Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Zane dan Zidney [Kami tidak lihat]


__ADS_3

Pagi hari Luna terbangun, gadis itu menatap sekeliling ruangan yang nampak asing baginya.


"Kau sudah bangun?"Tanya Killian.


Luna terkaget saat melihat Killian tidur di samping nya.


"Kau..."Luna menatap heran pada Killian,"Kenapa kau ada disini?"Tanya Luna. Setahu Luna, Killian sedang di rawat.


"Aku baru pulang, dan kenapa kau ada di kamar ku dan memakai baju ku?"Tanya sinis Killian.


Luna berusaha untuk bangun,"Akhhh..."Luna merasa tubuhnya seperti di cabik-cabik.


"Kau bodoh atau apa? kau sedang terluka jadi bangun lah secara perlahan."Ucap Killian dingin.


Luna hanya melirik ke arah Killian, dia berusaha untuk bangun lagi."Akkhhh..."Keluh Luna lagi.


Killian berdiri dari tidurnya meski kepalanya sedikit pusing, dia menghampiri Luna.


"Kau mau kemana?"Tanya Killian.


Luna menundukan wajahnya karena malu,"Ak-aku mau kekamar mandi."Ucal Luna.


Killian tanpa bertanya langsung mengangkat tubuh Luna dan membawanya ke kamar mandi.


"Aku bisa sendiri Killian."Ucap Luna.


"Diamlah kau itu berat."Ucap dingin Killian.


Luna hanya diam dan pasrah saja dengan apa yang di lakukan Killian.


"Jika sudah kau bisa memanggil ku."Ucap Killian, laki-laki dengan mata berwarna coklat itu meninggalkan Luna di dalam kamar mandi.


Luna menyelesaikan aktivitasnya di dalam kamar mandi.


"Apa aku harus memanggilnya."Gumam Luna.


Luna merasa tubuh nya benar-benar sakit dan perih, bahkan sudut bibirnya membiru akibat tamparan dari Viona.


"Apa kau sudah selesai? kenapa lama sekali!"Teriak Killian dari luar.


"Iya aku sudah selesai."Ucap Luna.


Killian masuk ke kamarmandi dan membopong Luna untuk kembali ke ranjang tidur.


"Terimakasih Killian."Ucap Luna.


Killian hanya melirik sekilas Luna, setelah dia mendudukkan Luna di ranjang tidur. Killian berjalan menuju sofa yang ada di dekat ranjang nya.


Krukk krukk...


"Sial, kenapa perut ku berbunyi dengan tidak tau tempat dan ke adaan."Guma Luna dalam hati.


Perut Luna berbunyi karena lapar dia baru ingat jika dari kemarin siang dia belum makan sama sekali.


"Kau lapar?"Tanya Killian.


Luna hanya mengangguk dan menyengir, sungguh ini adalah hal memalukan bagi Luna.

__ADS_1


Killian mengambil handphone nya dan menelvon nomor rumahnya, dia menghubungi pembantunya untuk mengantar makanan kekamar dia.


"Tunggulah sebentar lagi, makanan akan datang."Ucap Killian.


Tak berapa lama datanglah maid yang membawa senampan makanan untuk Luna dan Killian.


"Silahkan Tua dan Nona."Ucap Maid.


Luna terkagum dengan menu makanan yang di suguhkan oleh keluarga Killian untuk dirinya.


"Wahh, makanan nya enak-enak. Dulu aku pernah melihat Mama dan Meta makan menu seperti ini, tapi aku hanya makan telur ceplok."Gumam Luna dalam hati.


Killian memperhatikan wajah Luna yang seketika berubah murung.


"Kenapa dia? apa dia tidak suka dengan makanan nya?"Gumam Killian dalam hati.


Beberapa saat kemudian Luna mulai memakan makanan nya dengan tidak hati-hati.


"Akhhh..."Keluh Luna, Luna memegangi ujung bibirnya yang luka.


"Bahkan saat ada makanan enak di hadapan ku, aku tetap tidak bisa memakan nya."Gumam Luna lirih.


Killian berjalan mendekati Luna,"Kalau makan itu baca doa terlebih dulu."Sindir Killian.


Killian mengambil alih piring yang ada di tangan Luna, dan menyuapi Luna.


"Cepat buka mulut mu."Perintah Killian.


Luna hanya menurut saja dengan perintah Killian, gadis itu mulai membuka mulut dan memakan makanan yang di suapkan Killian ke mulut nya.


"Apa kau sudah makan?"Tanya Luna di sela makan nya.


"Iss, dingin sekali laki-laki ini. Aku hanya bertanya saja."Gumam Luna dalam hati.


Luna menghabiskan makanan yang ada di piring tanpa tersisa.


"Pantas kau berat, lihat makan mu sangat banyak seperti kuli bangunan."Ucap Killian tanpa dosa.


Luna menatap kesal pada Killian,"Astaga bisa-bisa nya aku di samakan dengan kuli bangunan dasar kulkas."Ucap Luna dalam hati.


Sementara itu di sekolah Zidney hanya terenung, dia duduk sendiri lagi karena Luna tidak masuk sekolah.


"Rasanya aneh sekali biasanya aku lebih suka sendiri, tapi ini aku merasa bosan saat tidak ada Luna."Gumam Zidney.


Zane menarik kursi Zidney yang kosong dan mendudukinya.


"Kau mau apa?"Tanya Zidney heran dengan Zane.


"Aku sedang mengawal orang gila yang sedang berbicar sendiri."Ucap Zane.


"Siapa? memang ada orang gila di sini?"Tanya Zidney yang tidak tau apa masksut ucapan Zane.


"Kau orang gilanya."Jawab Zane.


Zudney memanyunkan bibirnya,"iss, enak saja bilang Zidney gila. Zane itu yang gila."Ucap Zidney kesal.


Zane hanya fokus pada handphone nya dan sedikit tersenyum tipis.

__ADS_1


Jam sekolah pun telah usai, Zidney berjalan menuju parkiran dia ingin menjenguk Luna di rumah Killian.


Namun sebuah mobil mewah menghampiri dirinya.


"Masuklah."Ucap Zane.


Zidney bukan nya masuk tapi gadis itu melanjutkan jalan nya dan menaiki motor bebek nya.


"Dasar gadis cupu."Ucap Zane.


Zidney sengaja menghindari Zane karena Zidney tidak mau berharap pada Zane.


Gadis itu takut jika semakin dia dekat dengan Zane maka akan semakin besar pula rasa suka nya pada Zane.


Di tengah jalan motor Zidney di hadang oleh mobil Zane dan terpaksa Zidney menghentikan laju motor nya.


"Apa si mau nya Zane, kenapa dari kemarin Zane ganggu Zidney terus."Ucap


Zidney.


Zane keluar dari mobilnya dan berjalan mendekati Zidney.


"Kau keras kepala sekali ya."Ucap kesal Zane.


Zane memaksa Zidney untuk turun dari motor bebeknya.


"Kau mau apa?"Tanya Zidney.


Zane mengambil alih motor bebek milik Zidney,"Naik!"Ucap nya, Zane menatap kearah Zidney.


Zidney yang takut dengan tatapan Zane dengan terpaksa menaiki motor nya.


Akhirnya mereka kerumah Killian dengan naik motor, Zidney memeluk erat pinggang Zane karena Zane membawa motor bebek itu dengan sangat kencang.


"Astaga, Zane kau mau membunuh Zidney ya!!"Teriak Zidney.


Zane hanya diam dan terus menambah kecepatan motor nya, sedang Zidney terus memeluk erat Zane setiap Zane menambah kecepatan laju motor nya.


"Ya Tuhan Zidney masih mau hidul."Ucap Zidney dalam hati.


Sesampainya di rumah Killian, Zidney turun dari motor nya dengan wajah yang kesal.


"Kau kenapa?"Tanya Zane dengan santai.


Zidney tidak menjawab pertanyaan Zane, gadis itu terus berjalan memasuki Mansion milik orang tua Killian.


"Dasar perempuan aneh."Gumam Zane.


Saat Zidney dan Zane masuk ke Mansion orang tua Killian, mereka melihat sesuatu yang sangat mengejutkan.


"Luna..."Ucap Zidney.


"Killian..."Ucap Zane.


Zane dan Zidney saling pandang dan tenggelam di pikiran mereka masing-masing.


"Ini bukan seperti apa yang kalian pikirkan."Ucap Luna.

__ADS_1


Zane dan Zidney serempak membalikan badan mereka,"Anggap kami tidak lihat."Ucap Zane dan Zidney bersamaan.


__ADS_2