
5 Tahun lalu.
"Sial! aku tak bisa kabur dari orang-orang itu," Seorang laki-laki tengah berlari menyelamatkan diri nya dari kejaran pengawal yang di utus oleh Papa nya.
"Laki-laki tua bangka itu, benar ya membuat aku susah." Gerutu Laki-laki itu.
Bruakkkk, karena terburu-buru dan tidak memperhatikan langkah nya, laki-laki itu menabrang seorang gadis yang tengan membawa makanan.
"Ya! kau, kalau jalan pakai mata. Ahhhh, Es krim ku.'' Wanita itu adalah Helena dan laki-laki yang menabrak nya adalah Nion.
"Maaf kan saya Nona, saya sungguh tidak sengaja." Ucap Nion.
"Wahh, cantik sekali dia."Gumam Nion dalam hati.
Helena menatap tajam pada laki-laki yang baru saja membuat es krim yang baru di beli nya jatuh mengenai baju nya.
Dari jarak yang tidak terlalu jauh, para pengawal yang mengejar Niom berteriak.
"Tuan anda tidak bisa kabur lagi.'' Teriak salah satu pengawal itu.
"Aduh, bagaimana ini. Aku tidak mau tertangkap." Ucap Nion.
"Nona, boleh tidak saya menumpang di mobil anda. Sampai orang-orang itu pergi. Saya janji akan mengganti es krim anda." Nion memelas pada Helena.
Helena yang merasa iba kepada Nion akhir nya membawa Nion ke Mansion nya.
"Hey, kau.." Ucap Helena, Helena menatap penampilan Nion dari kaki samapai kepala.
"Iya Nona." Balas Nion.
Helena berfikir bahwa laki-laki di depan nya tidak terlalu buruk, Ya. Helena memang sedang mencari asisten pribadi untuk nya.
"Siapa nama mu?" Tanya Helena sinis.
"Nama sama Nion, Nona."Jawab Nion.
Dari semenjak itulah Nion menjadi asisten pribadi Helena.
Kembali kemasa kini di mana Helena dan Nion sedang menikmati makan malam mereka berdua.
"Apa Nona jadi berkunjung ke Mansion Tuan Mark?'' Tanya Nion di sela-sela makan nya.
"Tentu, aku sudah merindukan laki-laki arrogan itu." Jawab Helena.
Mereka menyelesaikan acara makan malam mereka dan bergegas pergi mengunjungi Mansion Mark.
Sesampai nya di depan Manson Mark, Helena di sambut oleh Maid.
"Selamat malam Nona Helena." Sambut Salah satu Maid, Para Maid yang bekerja di Mansion Mark sudah mengenal baik siapa Helena karena sebelum nya Helena sering berkunjung ke Mansion Mark.
__ADS_1
"Apa Mark ada?'' tanya Helena.
"Ada Nona, saya akan panggilkan Tuan. Silahkan duduk dulu Nona.'' Ucap Maid sebelum pergi untuk memanggil Tuan nya.
Sedang Nion menunggu Helena di dalam mobi, dia merasa akan sesak dada nya saat melihat Helena berbicra atau tersenyum dengan laki-laki lain.
Tak berapa lama Mark datang menghampiri Helena yang berada di ruang tamu.
"Helena.."Sapa Mark.
Helena yang mendengar nama nya di panggil oleh laki-laki yang di suka nya, mengembangkan senyum nya.
"Hay.. Mark, apa kabar mu?'' tanya Helena.
"Aku baik-baik saja." Jawab Mark, ya seperti biasa Mark akan merespon para wanita dengan sikap dingin.
"Sudah dua tahun aku pergi dan kau, masih saja dingin dengan wanita.'' Sindir Helena.
Mark yang mendengar sindiran Helena hanya tersenyum samar.
"Dimana Fay, aku membawakan hadiah untuk gadis manis itu." Ucap Helena, Helena meletakkan kotak yang berukuran cukup besar di atas meja yang berada di ruang tamu.
"Dia sedang berada di rumah Momy nya.'' Ucap Mark tanpa dosa, bagaimana tida. Jelas dia tau jika Helena menyimpan ras pada nya.
"Momy? maksud nya Nailla." Tanya Helena.
Helena sedikit sakit mendengar perkataan ketus Mark, dia datang dengan tulus tapi yang dia dapat hanya sikap acuh dari Mark.
Apa kau sungguh tak bisa bersikap baik pada ku?" Tanya Helena, mata nya sudah berkaca-kaca.
"Aku sudah pernah bilang, jangan dekati aku. Karena sampai kapan pun aku tidak akan membuka hati untuk mu." Ucap Mark sebelum pergi meninggalkan Helena.
"Apa sungguh takkan bisa mendapatkan cinta mu, apa kurang nya aku." Gumam Helena dalam hati.
Helena meninggalkan Mansion Mark dengan hati yang tersakiti, mata nya mengeluarkan buliran bening.
Nion yang melihat Nona nya keluar dari kediaman Mark, beranjak keluar dari mobil dan menghampiri Nona nya. Tapi betapa terkejut nya dia saat melihat atasan sekaligus wanita yang dia cintai tengah terisak.
"Nona apa yang terjadi, kenapa Nona menangis?" Tanya Nion.
Helena menatap dalam pada sorot mata Nion, Helena berjalan perlahan ke arah Nion dan memeluk tubuh asisten nya itu.
"Apa aku salah jika aku berusaha menjadi baik, agar dia bisa membuka hati nya untuk ku." Isak Helena.
Nion merasakan sakit yang sama dengan Helena, karena cinta nya pun tak terbalas juga oleh Helena.
"Tenanglah jangan menangis lagi, kau wanita yang tak terkalahkan." Hibur Nion.
"Andai kau bisa merasakan betapa besar cinta ku, kau tak kan sesakit ini." Gumam Nion dalam hati.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari dari jendela kamar Mark, laki-laki itu melihat interaksi antara kedua nya.
"Gadis bodoh, kau sudah mendapatkan cinta tulus dari laki-laki lain. Tapi kenapa kau malah mengharapkan cinta yang tak pasti dari laki-laki lain." Gumam Mark.
Nion dan Helena beranjak pergi meninggalkan Mansion Mark.
"Apa aku egois jika memperjuangkan rasa cinta ku kepada Mark.'' Tany Helena, Wanita itu sudah berhenti menangis tapi jejak air mata dan kesedihan nya masih terlihat jelas di wajah nya.
"Nona terkadang manusia butuh ke egoisan untuk mendapatkan apa yang hati nya mau, tapi bedakan antara cinta dan obssesi." Ucap Nion.
"Dan apa aku boleh tetap egois dengan mencintai mu dalam diam, sakit memang selalu tidak di anggap. tapi akan begitu menyakit kan jika aku tidak bisa lagi melihat senyuman mu."Gumam Nion dalam hati.
"Aku yakin rasa ku adalah cinta bukan Obssesi, aku akan benar-benar menyerah saat laki-laki jahat itu sudah menemukan pendamping nya." Ucap Helena dengan tersenyum optimis.
"Jika kau tau dia jahat lalu kenapa kau mencitai nya." Nion menggelengkan kepala nya.
"Entahlah terkadang cinta datang dengan cara yang aneh." Ucap Helena.
"Aku pun sama, akan tetap mencintai mu meski beribu kali kau mengabaikan semua cinta yang ku curahkan pada mu." Gumam Nion dalam hati.
Pagi hari di apartemen Micell, wanita itu tengah kikuk dengan tatapan tajam dari boss nya.
Bagaiman tidak kikuk, boss nya itu pagi-pagi sekali sudah menyambangi apartemen nya. Semua kegiatan Micell di pagi hari dari memasak hingga membangunkan Fay tak lepas dari tatapan dingin boss nya itu.
"Sebenar nya apa yang membuat anak ku tertarik pada seoggok wanita aneh seperti dia." Gumam Mark dalam hati.
"Fay ajak Pipi mu sarapan dulu sayang." Ucap Micell kepada anak kecil yang tengah meminum susu hangat nya itu.
Fay yang di perintah hanya menganggukan kepala nya.
"Pipi ayo sarapan, Momy Micell maskan nya enak lo.'' Puji Fay,
Mark tak mengeluarkan kata-kata dia hanya tersenyum lalu berjalan menuju meja makan.
Micell mempersiapkan sarapan untuk nya, Fay dan juga Mark,"silahkan pak di makan.'' Ucap Micell.
"Emmmm.." Kata yang keluar dari mulut Mark.
"Fay sarapan nya di habiskan, dan ini bekal makan siang nya Mom bawkan susu, buah dan nasi serta lauk. Di habiskan ya sayang.'' Ucap lembut Micell pada Fay, kini Micell seakan sudah terbiasa mentebut diri nya Momy di hadapan Fay dan Mark.
"Oke Mom, untuk Pipi mana Mom?'' Tanya Polos Fay.
Micell memandang Mark yang masih foku dengan makanan nya.
"Dia ini selalu saja lari dari pertanyaan anak nya sendiri.'' Gerutu Micell dalam hati.
"Siapkan saja untuk ku.'' Ucap Mark datar.
Micell menyiapkan satu kotak bekal berwarna pink untuk di bawa Mark ke kantor nya.
__ADS_1