
Dua minggu berlalu hari ini adalah hari terakhir Kalea libur sebelum dia magang di kantor.
"Coba kita lihat apakah persediaan bulanan sudah habis." Ucap Kalea.
Kalea memeriksa dapur dan juga perlengkapan mandinya.
"Sayuran dan lauk sudah menipis, sabun mandi dan cuci piring juga habis. Saat nya belanja deh." Ucap Kalea.
Kalea berjalan pergi ke garasi, dirinya mengendarai mobil berwarna hitam kesayanganya. Mobil itu dia beli dari hasil mengumpulkan uang jajan selama kurang lebih 3 bulan.
"Ke mall D&Y yang dekat saja."
Tak berapa lama dirinya telah sampai di mall D&Y yang dia maksut.
Kalea mengambil troli untuk menampung semua belanjaannya.
"Wahh, beruntung sekali sedang banyak diskon." Kalea mengambil beberapa sayuran segar, daging dan juga ikan segar tak lupa juga dirinya membeli buah karena Kalea memang penyuka buah.
Setelah merasa bahwa semua yang ada di daftar belanjanya terpenuhi Kalea mulai mengantri untuk membayar semua belanjaanya.
“Maaf nyonya, mohon kasir sebelah sini.” Ucap Seorang kasir.
Kalea yang mendapat arahanpun sedikit bingung kenapa dia di suruh membayar di kasir yang baru di buka, padahal masih banyak yang mengantri.
“Maaf mb, saya akan mengantri disini saja.” Tolak Kalea.
Kasir itu tersenyum kepada Kalea, “Maaf Nyonya, Tuan Darell menyuruh anda untuk membayar di kasir khusus karena Tuan Darell tidak mau istrinya mengantri.” Ucap Kasir tersebut.
“Wahh, hebat sekali lelaki itu memang dia siapa? Apa dia pemilik mall ini.” Batin Kalea.
Namun saat kalea akan berpindah ke kasir lain netranya mentap seorang ibu hamil yang sedang terlihat sangat lelah karena perutnya yang sudah membesar, belum lagi seorang nenek yang berdiri dengan membawa banyak barang.
“Mb tolong ibu hamil dan nenek itu di pindah juga, agar mereka tidak terlalu lelah.” Ucap Kalea.
“Maaf Nyonya, kasir ini hanya boleh di gunakan oleh keluarga Tuan Darell.” Ucap Kasir tersebut.
“Jika mereka tidak di pindah maka saya juga tidak akan memakai kasir sebelah.” Ucap Kalea.
Karena para karyawan sangat takut jika nanti Tuan Darell tau jika istrinya terlalu lama mengantri, terpaksa kasir tersebut menyetujuinya.
“Terimaksih mba sudah bantu istri saya, semoga kebaikan selalu menyertai mba.” Ucap suami dari ibu hamil tersebut.
“Sama-sama Pak.” Ucap kalea ramah.
Lalu kemudia sinenek mengenggam tangan Kalea dan mengelusnya, “Terimakasih cu sudah bantu nenek, nenek doakan semoga kamu mendapat pendamping yang akan sangat mencintai mu,” ucap nenek.
“Sama-sama nek, terimaksih doanya nek.” Ucap kalea dengan tersenyum.
Semua belanjaan Kalea sudah di bayar dan akan di antar oleh pihak mall ke apartemenya, tentu itu perintah Darell. Kalea semakin bingung kenapa Darell bisa tau dia sedang belanja dan kenapa Darell bisa memerintah karyawan mall sesuka dia.
Kalea melangkah keluar mall namun langkahnya terhenti saat ada seseorang yang memanggilnya.
__ADS_1
“Kalea…” panggil orang tersebut.
Kalea menatap kearah seseorang yang baru saja memanggilnya, terkejut itu yang tergambar dari wajah Kalea.
“Daren.” Gumam Kalea.
Daren adalah mantan kekasih Kalea, lelaki yang meninggalkannya tanpa alasan di saat dirinya masih sangat mencintai lelaki itu.
“Lea kamu apa kabar?” tanya Daren.
“Aku baik.” Ucap Kalea datar.
Daren berjalan mendekati Kalea dan merentangkan tangannya seraya ingin memeluk tubuh Kalea, “aku merindukan mu Lea.” Ucap Daren.
Namun dengan sigap Kalea berjalan menjauhi Daren yang sedikit lagi mungkin bisa memeluk tubuhnya.
“Maaf saya harus pergi.”
“Apa kamu tidak merindukan aku?” tanya Daren dengan wajah sendu.
“Rindu, kenapa aku harus merindukan mu? Memang kamu siapa?” Kalea melirik sinis kearah Daren.
“Kalea maafkan aku, maafkan karena pergi dari mu tapi kini aku sudah kembali. Apa tidak bisa kita menjalin hubungan kita dari awal lagi, aku masih mencintai mu.” Ucap Daren.
“Maaf Tuan Daren, bagi saya semua sudah berlalu dan cinta itu sudah memudar. Mohon jangan temui saya lagi karena saya sudah menikah.”
2 tahun bukan waktu yang sebentar dan juga bukan waktu yang lama, cinta Kalea untuk Daren telah memudar seiring waktu berjalan terlebih lagi kini Kalea telah menikah.
“Lepaskan tangan saya Tuan, tidak sepantasnya anda menyentuh tangan wanita yang sudah menikah.” Ucap Kalea dengan menghempaskan tangan Daren.
Daren sangat terkejut dengan perlakuan kasar Kalea, ini adalah pertama kalinya Kalea memperlakukan dirinya dengan sagat kasar.
“Jika tidak ada yang di bicarakan lagi, saya permisi dulu.” Ucap Kalea.
Daren hanya bisa menatap punggung milik Kalea yang semakin menjauh darinya.
Kalea beranjak pergi meninggalkan parkiran mall dengan suasana yang buruk, Kalea memang sudah tidak ada rasa dengan Daren hanya saja dia sangat kecewa dengan lelaki itu, Kalea sangat menantikan kata maaf dari Daren namun yang dia dapat adalah ajakan untuk kembali menjalin hubungan tanpa adanya rasa penyesalan.
Jalanan tidak terlalu padat sehingga Kalea bisa sampai apartemannya sebelum suaminya kembali dari kantor, sesampainya di apartemen kalea membereskan belanjaanya kemudian dia mulai memasak untuk makan malamnya.
“Sudah beres semua, aku akan mandi dulu rasanya tubuh ku sudah bau sekali.” Gumam Kalea.
Kalea beranjak dari dapur menuju kamarnya, gadis itu memilih untuk merendam tubunya dengan air hangat.
“Daren, sebenarnya apa alasan mu meninggalkan aku. Apakah itu hanya karena Pendidikan atau memang karena wanita lain.”
“Persetan dengan itu, yang jelas aku sudah tidak ada rasa dengan nya lagi.” Ucap Kalea.
Taklama Kalea telah menyelesaikan ritual mandinya, gadis itu kemudian turun ke ruang makan dan bersiap untuk makan.
Saat Kalea sedang menata sendok dan piring di meja makan, tak lama Darell pulang dengan wajah yang kurang mengenakkan.
__ADS_1
“Om, mau makan malam?” tanya Kalea.
Darell menatap tajam kearah Kalea, “Urus diri mu sendiri, tidak usah sok seperti seorang istri yang mau melyani suami tercintanya. Ku ingatkan pada mu kita hanya pura-pura menikah.” Ucap Ketus Darell, lelaki itu menaiki tangga tanpa menoleh kearah Kalea dan menghilang di balik pintu kamarnya.
“Kenapa dia, apa dia sedang bertengkar dengan kekasihnya.” Gumam Kalea.
Kalea melanjutkan makan malam nya, dirinya tidak menghiraukan Darell lagi yang dia fikirkan adalah yang penting dia sudah menawarinya makan.
Sementara itu dikamar Darell, lelaki itu tengah kesal lantaran sang kekasih tidak bisa di hubungi selama 2 minggu ini.
“Sebenarnya kamu pergi kemana Sisilia?”
“Bahkan kau tidak tau jika kekasih mu ini telah menikah, dan bagaiman aku akan menjelaskan semua ini kepada mu.” Ucap Darell dengan melempar sembarang handphonenya.
Sisilia telah menghilang selama 2 minggu, terakhir kali Darell menemui Sisilia pada saat dia akan menikah dengan Kalea.
Sedangkan Kalea, gadis itu sudah bersiap untuk tidur karena dia tidak mau jika besok dia kesiangan di hari pertamanya magang.
“Aku jadi penasaran siapa pemilik perusahaan D&Y itu, pemiliknya sangat baik sekali mereka mau menerima murit magang seperti aku dan Zoe.” Gumam Kalea.
Kalea memejamkan matanya karena malam semakin larut, namun belum lama Kalea menutup matanya, dia mendenar suara gaduh dari lantai bawah.
Pranggg…
“Hah, apa itu? Apa ada maling?” gumam Kalea.
Dengan beraninya Kalea keluar dari kamarnya dengan membawa gantungan baju, karena hanya itu yang ada di kamarnya.
Dengan jantung berdegub kencang Kalea berjalan perlahan menuju sumber suara.
Bughh bughh bughh
Kalea memukul seseorang yanga berjalan keluar dari arah dapur.
“Dasar maling!”
“Akkhhh.” Teriak seseorang itu.
“Tunggu kenapa suaranya seperti Om Darell.” Gumam Kalea.
Kalea menghentikan serangannya, karena orang itu sudah tersungkur di lantai.
“Kamu apa-apaan si?” ucap Darell kesa.
“Om Darell, maaf Om. Kalea kira maling.” Ucap Kalea dengan memabantu Darell berdiri.
“Mana ada maling di koplek apartemen semewah ini.” Ucap Darell.
Darell menatap tajam kearah Kalea, sungguh dia merasa sangat sial kini tubuhnya lebam penuh pukulan dari Kalea.
Darell dengan langkah kesalnya berjalan menuju kamarnya dan menutup pintunya dengan keras, sehingga membuat Kalea terlonjak.
__ADS_1