Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Zane dan Zidney [Pengorbanan Luna]


__ADS_3

Sementara itu Zidney merasa panik karena nomor Luna tidak dapat di hubungi.


"Aku harus bagaimana,apa yang harus aku lakukan."Ucap Zidney.


Zidney mondar mandir di depan gerbang sekolahnya, dia berharap jika Luna segera kembali.


"Kau sedang apa? apa kau sedang cosplay menjadi setrikaan bolak balik dari tadi?"Tanya Zane.


Zane sudah sepuluh menit memperhatikan Zidney yang bolak balik di depan gerbang sekolah mereka.


"Astaga! kau mengejutkan ku Zane."Ucap Zidney.


"Ku tanya kau sedang apa?"Tanya Zane lagi.


Zidney menyipitkan matanya,"Aku sedang menunggu Luna."Ucap Zidney.


Zane mendekat ke arah Zidney,"Memang dia kemana?"Tanya Zane.


"Tadi Mama nya Luna datang dan menyeret Luna keluar kelas, sampai sekarang Luna tidak ada kabar. Aku sangat takut jika terjadi apa-apa sama Luna."Ucap Zidney.


Zane tanpa kata pergi meninggalkan Zidney.


"Dasar laki-laki dingin, bukan nya membantu dia malah pergi."Ucap kesal Zidney.


Namun tak berapa lama Zidney dikagetkan dengan bunyi klakson mobil.


Tinnnnnn tinnnn.


Zidney terkaget karena orang itu membunyikan klakson tepat di belakang Zidney.


"Ayo masuk!"Ucap Zane, Zidney menatap heran dengan Zane. Mau kemana dia dengan mobilnya.


"Kau mau mencari Luna bukan, ayo kita cari saja."Ucap Zane.


Zidney tanpa pikir panjang langsung saja memasuki mobil Zane.


Setelah Zidney masuk ke dalam mobil Zane, Zane melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.


"Apa kau tau dimana rumah Luna?"Tanya Zane, namun Zidney hanya menggeleng.


Tapi beberapa saat kemudian Zidney bertanya pada Zane.


"Apa kau tau dimana rumah Meta."Ucap Zidney.


Zane melirik ke arah Zidney,"Kau mau apa kerumah Meta, apa kau mau mengajaknya berkelahi."Ucap sinis Zane.


"Iss, siapa juga yang mau mengajaknya berkelahi. Dia dan Luna saudara tiri jadi pasti Luna ada di sana."Ucap Zidney.


Zane mendadak mengerem mobilnya karena terkejut dengan ucapan Zidney.


"Kau serius jika Luna dan Meta saudara tiri?"Tanya Zane.


"Iya, apa kau tidak tau. Bukankah kau itu mantan pacarnya Meta."Ucap Zidney lagi.

__ADS_1


Zane memelotot kearah Zidney,"Jaga bicara mu ya, aku tidak pernah suka pada Meta apa lagai berpacaran dengan nya."Ucap kesal Zane.


Zane malajukan mobilnya kembali menyusuri jalanan.


"Mana ku tau, Meta yang bilang kau sangat menyukai dia."Ucap Zidney lagi.


"Terserah kau saja."Ucap kesal Zane.


Zidney dan Zane melajukan mobilnya menuju rumah Meta, Namun belum sampai mereka ketempat tujuan mereka. Zane dan Zidney di kejutkan dengan sesosok gadis dengan seragam yang sama seperti mereka tengah berjalan tertatih dengan memar di sekujur tubuhnya.


"Zane itu Luna..."Ucap Zidney.


Zane menepikan mobilnya di depan Luna.


"Luna!"Teriak Zidney.


Zidney turun dari mobilnya lalu berlari menghampiri Luna.


"Luna apa yang terjadi pada mu?"Tanya Zidney.


Luna menangis di hadapan Zidney dan Zane.


"Zidney tolong aku, tolong antarkan aku kerumah orang tua Killian. Aku mohon."Ucap Luna.


"Luna kau harus di obati kerumah sakit."Ucap Zane.


"Iya Luna kau harus di obati dulu."Sambung Zidney.


Karena Luna kekeh tidak mau di obati dulu, akhirnya Zane dan Zidney mengantarkan Luna ke rumah Killian.


Sesampainya di rumah Killian, Zidney membantu Luna untuk berjalan karena kaki Luna penuh luka cambukan.


"Den Zane cari Nyonya Helena?"Tanya Pembantu di rumah Killian.


"Iya Bik, apa Mama Helena ada?"Tanya Zane.


"Ada Den, Baru saja pulang dari rumah sakit."Ucap Pembantu Killian.


Pemantu di rumah Killian mempersilahkan Zane dan teman nya untuk duduk dulu, sementara itu si pembantu tengah memanggil majikan nya.


"Ada apa Zane?"Tanya Helena.


"Mama Helena, ada yang mau bertemu."Ucap Zane.


Helena memandang ke arah dua gadis yang memakai seragam yang sama dengan Zane.


"Astaga Luna, kamu kenapa nak?"Tanya Helena saat melihat ke adaan Luna yang babak belur.


Luna berjalan mendekati Helena dengan tertatih lalu berlutut di hadapan Helena.


"Tante tolong Luna, tolong bebaskan adik tiri ku Meta. Aku yakin tante orang baik, tolong tante bebaskan Meta biar Luna saja yang di hukum menggantikan Meta."Ucap Luna dengan terisak.


Hati seorang Ibu mana yang tidak sakit melihat seorang anak dengan luka lebam di tubuhnya berlutut, memohon agar saudara tirinya dibebaskan dari hukuman karena telah mencelakai orang.

__ADS_1


"Tante Luna Mohon tante bebaskan Meta."Mohon Luna lagi.


Helena menitihkan air matanya melihat apa yang dilakukan oleh Luna.


"Bangun nak, tante akan menolong mu tapi kau harus diobati ya."Ucap Helena.


Helena dan Zidney membantu Luna untuk berdiri dan menuntun Luna untuk duduk di sofa.


Helena berjalan menuju lemari yang menyimpan kotak P3k, namun saat Luna akan di obati seketika Luna tidak sadarkan diri.


"Luna! bangun Lun..."Ucap Zidney.


Helena buru-buru kembali keruang tamu rumah nya.


"Luna kenapa Zi?"Tanya Helena.


"Luna pingsan tate."Ucap Zidney.


Helena meminta pada Zane untuk membawa Luna kekamar Killian, agar Luna bisa di obati di dalam.


"Zane keluar dulu ya Mah."Ucap Zane.


Saat Zane sudah keluar dari kamar, Helena dan Zidney membuka baju Luna dan betapa terkejutnya mereka saat melihat bekas luka lama dan luka baru di seluruh tubuh Luna.


"Ya Tuhan Luna, bagaiman bisa kau penuh lebam begini nak."Ucap Helena.


Zidney pun sama terkejutnya dengan Helena, dia tidak menyangka bagaimana beratnya hidup Luna selama ini.


Helena dan Zidney mengobati luka yang ada di tubuh Luna denga perasaan sedih bahkan Helena meneteskan air matanya.


"Viona memang tidak pantas menjadi ibu, dulu Natasya yang dia tinggalkan sekarang Luna yang dia siksa."Gumam Helena dalam hati.


"Mama... Luna sayang Mama Viona, maafin Luna Mah."Gumam Luna, Luna mengalami deman dan mengigau.


"Tante, badan Luna demam tinggi tan."Ucap Zidney cemas.


Helana segera menelvon dokter pribadi keluarganya.


"Sabar ya Luna, sebentar lagi dokter datang."Ucap Helena.


Dan sekitar 30 menit Dokter yang di hubungi Helena tiba.


"Dok tolong periksa anak saya."Ucap Helena.


Dokterpun memeriksa ke adaan Luna yang tengah demam dan menggigil.


"Tolong Nyonya beri obat ini setelah dia siuman, sementara saya akan memberi cairan infus pada anak Nyonya."Ucap Dokter.


"Jika nanti malam panas nya tidak turun maka langsung bawa anak Nyonya kerumah sakit."Ucap Dokter lagi.


Setelah Dokter selesai memeriksa dan memberi obat untuk Luna, dokter akhirnya pamit untuk pulang.


"Cepatlah sadar Luna."Gumam Zidney.

__ADS_1


__ADS_2