Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Zane dan Zidne [Pacar Luna]


__ADS_3

Zidney dan Luna sampai di kantor milik Rehen dengan menaiki Taxi onlain.


“Kita keruangan Ayah saja langsung.”Ucap Zidney.


Kedua gadis itu berjalan beriringan menuju ke ruangan Rehan.


Sesampainya di sana Zidney langsung masuk kedalam ruangan Ayahnya.


“Ayah…”Panggil Zidney.


Luna menatap kearah laki-laki yang mengenakan setelan jas berwarna hitam, laki-laki itu terlihat gagah. Ingin sekali Luna memeluk laki-laki yang dia Yakini adalah Ayah kandungnya.


“Zidney…”Gumam Rehan, laki-laki itu menghampiri anaknya lalu mengecup kening putrinya.


“Aku juga ingin di manja Ayah.”Batin Luna.


Rehan menatap kearah Luna, wajah yang sangat mirip dengan karen, Wanita yang dulu dia cintai.


“Luna…’’Panggil Rehan.


Luna menatap wajah Rehan.”Siang Ayah.”Ucap Luna.


“Hanya sekedar memanggilnya Ayah saja aku sudah senang.”Ucap Luna dalam hati.


“Ada apa kalian datang kekantor Ayah?”Tanya Rehan.


Zidney menatpa Luna memberi kode agar Luna yang berbicara ke Ayahnya.


Sementara Rehan bingung dengan kelakuan kedua gadis yang berada di depannya itu.


“Luna saja yang bicara.”Bisik Zidney.


“Jadi begini Ayah, tadi itu kita kemari ingin…”Ucap Luna tergantung karena takut melanjutkan ucapannya.


“Karena apa Luna coba katakana.”Ucap Rehan dengan halus.


“Kami mau minta Ayah untuk tes DNA.’’Ucap Luna.


Rehan mengerutkan keningnya saat Luna memintanya untuk tes DNA.


“Untuk apa?”Tanya Rehan.


“Zidney mau Ayah tes DNA, karena Luna adalah anak Ayah dari Mama Karen bukan Meta.”Ucap Zidney.


Rehan mendekati kedua gadis itu,”Ayah percaya Luna adalah anak Ayah tapi semua ini adalah rencana Bunda, Bunda ingin memberi pelajaran pada Meta dan Mama nya.”Ucap Rehan.


Zidney dan Luna saling pandang , bingung dengan apa yang di bicarakan oleh Ayahnya.


“Maksud Ayah?”Tanya Zidney.


Flasback On.


Sebelum kejadian pencurian itu Tania dan Rehan telah memasang CCTV di kamarnya, dan mereka sengaja membuat jebakan untuk Meta.


“Bunda yakin Meta akan mengambil perhiasan ini?”Tanya Rehan.


“Bunda yakin, karena Meta pasti ingin membuat Luna pergi dari rumah ini dan dia pasti ingin kita semua membenci Luna.”Ucap Tania.


Rehan hanya mengangguk saja mendengar ucapan istrinya.


Flasback Off.


“Jadi maksudnya itu semua rencana Bunda?”Tanya Zidney.

__ADS_1


“Iya sayang, itu rencana Bunda.’’Ucap Tania yang baru saja sampai di kantor suaminya.


“Maafkan Bunda ya Luna.”Ucap Tania, Wanita itu menghampiri Luna dan memeluk tubuh gadis itu.


“Bunda dan Zidney tidak membenci Luna?”Tanya Luna.


“Kenapa kami harus membenci kamu sayang.”Tanya Tania.


“Luna kan anak dari Wanita lain, dari Wanita yang dulu hampir membuat Bunda dan Ayah hampir berpisah.”Ucap Luna sendu.


Tania mengusap pipi milik Luna,”Sayang itu bukan salah kamu, itu kesalahan kami para orangtua yang hanya memikirkan keegoisan kami. Kamu adalah korban nak, jadi kamu tidak pantas mendapat kebencian. Sebaliknya kamu pantas mendapatkan kasih sayang kami.”Ucap Tania.


Luna memeluk Tania,”Terimakasih Bunda.”Ucap Luna.


“Ayah kita di lupakan.”Ucap Zidney yang pura-pura cemburu.


“Iya sayang, lihat kakak mu sama Bunda mu mereka akan susah di pisahkan kelak.”Ucap Rehan.


Meraka pun saling teratawa, Luna bersyukur karena dia di terima dengan baik oleh keluarga Zidney.


“Jadi Luna kakak dari Zi?”Tanya Zidney.


“Iya kalian lahir hanya berjarak 6 bulan sayang.”Ucap Rehan.


“Wah,, Zi harus memanggil Luna dengan sebutan Kakak.”Ucap Zidney dengan tersenyum.


“Tidak,,, jangan. Luna tidak mau di panggil Kakak, Ayah.”Ucap Luna.


“Kenapa? Lunakan memang kakak nya Zidney.”Tanya Rehan.


“Nanti Luna jadi tua.”Ucap Luna.


Tania dan Rehan tertawa terbahak melihat tingkah lucu dari anak-anak mereka.


“Lalu bagaiman dengan Meta?”Tanya Luna.


Setelah mereka berbicara Panjang lebar, Zidney dan Luna memutuskan untuk pulang ke Mansion Zidney.


Samapai di Mansion Zidney, kedua gadis itu terperangah saat melihat dua laki-laki yang tengah duduk di sofa ruang tamu mereka.


“Zi sepertinya kita dalam masalah.”Bisik Luna.


Zidney melirik kearah Luna lalu mengangguk, karena gadis itu tidak tau harus berkata apa.


“Apa kita lari saja?”Tanya Luna.


Zidney dan Luna bersiap untuk lari namun langkahnya terhenti saat Zane berteriak.


“Berhenti di situ atau akan aku bakar Mansion ini!”Teriak Zane.


“Habis kita Zi…”Ucap pasrah Luna.


Kedua gadis itu berjalan mendekati Zane dan Killian dengan menundukan wajah mereka.


“Kira-kira harga mobil Killian berapa ya.”Gumam Luna dalam hati.


“Kira-kira jika Ayah tau aku sudah menghancurkan mobil Killian, Ayah marah tidak ya.”Gumam Zidney dalam hati.


Saat Zidney dan Luna sudah berada di dekat Pacar mereka, Tiba-tiba pacar mereka memeluk tubuh mereka.


“Kamu tidak apa-apa?”Tanya Zane.


Zidney menggelengkan kepalanya,”Tidak.”Ucap Zidney.

__ADS_1


“Kamu tidak apa-apa?”Tanya Killian.


“Tidak, aku tidak apa-apa.”Ucap Luna.


Zane dan Killian melepas pelukan mereka, dan menatap pada pasangan mereka masing-masing.


“Kenapa kalian tidak minta tolong kami?”Tanya Zane.


“Kami bisa sendiri.”Ucap Zidney, yang sebenarnya dia tidak kepikiran harus meminta bantuan pada Zane.


“Iya, kamu bisa. Bisa membuat hangus mobil Killian.”Ucap sinis Zane.


“Hehehehe…”Zidney tertawa renyah.


“Killian maafkan kami telah membuat mobil mu itu hangus terbakar.”Ucap Luna.


“Tidak usah di fikirkan, Zane akan menggantinya dengan yang


baru.”Ucap Killian.


“Kenapa jadi aku?”Tanya Zane tak terima.


“Karena Zidneylah yang mengemudikan nya, jadi kamu sebagai pacarnya harus menggantikan nya.”Ucap Killian.


“Tapikan Luna juga ada bersama Zidney, jadi harus bagi dua dong.”Ucap Zane.


Saat killian dan Zane berdebat mempermasalahkan tentang ganti rugi mobil, Meta memasuki Mansion Zidney.


“Wah-wah ada maling nih di rumah.”Ucap Meta, ucapan Meta seketika membuat Zane dan Killian berhenti berdebat dan memandang kearah Meta.


“Apa maksut Meta?”Tanya Zidney, gadis itu yakin bahwa Meta pasti menyindir Luna.


“Zi kamu tidak usah pura-pura tidak tau, Lunakan di usir dari Mansion karena mencuri perhiasan Bunda.”Ucap Meta.


“Jaga perkataan kamu Meta!”Bentak Killia.


“Sudah Killian,jangan di teruskan.”Ucap Luna.


Luna membawa Killin pergi dari Mansion Zidney, karena Luna tidak mau Killian terpancing emosinya karena perkataan Meta.


“Kenapa kamu diam saja?”Tanya kesal Killian.


“Lalu menurut mu aku harus apa?”Tanya Luna.


Killian mentap kerah Luna,”setidak nya kamu tampar atau jambak saja si Meta.”Ucap Killian.


Luna tersenyum mendengar ucapan dari Killian,”Jadi menurut mu aku harus berkelahi dengan Meta?”Tanya Luna.


“Iya, jangan takut aku ada di belakang mu. Aku akan membayar semua kerugiannya jika salah satu di antara kalian masuk rumah sakit.”Ucap Killian.


“Hahahaha… Kau ada-ada saja, mana ada seorang pacar yang menyuruh pacarnya untuk berkelahi.”Kekeh Luna.


“Pacar dari seorang Killian itu tidak boleh takut.”Ucap Killian sombong.


“Iya pacar ku.”Ucap Luna.


Killian mendekati Luna,”Jadi kamu sudah mengakui aku sebagai pacar mu.”Ucap Killian dengan menggoda Luna.


“Tidak, aku hanya menganggap mu sebagai teman.”Jawab Luna dengan jahil.


“Awas saja jika kamu berani menjalin kasih dengan laki-laki lain.”Ucap Killian.


“Memang apa yang akan kamu lakukan jika aku berpacaran dengan orang lain?”Tanya Luna.

__ADS_1


“Akan aku culik kamu dan akan aku ajak kawin lari.”Ucap Killian.


“Hahaha… Kamu ada-ada saja.”Tawa Luna.


__ADS_2