Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Zane dan Zidney [Masalalu Killian]


__ADS_3

Flasback On.


"Bosan sekali rasanya di kamar terus, apalagi di tatap tajam sama Killian. Heran aku sama anak ini dulu mamanya ngidam apa sih."Ucap Luna dalam hati.


"Kamu jangan mengolok aku dalam hati ya!"Ucap Killian dengan nada keras.


"Tidak, aku tidak mengolok kamu kok."Ucap Luna.


"Bagaiman bisa dia tau jika aku tengah mengoloknya."Gumam Luna dalam hati.


Luna seperti sedang berada di masa ujian, dimana dia di awasi secara intens.


Killian melipat tangan nya di depan dada dan menatap terus ke arah Luna.


"Dulu aku kira dia patung, ternyata dia bisa sakit dan bisa bicara juga."Ucap Killian dalam hati.


Luna benar-benar bosan di kamar seharian, Luna metap kearah handphone nya yang berkedip itu menandakan ada pesan masuk.


Pesan masuk itu ternyata dari Zidney, Zidney memberi tahu bahwa dia sedang menuju ke rumah Killian.


"Syukurlah Zidney mau kemari."Ucap Luna senang.


Luna menatap ke arah Killian,"Zidney mau datang kemari..."Ucap Luna menggantung.


"Lalu?"Tanya Killian.


"Aku ingin menunggunya di ruang tamu."Ucap Luna lagi.


Killian tau maksut dari Luna, Killian mendekati Luna dan mengangkat tubuh Luna kemudian membawanya ke ruang tamu.


Sebenar nya tubuh Luna cukup ringan tidak seperti yang Killian bilang.


Saat sampai di sofa ruang tamu, Killian sedikit tidak hati-hati dan akhirnya Killian kehilangan keseimbangan. Membuat Killian dan Luna terjatuh di sofa dengan posisi Killian menindih tubuh Luna.


Pada saat itulah Zidney dan Zane masuk ke Mansion Killian dan melihat Killian yang berada diatas tubuh Luna.


Flashback Off.


"Ohhh..."Ucap Zidney dan Zane serempak saat mendengat cerita dari Luna.


Sedang Killian hanya diam saja seperti tidak terjadi apa-apa.


Sementara mereka tengah mengobrol di ruang tamu, tiba-tiba datanglah seorang wanita yang sangat di kenal Luna.


Viona, wanita itu mendatangi rumah mantan suaminya dulu.


"Ternyata Briyan tambah kaya."Batin Viona saat memasuki ruang tamu milik Briyan.


"Luna..."Ucap Viona.

__ADS_1


Luna yang tau bahwa Mama tirinya tiba-tiba ada di rumah Killian merasa terkejut.


"Mama..."Ucap Luna.


Luna berniat bangun dari duduknya untuk mendekati Viona namun di cegah oleh Killian.


"Lepaskan aku Killian."Ucap Lirih Luna.


"Cukup Luna, dia buka Mama mu. Apa kau akan kesana ikut dengan nya lalu kau dipukuli lagi, Luna kau itu bukan binatang kau berhak bahagia."Ucap Kesal Killian.


Luna hanya diam mematung mendengar ucapan Killian.


"Kau yang bernama Killian?"Tanya Viona.


Killian mendekati Viona,"Iya saya Killian, saya yang telah memasukan anak anda kejeruji besi."Ucap Killian.


Viona tersenyum kecut mendengar ucapan Killian,"Ohh.. kau anak haram dari Helena dan Nion rupanya."Ucap Viona.


Semua yang ada di sana terkejut kecuali Zane, karena Zane sudah tau jika Killian bukanlah anak kandug dari Papa Briyan.


"Kau tau anak haram, kau dan Mama mu sama saja, sama-sama sampah. Mama mu telah merebut Briyan dari ku dan dengan tidak tahu malunya Helena meminta Briyan menikahinya yang sedang mengandung anak dari pacarnya Nion dan itu adalah kamu."Ucap Viona.


"Mamang kenapa jika aku anak haram, Mama dan Papa ku bertindak baik tidak seperti anda yang memperlakukan anaknya dengan sikap Kejam."Ucap Killian.


Killian bukanlah anak bodoh yang dapat di pengaruhi begitu saja oleh Viona.


"Lancang mulut mu ya..."Viona akan melayangkan pukulan pada Killin namun ada tangan yang mencekal tangan Viona.


Nion dan Mita baru saja sampai di Indonesia setelah sebelumnya mereka melakukan perjalan bisnis di Amerika.


"Momy Mita..."Ucap Killian.


Mita mengetahui siapa Viona saat dulu di pesta pemberian nama Killian, pada saat itu Mita belum tau siapa Killian sebenarnya. Setelah beberapa tahun Mita dan Nion menikah barulah Mita tau siapa Killian sebenarnya.


"Lepaskan tangan ku wanita murahan."Ucap Viona.


Mita menghempaskan tangan Viona dengan kasar.


"Akhh..."Keluh Viona.


Mita mendekati Killian,"Kamu tidak apa-apa sayang."Ucap Mita.


"Tidak apa-apa Momy."Ucap Killian.


Viona metap tajam ke arah Mita,"keluarga menjijikkan."Ucap Viona sebelum pergi,"Dan untuk mu Luna aku tidak akan mebiarkan hidup mu bahagia."Viona melangkah pergi meninghalkan Mansion Briyan.


"Mama..."Tangis Luna.


Zidney yang ada di samping Luna memeluk dan mengusap punggung Luna agar kesedihannya berkurang.

__ADS_1


"Sabar ya Lun."Ucap Zidney.


Mita yang melihat Luna menangis sesenggukan, berjalan mendekati Luna.


"Sabar sayang, jangan kau tangisi wanita jahat itu nak. Kau pantas bahagia."Ucap Mita.


"Sayang ada apa ini?"Tanya Nion yang baru saja masuk, karena Nion harus mengangkat telvon dari kantor terlebih dahulu.


"Tidak ada apa-apa sayang."Ucap Mita.


Nion mendekati putranya,"Killian kamu sudah sembuh nak."Tanya Nion.


"Sudah Dad..."Jawab Killian.


Nion memandang sekeliling,"Dimana Mama dan Papa mu?"Tanya Nion.


"Papa dan Mama ada di kantor, sebentar lagi pulang. Momy dan Dady sebaiknya istirahat dulu."Ucap Killian.


Mita dan Nion pun pamit untuk istirahat di kamar yang biasa mereka tempati saat mereka menginap di Mansion Briyan dan Helena.


"Killian maafkan aku, gara-gara aku kamu jadi kena imbasnya."Ucap Luna.


Killian hanya diam dan pergi menuju kamarnya, Killian bukannya marah namun dia malu karena rahasia keluarganya telah di ketahui Luna dan Zidney.


"Bodoh kenapa aku malah pergi, pasti Luna beranggapan bahwa aku marah padanya."Ucap Killian.


Setelah kejadian tadi, Zidney memutuskan untuk membawa pulang Luna.


Di dalam taxi Luna hanya diam saja dengan pandanga yang melihat ke arah luar jendela.


"Luna kamu tidak apa-apa."Tanya Zidney.


Luna menggelengkan kepalnya,"Aku merasa tidak enak dengan Killian dia pasti marah, akibat ulah Mama Viona."Ucap Luna.


"Aku yakin Killian tidak marah, Killian itu Anak yang baik. Kau jangan bersedih lagi ya."Ucap Zidney.


Karena Mansion Zidney dan Killian tidak terlalu jauh, mereka hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai di Mansion Zidney.


Tania Ibunda Zidney terkejut saat melihat keadaan Luna yang penuh luka lebam.


"Ya Tuhan, Luna kau kenapa sayang?"Tania menghampiri Zidney dan Luna.


"Bunda ceritanya nanti saja ya, kita bawa dulu Luna kekamar."Ucap Zidney.


Tania pun membantu Zidney untuk memapah Luna, sementara Luna tidur di kamar tamu yang terletak di lantai bawah. Karena tidak mungkin untuk Luna naik ke lantai atas dengan kaki penuh luka bekas cambukan.


"Bunda, Zidney ambil kotak P3k dulu kita harus mengobati lukanya."Ucap Zidney.


Sementara Zidney mengambil kotak P3k, Tania membuka baju Luna, dan betapa terkejutnya Tania melihat tubuh Luna penuh dengan luka.

__ADS_1


"Ya Tuhan, apa yang terjadi dengan mu nak."Ucap Tania tanpa terasa air mata Tania menetes membasahi pipinya.


__ADS_2