
Untuk part sekarang dan kedepan akan fokus ke permasalahannya Zoe, jadi yang mau baca ke uwuan Darell dan Kalea harap bersabar😁.
Zoe merasa dirinya sedang di ikuti oleh seseorang, dia memperhatikan mobil yang berada di belakang mobil nya yang sepertinya memang mengikuti dirinya.
"Apa mau mereka? dan sebenarnya siapa mereka?" Gumam Zoe.
Zoe mempercepat laju mobilnya, tak lama dia sampai di area apartemennya.
"Mereka memang sengaja mengikuti aku." Batin Zoe.
Zoe berjalan santai seperti tidak menyadari jika dirinya di ikuti, tibalah dirinya berada di depan pintu apartemen nya. Dirinya tercengang mendapati siapa yang tengah berdiri di depan apartemennya.
"Ohhh, jadi wanita pelakor yang mengutus mereka." Gumam Zoe.
"Hayy, Zoe..." Sinta melambaikan tangannya.
"Mau apa kamu?" Tanya Zoe dengan nada sinis.
Sangat malas berhadapan dengan mama tirinya itu, dan jangan harap Zoe akan bersikap baik.
"Aku kemari ingin membawa mu pulang kerumah papa mu." Sinta berjalan mendekati Zoe.
"Ramah papa yang mana? aku rasa aku sudah tidak punya papa lagi." Zoe mentap jijik kearah Sinta, semua perhiasan yang dipakai Sinta itu adalah perhiasan milik mamanya.
"Ayolah Zoe, kamu harus ikut aku pulang dan menikah dengan Rico." Sinta mencengkram kuat lengan Zoe.
"Lepas!!" Bentak Zoe.
Dengan sekuat tenaga Zoe menghempaskan tangan Sinta, dan tentu saja Sinta memekik kesakitan karena tangnnya di hentakkan cukup kuat.
"Hey, gadis sialan!! kau seharusnya menurut!"
Zoe mendekati Sinta mentap tajam wajah milik Sinta, "Menurut dengan siapa!! dengan mu? aku tak sudi!!!" Bentak Zoe.
__ADS_1
Plak!!!
"Berani kamu membentak ku!!" Sinta dengan entengnya menampar pipi milik Zoe.
"Hahaha!! bahkan jika membunuh mu tak di hukum di negara ini, aku akan lebih berani membunuh mu ketimbang hanya membentak mu!!!" Zoe tetawa bak pembunuh berdarah dingin.
"Hey kalian!!! bawa wanita sialan ini." Sinta memerintah para pengawal hang tadi membuntuti Zoe.
"Cihh!!! beraninya kroyokan." Ucap Zoe.
"Nona Zoe sebaiknya anda ikut dengan kami secara sukarela, kami tidak mau melukai anda nona." Ucap salah satu pengawal.
"Kenapa kalian takut melawan aku? jawab aku!!" Zoe menatap satu persatu pengawal yang di bawa Sinta.
Beruntung hari ini Zoe tidak memakai pakaian yang rumit untuk ke kantor, sehingga gerak tubuh nya bebas.
"Ahhh, sudahlah kau menyerah saja jangan berkelahi buang-buang waktu dan tenaga. Kau mau papa mu mati di tangan Rico." Sinta berjalan menjauh dari Zoe, dirinya yakin Zoe pasti mau menyerahkan dirinya. Dia tau kelemahan anak tirinya itu yang angkuh adalah papanya, papa yang sudah membuangnya.
"Sial!!! kau wanita penghianat!!!" teriak Zoe.
"Kali ini aku berhasil membawa anak sialan ini, aku juga akan dapat imbalan setengah saham di perusahaan Rico." Batin Sinta.
Sinta melakukan perjanjian dengan Rico bahkan suaminya tak mengetahu kelakuan busuk Sinta, Rico berjanji akan memberikan setengah saham perusahaan milik Rico kepada Sinta jika wanita itu berhasil menikahkan Rico dengan Zoe.
Entah apa yang membuat Rico begitu ngotot ingin menikahi Zoe, sepertinya ada rahasia di masalalu yang belum di ungkap oleh Zoe. Apakah Kalea juga tau??
Perjalanan dari apartemen Zoe menuju rumah papanya cukup lama, 3 jam lamanya itupun jika tidak ada macet di jalan.
Setibanya disana Zoe langsung digiring masuk kedalam rumah, rumah yang dulu menjadi syurga bagi Zoe. Rumah yang dulu menjadi tempat terbahagia di hidupnya, dimana dulu dia dan orangtuanya hidup dengan bahagia saling menyayangi. Namun kini rumah itu hanya menjadi saksi bisu akan masalalu Zoe yang bahagia, sebelum adanya Sinta si iblis betina yang tega menghancurkan kebahagiaan sahabatnya sendiri.
"Zoe!" pekik Bram.
Lelaki itu tengah menikmati kopi panasnya yang baru saja di seduh, tercium aroma wangi dan masih terlihat uap yang ada di gelas kopi tersebut.
__ADS_1
"Lihat mas, aku bisa membujuk anak mu untuk pulang." Sinta mendekati suaminya kemudian duduk di samping suaminya dan bermanja.
Sungguh itu adalah pamandangan yang sangat menjijikan, jika boleh Zoe ingin sekali memuntahkan semua isi perutnya.
"Welllekkk." Batin Zoe jijik.
Bram menatap kearah Zoe, dirinya bisa melihat raut wajah Zoe yang menampilkan amarah dan kekecewaan terhadap dirinya.
"Apa yang sebenarnya kalian mau dari saya?" Zoe tanpa basa-basi menanyakan keintinya, tujuan dari mama tirinya itu menyeret paksa dia datang kerumah papanya.
Jangan harap Zoe akan berwajah manis dan bertuturkata lembut, tentu hanya kata sinis dan tatapan penuh amarah yang akan Zoe layangkan kepada kedua orangtua yang ada di depannya itu.
"Tidak bisakah kamu duduk dan menyapa papa mu ini." Ucap Bram.
"Ohhh, ayolah sejak kapan kita akrab atau bahakan saling sapa?" Pertanya Zoe membuat hati Bram sedikit nyeri, pantas jika Zoe berlaku sinis padanya karena dirinya pun selama ini tidak pernah memperdulikan anak kandung nya itu.
Bram menghela nafasnya kasar, "Besok kamu akan menikah dengan Rico." Setelah itu Bram beranjak pergi menuju kamarnya, dia tak sanggup menatap wajah anaknya yang penuh kekecewaan.
Sementara Zoe hanya bisa diam dengan tangan yang mengepal kuat, seakan dia ingin menghancurkan meja didepannya dengan sekali pukul.
"Bawa gadis ini kekamarnya dan jangan sampai dia kabur!!" Sinta memerintahkan pengawalnya untuk memasukan Zoe kedalam kamar tamu.
"Aku bisa pergi sendiri!!" Zoe membentak pengawal yang akan menyentuh lengannya.
Zoe bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju kamar tamu dan menutup pintu kamarnya dengam kencang, jika saja rumahnya hanya terbuat dari papan mungkin akan roboh karena kuatnya Zoe membanting pintu.
"### Sebentar lagi aku akan bertambah kaya, tanpa harus melakukan apa-apa. Biarkan saja anak sialan itu yang menjadi tambang emas ku." Gumam Sinta, bibirnya mengembang menampilkan senyuman jahatnya.
Didalam kamar Zoe hanya mondar mandir memikirkan bagaiman dirinya bisa kabur dari rumah papa nya ini, sungguh dirinya tak mau menikah dengan Rico.
Zoe memiliki pengalaman buruk dengan Rico, lelaki itu adalah teman semasa SMA nya dulu mereka sangat dekat sampai suatu malam dengan kejinya Rico menjebak Zoe untuk melayani rekan bisnis papa nya.
Namun nasib baik masih berpihak pada Zoe, Kalea menyelamatkan Zoe dari Rico jika semenit saja Kalea terlambat mungkin sekarang masa depan Zoe sudah benar-benar hancur.
__ADS_1
"Aku enggak bisa nikah sama lelaki bajingan seperti Rico, aku harus bisa keluar dari rumah papa." Gumam Zoe.
Zoe menghubungi seseorang lewat pesan, entah siapa yang dia hubungi yang jelas dia hanya bisa berharap kepada orang tersebut karena Kalea sedang keluar negeri menjalankan bulan madunya yang tertunda.