
"Apa yang kau lakukan disini?'' tanya Micell.
Micell bertanya pada laki-laki yang menegurnya tadi.
"Momy siapa Om ini?" Tanya Fay.
Micell hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Fay.
"Momy? apa kau sudah punya anak?'' Tanya laki-laki itu kembali.
"Bukan urusan mu." Ketus Micell.
Laki-laki itu adalah David mantan kekasih Micell, David merupakan kakak tingkat Micell di bangku kuliah. Namun sayang hubungan mereka kandas lantaran Micell memergoki David berada di hotel bersama sahabat nya sendiri.
"Ayo sayang kita pulang.'' Micell menggenggam tangan Fay.
Fay yang merasa Momy nya sedang tidak baik-baik saja hanya menuruti langkah kaki Momy nya.
Micell tunggu, aku ingin bicara dengan mu." David menarik tangan Micell, Micell menghentikan langkah nya.
"Aku sudah tidak ada urusan apa-apa lagi denganmu, dan jangan mengganggu hidup ku lagi." Micell menghempaskan tangan David.
"Momy, Fay takut." Fay mulai menangis melihat perlakuan kasar orang asing kepada Momy nya.
"Jangan menangis sayang ada Momy di sini.'' Micell menggendong Fay yang ketakutan.
"Tunggu! Micell siapa anak ini? apa benar dia anak mu," Lagi-lagi David mencengkeram lengan Micell.
"Lepaskan tangan mu! anak ku atau bukan itu bukan urusan mu, Kita sudah tidak ada urusan apa-apa lagi.'' Micell mencoba melepaskan cengkraman tangan David.
"Kau bohong kan, aku masih mencintai mu. Aku ingin kembali pada mu." Ucap David.
"Momy, Fay takut." Fay merengek ketakutan.
"Jangan takut sayang ada Momy di sini." Micell berusaha membuat Fay tetap tenang.
"David lepaskan akau, apa kau tidak lihat. Anak ku ketakutan." Ucap Micell.
Tapi bukan nya melepaskan cengkeraman tangan nya dari lengan Micell, David malah menarik Micell kepelukan nya.
"Hey! lepaskan wanita itu." Ucap Mark.
Mark mengawasi Micell dan Fay sedari mereka tiba di taman, Tadi nya Mark ingin ke apartemen Micell untuk meminta maaf pada putri nya. Tapi saat sampai di sana Mark melihat bahwa Micell dan Fay pergi meninggalkan apartemen Micell.
"Siapa kamu, akau tidak ada urusan dengan mu." Ucap David.
__ADS_1
Fay yang melihat Pipi nya ada di sana langsung berteriak memanggil Mark.
"Pipi, Om ini jahat." Adu Fay kepada Pipi nya.
Micell yang melihat Mark ada di sana merasa lega, setidak nya ada yang menolong nya dari mantan kekasih nya itu.
"Apa kamu tuli lepaskan wanita itu! apa kau tak sadar wanita itu tak mau kau sentuh.'' Mark menatap tajam ke arah David.
"Jangan ikut campur urusanku dengan kekasih ku." Ucap David.
"Kekasih, kau bicara apa. Apa kau lupa kau sendiri yang menghiyanati hubungan kita." Micell menatap tajam pada David, sungguh laki-laki tidak tahu malu benak Micell.
David yang merasa kalah telak terpaksa mengalah dan pergi meningalkan Micell dan Mark.
"Aku akan kebali sayang." Ucap David sebelum pergi.
Di dalam mobil Micell hanya diam tanpa kata karena merasa tidak enak hati dengan Mark. Micell merasa bersalah karena telah membuat putri atasan itu menangis ketakutan gara-gara manatan kekasih nya.
"Siapa laki-laki tadi?" Tanya Mark.
Micell melirik ke arah Mark,"Dia mantan kekasih saya pak.'' Jawab Micell.
Mark yang mendengar jawban Micell merasa lega,"tunggu, kenapa aku merasa lega mendengar jawaban gadis ini.'' Gumam Mark dalam hati.
Sesampainya di depan apartemen Micell," maaf tadi saya bicara tidak sepantas nya dengan mu." Ucap Mark.
Mark hanya mengangguk mendengar penuturan dari mulut Micell.
Emmmm, mobil mu akan di antar anak buah saya ke apartemen mu sekitar 30 menit lagi." Ucap Mark, Mark terpaksa meminta Micell meninggalkan mobil nya di taman karena Fay tidak mau pisah dengan Micell.
"Baik pak, kalau begitu saya pamit dulu pak." Ucap Micell.
Saat Micell akan turun dari mobil Mark, Fay yang tengah tidur terbangun karena pergerakan Micell. Fay tertidur di pangkuan Micell.
"Momy Micell mau kemana? Fay ikut." Rengek gadis kecil itu.
"Fay, Momy harus pulang. Fay juga pulang ya."Jelas Micell.
"Tapi Fay ingin tidur sama Momy." Ucap Fay memohon.
Micell bingung harus menjawab apa, dia tidak keberatan jika Fay menginap di rumah nya. Hanya saja dia merasa tidak enak dengan atasan nya itu, terlebih lagi atasan nya itu tengan menatap dingin ke arah nya.
"Bagaimana Pak?'' tanya Micell kepada atasan nya itu.
"Kenapa manusia arrogan ini menatap ku, apa salah ku kali ini?'' Tanya Micell dalam hati.
__ADS_1
"Baiklah saya izinkan anak saya menginap di rumah mu." Jawab enteng Mark.
Dengan perjanjian yang di sepakati Mark dan putri nya, Fay di izinkan menginapa semalam di rumah Micell.
"Sekarang, Fay bersih-bersih dan ganti baju ya.'' Perintah Micell pada gadis manis yang tengah memakan camilan nya.
"Tunggu sebentar ya Mom, Fay habiskan kue nya dulu." Ucap Fay dengan mulut yang tak berhenti mengunyah camilan nya.
Micell hanya tersenyum melihat tingkah lucu Fay, gadis manis itu memakan kue coklat yang di buat Micell di waktu senggang nya.
"Mom, Fay sudah selesai." Fay berdiri menghampiri Micell.
"Oke, anak cantik saat nya bersih-bersih ya.'' Micell menggandeng tangan Fay menuntun nya masuk ke kamar mandi.
Fay merasa sangat bahagia karena ini kali pertama nya di perhatikan secara khusus oleh seorang wanita yang di panggil nya Momy.
Sedang di Mansion lain seorang gadi cantik tengah menatap sebuah foto, foto seseorang yang sangat dia rindukan.
"Nona Helena, makanan sudah siapa." Ucap maid di Mansion Helena.
"Oke, aku akan turun kebawah."Ucap Helena," Apa Nion sudah tiba?" Tanya Helena, wanita itu meletakan foto yang di pandanginya tadi diatas meja rias nya.
"Sudah Non, Tuan Nion berada di ruang kerja anda." Jawab Maid.
Helena pergi menuju ruang kerjanya untuk menemui asisten setia nya itu.
"Hay manusia jomblo." Ledek Helena kepada Nion.
Nion yang mendengar lelucon dari atasan sekaligus wanita yang dia cintai, ya cinta dalam diam. Hanya menggelengkan kepala nya tanpa menjawab.
"Apa kau sudah lama datang nya." Tanya Helena.
"Tidak aku baru datang kurang lebih 10 menit yang lalu.'' Jawab Nion.
"Itu namanya sudah lama Tuan Nion."Ketus Helena.
"Bagiku itu hanya sebentar di banding menunggu cinta ku yang takkau balas selama 5 tahun." Gumam Nion dalam hati.
Helena mendekati asisten nya itu,"apa kau sudah makan?'' tanya Helena.
Helena sangat paham dengan asisten nya itu, dia pasti melupakan masalah jam makan nya.
"Emmmm, belum hehehe.'' Cengir Nion.
"Kau ya kebiyasaan, kalau begitu sebelum kita pergi. Ayo makan malam dulu.'' Tanpa sadar Helena menggandeng tangan Nion.
__ADS_1
"Aduh jantung ku, bagaimana bisa aku melupakan rasa cinta ku pada mu. Jika kau saja bersikap sangat manis kepada ku." Gumam Nion dalam hati.