Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Zane dan Zidney [Nikah muda]


__ADS_3

Jam 2 malam keluarga Zane dan keluarga Zidney sendang mengadakan musyawarah bersama dengan warga komplek.


“Maaf Bapak-bapak dan Ibu-ibu, anak kami ini masih SMA dan mereka juga menjelaskan jika mereka tidak berzinah.”Jelas Mark.


Mark telah berbicara pada Zane, dan Zane telah menceritakn semua nya.


“Maaf Pak, kamui tetap menuntut agar mereka di nikahkan. Karena kami tidak mau komplek kami mendapat hal buruk karena perbuatan anak-anak Bapak.”Ucap kekeh Pak Bambang.


Tania dan Micell tengah berada di kamar Zidney, para Wanita paruh baya itu tengah menenangkan anak gadis yang tengah menangis.


“Zidney jangan enangis lagi nak, semua akan baik-baik saja.”Ucap Micell.


“Tapi Ounty, Zi memang tidak melakukan apa-apa dengan Zane.”Ucap Zidney.


“Bunda percayakan sama Zi?”Tanya Zidney.


“Iya sayang Bunda percaya,”Ucap Tania.


Suasana di ruang tamu Zidney semakin memanas karena pihak warga komplek benar-benar tidak mau memberi toleransi pada Zane dan Zidney.


“Bailah Zane akan menikah dengan Zidney tapi saat kami telah menyelesaikan ujian kelulusan sekolah kami.”Ucap Tegas Zane.


Rehan menatap kearah Zane,”Kamu yakin nak?”Tanya Rehan.


“Zane yakin Om.”Ucap Zane lagi.


Mark menepuk bahu anaknya,”Kamu memang pemberani, tidak lari dari tanggung jawab.”Ucap Mark.


Keputusan telah di sepakati, Zane dan Zidney akan menikah saat mereka telah menyelesaikan ujian kelulusan sekolah mereka.


Ke esokan harinya, Zidney terbangun dengan mata yang sembab.


“Zi tidak menyangka akan menikah dengan Zane.”Gumam Zidney.


Sementara itu Killian tengah menjemput Luna di hotel, karena Tania dan Rehan sepakat bahwa Luna harus tinggal terpisah sampai hasil Tes DNA itu keluar.


“Luna, apa kamu sudah dengar jika Zane akan menikah dengan Zidney?”Tanya Killian.


“Hahhhh,, kamu jangan bercanda Killian. Mana mungkin Zidney mau menikah muda.”Ucap Luna tak percaya.


“Memang kenapa jika menikah muda?”Tanya Killian.


“Iya itu tidak mungkin, karena aku dan Zidney sudah berencana akan kuliah ke Jerman. Jadi mana mungkin dia menikah muda.”Ucap Luna.


Perkataan Luna barusan sukses membuat Killian menatap tajam kea rah Luna.


“Apa kalian akan kuliah ke Jerman?”Tanya Killian.


“Iya, jadi aku tidak percaya jika Zidney akan menikah dengan Zane.”Ucap Luna.


“Tidak boleh, kamu tidak boleh kuliah jauh-jauh.”Ucap Killian.


Luna mengerutkan keningnya,”kenapa?”Tanya Luna.

__ADS_1


“Kenapa, kamu bilang. Pokok nya kamu tidak boleh kuliah jauh.”Ucap Killian yang langsung pergi keluar dari kamar hotel yang di sewa Luna.


“Lah,, kenapa dia marah. Memang salah ku dimana.”Gumam Luna bingung.


“Apa sekalian saja aku di grebek warga, agar aku juga bisa menikahi Luna dengan cepat.”Gumam Killian.


“Di grebek warga, siapa yang di grebek warga Killian?”Tanya Luna yang tak sengaja mendengar gumaman Killian.


“Ya itu tadi, Zidney dan Zane akan menikah karena semalam dia habis di grebek warga. Tertangkap karena tengah berpelukan di taman komlek saat tengah malam.”Ucap Killian.


“Gila,,, apa mereka tengah kesurupan. Bisa-bisanya mereka tertangkap sedang berpelukan di taman koplek.”Ucap Luna.


“Maka dari itu aku juga mau di grebek warga, agar aku bisa menikahi mu dan kamu tidak akan bisa kuliah di Jerman.”Ucap Killian.


“Awas saja kamu kalau berani, aku enggak mau dekat-dekat kamu lagi.”Ucap Luna.


Killian dan Luna berangkat kesekolah setelah drama perdebatan nikah muda selesai.


Sesampai nya di sekolah, Luna menghampiri Zidney yang terlihat murung.


“Pagi Zi…”Sapa Luna.


Zidney mentap kearah Luna,”Huaaaa… Luna.”Tangis Zidney.


“Hey,, kamu kenapa?”Tanya Luna.


“Zidney tidak mau menikah muda sama Zane.”Ucap Zidney.


“Memang kenapa jika Zidney menikah muda dengan Zane, bukan kah Zidney sayang dengan Zane.”Ucap Luna.


“Iya, Zi memang sayang dengan Zane. Tapi menikah bukanlah hal yang mudah Luna.”Ucap Zidney di tengah tangisannya.


“Memang apa yang kamu takutkan?”Tanya Luna.


“Aku takut nanti Zane bosan denga Luna, bahkan Ayah bisa mendua. Ayah bilang dulu sangat mencintai Mama karen tapi Ayah menikah dengan Bunda Tania juga.”Ucap Zidney.


Luna baru faham ternyata Zidney trauma dengan pernikahan kedua orangtuanya.


“Dengarkan aku Zi, Ayah dan Mama ku itu saling cinta tapi cara mereka itu yang salah bukan pernikahannya. Lalu Ayah dan Bunda menikah karena perjdohan tanpa cinta tapi mereka sekarang saling mencintai bukan, jadi jangan salahkan pernikahanannya.”Ucap Luna.


“Tapi Zi takut Luna, bagaiman jika suatu saat Zane menikah lagi lalu meninggalkan Zidney.”Ucap Zidney sendu.


Tak di sangka Zane mendengar kecemasan Zidney, laki-laki itu mendekati Zidney dan membawa nya ke taman sekolah.


“Zane…”Ucap Zidney.


Zane melepas genggaman tangannya,”Kita harus bicara.”Ucap Zane.


“Apa kamu tidak percaya dengan cinta ku?”Tanya Zane.


Zidney terdiam menundukkan wajahnya, gadis itu tidak berani melihat kearah Zane.


“Lihat aku Zidney…”Ucap Zane.

__ADS_1


“Zi percaya sama Zane.”Ucap Zidney.


“Zidney percayalah pada ku, sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkan mu. Aku janji pada mu.”Ucap Zane.


“Zane jangan berjanji pada Zi, tapi buktikan saja.”Ucap Zidney.


“Aku akan buktikan, tapi kamu harus percaya pada ku.”Ucap Zane.


“Oke, Zidney percaya pada Zane tapi sebelum menikah. Zidney memiliki syarat yang harus Zane setujui.”Ucap Zidney.


“Apa syarat nya?”Tanya Zidney.


“Nanti malam datanglah bersama orangtua Zane, Zi akan umumkan syaratnya.”Ucap Zidney sebelum pergi meninggalkan Zane.


Zane menatap punggung Zidney yang semakin lama semakin jauh.


“Apa yang kamu rencanakan Zidney.”Gumam Zane.


Malam hari pun tiba Zane beserta Orangtuanya bergegas pergi keMansion Zidney.


“Duhh, punya adek agresif banged. Aku saja yang sudah tua ini belum juga dapat jodoh, nah anak itu masih SMA malah mau menikah.”Ucap Fay, ya Fay sudah berusia 24 tahun tapi karena ke posessifan Mark. Gadis itu sulit mendapatkan kekasih.


Beralih ke Zane, mereka sudah sampai di kediaman keluarga Rehan.


“Selamat malam Tuan Rehan…”Ucap Mark.


“Malam Tuan Mark…”Rehan menjabat tangan Mark.


Sementara itu Meta tengah berada di kamar Tania untuk mengabil semua uang dan perhiasan yang di miliki Tania, karena semua orang tengah sibuk dengan urusan Zane dan Zidney itu menjadi keuntungan Meta.


“Persetan dengan pernikahan si cupu itu, yang penting uang ku banyak.”Gumam Meta.


Meta mengambil semua uang dan perhiasan yang ada di lemari Tania, setelah keluar dari kamar Tania. Meta bergabung dengan yang lainnya agar tidak ada yang curiga.


Zidney keluar dari kamarnya dengan membawa Map berwarna coklat.


“Silahkan di baca Om dan Tante.”Ucap Zidney dengan menyerahkan Map.


Mark dan Micell membaca semua isi dari selembar surat itu.


“Tante rasa Zane tidak keberatan.”Ucap Micell.


Zane melirik Momy nya dan mengambil alih selembar kertas itu, dan Ketika membacanya Zane langsung menatap kearah Zidney yang tengah tersenyum.


“Ya,,, apa-apa ini.”Ucap Zane.


“Memang kenapa Zane, bukan kah bagus jika Zidney melanjutkan Pendidikan nya di Jerman dan rencana menunda kehamilan.”Ucap Micell.


“Tapi Mom…”Ucapn Zane terhenti saat Micell angkat bicar.


“Setujui atau kau gagal menikah.”Ucap Micell dengan tegas.


Zane tidak bisa berkutik jika Momy nya sudah mengeluarkan tatapan maut nya.

__ADS_1


__ADS_2