan. Satu ekor ayam dan 3 porsi nasi dia habiskan sendiri sedang Kalea hanya makan sedikit karena kenyang makan bakso.


__ADS_2