
Malam hari Zoe kedatangan tamu, lebih tepatnya tamu kehormatan orangtua nya. Siapa lagi jika bukan Rico, lelaki yang digadang-gadang akan menjadi calon suami Zoe. Lelaki yang katanya sangat baik budi pekertinya, nyatanya dia adalah predator wanita yang sangat menjijik-kan.
Jika saja saat ini tidak ada papa dan mama tirinya, atau bahkan kedua orangtua Rico rasanya Zoe ingin sekali menghajar wajah Rico yang memandangnya dengan wajah penuh nafsu.
"Zoe bawalah Rico ketaman belakang, kalian membutuhkan waktu untuk berdua." Ucap Sinta.
Mama tirinya itu hanya ingin terlihat sok baik didepan orngtua Rico, Zoe tidak tahu si bagaiman dengan sikap orangtua Rico tapi sejauh dia memandang orangtua Rico terlihat seperti orangtua pada umumnya.
"Iya Maa."
Rasanya Zoe ingin muntah saat mulutnya memanggil Sinta dengan sebutan Mama.
Rico mengikuti Zoe menuju taman belakang rumah papanya, taman itu di bangun mamanya dulu karena sang mama sangat suka menanam bunga. Zoe masih bersyukur karena papanya masih mau mempertahankan dan bahakan merawat taman peninggalan mamanya.
"Aku tidak tau kesepakatan apa antara kamu dengan papa ku, yang jelas aku tidak ada niatan untuk menikah dengan mu." Ucap Zoe tanpa basa basi.
"Ternyata kau tidak berubah, masih saja angkuh." Ucap Rico.
Zoe hanya fokus pada bunga-bunga yang ada ditaman, dia tak ada niatan untuk menatap wajah Rico yang penuh dusta itu.
"Zoe mungkin di masalalu aku memiliki salah pada mu, tapi kali ini aku tulus kepada mu." Ucap Rico.
"Wah wahh... Apa seperti ini cara mu merayu gadis-gadis bodoh diluaran sana untuk kau tiduri, basi dan klasik." Zoe tersenyum masam.
"Aku bersungguh sungguh pada mu, jadi terimalah aku atau ayah mu akan mendekam di penjara!!" Bentak Rico.
Memang lelaki di hadapan Zoe ini adalah lelaki tidak waras, baru saja dia berkata manis sedetik lalu tetapi sekarang sudah membentaknya.
"Perlu kau ingat! mau kau membunuh ayah ku pun aku tidak perduli, asal kau tau ayah ku sudah lama mati!!" Bentak Zoe.
Zoe pergi dari hadapan Rico dan kembali masuk kedalam rumahnya, namun saat dia masuk dia mendengar suara seseorang yang sangat dia kenal bahakan familiar ditelinganya.
Zoe tak jadi kembali kekamarnya dia memilih untuk melihat siapa yang datang.
"Kamu..." ucap Zoe saat tau siapa yang datang.
Entah bagaimana Daren bisa sampai dirumahnya, lelaki itu datang dengan membawa beberapa pengawal.
"Sayang!!!" Teriak Daren.
Panggilan itu sontak saja membuat seluruh orang yang ada di ruang keluarga tercengang, bagaiman bisa anak dari seorang pengusaha Tuan yoon terhormat bisa memanggil Zoe dengan sebutan sayang.
"Ehh..." Gumam Zoe saat tak sengaja menangkap kerlingan mata dari Daren.
__ADS_1
"Apa dia datang ingin menyelamatkan ku?" Batin Zoe.
"Sa-sayang..." Zoe berjalan mendekati Daren kemudian memeluk Daren layaknya sepasang kekasih yang telah lama tak berjumpa.
"Kenapa kamu ada disini?" Bisik Zoe.
"Aku mau menyelamatkan pacar ku." Balas Daren dengan berbisik.
Zoe melepas pelukannya, menatap wajah papa nya dan semua yang ada di ruang keluarga. "Ini..." Belum juga Zoe memperkenalkan Daren pada papanya perkataannya sudah di sabotase oleh Daren.
"Saya tunangannya Zoe, saya sudah melamar nya tapi belum resmi." Ucap Daren.
Zoe hanya bisa tersenyum kikuk, saat mendengar apa yang di katakan Daren rasanya akan ada bom waktu yang akan meledak di kemudian hari.
"Apa-apaan si Daren ini, datang-datang sudah memperkenalkan diri sebagai tunangan ku." Batin Zoe, Zoe melirik tajam kearah Daren dan kebetulan Daren pun sedang memandangnya dengan tatapan jahil apa lagi senyumannya yang bikin overthinking.
"Bagaiman bisa kamu melamar Zoe!" Suara siapa lagi jika bukan Rico.
"Memang kenapa? apa ada masalah, aku dan Zoe saling mencintai." Ucap Daren.
Rico menatap tajam ke arah Sinta, tentu saja Sinta takut dengan tatapan Rico. Wanita itu ketakutan bagaiman jika Rico membeberkan semua rencana jahatnya.
"Tidak bisa, Zoe akan menikah dengan ku besok!!" Bentak Rico.
Semua orang merasa tegang, Rico dan Daren saling melayangkan tatapan penuh permusuhan sedang Zoe hanya bisa memijit pelipisnya rasanya kepalanya mau meledak. Menghadapi tingkah Daren saja dia sudah pusing apalagi ditambah Rico yang ngotot mau menikhinya besok pagi.
"Aku tidak mau hutang itu di lunasi dengan uang, aku hanya mau Zoe sebagai alat pelunas hutang." Jawab Rico.
Memang sudah gila si Rico ini bagaiman bisa manusia di jadikan sebagai alat untuk membayar hutang, memang ini jaman penjajahan.
"Aku tidak bisa melepas kekasih yang sangat ku cintai." Daren memeluk pingang ramping milik Zoe.
"Lepaskan tangan mu dari pinggang calon istri ku!" Teriak Rico tak terima.
Tetapi Daren bukanya melepaskan tangan nya yang melingkar di pinggang Zoe, lelaki itu malah membawa Zoe keluar dari rumah milik orangtua Zoe.
"Jika kamu tidak mau perusahaan mu hancur besok pagi, maka jangan berani-berani nya kamu mengusik wanita ku." Ucap Daren.
Saat Daren dan juga Zoe masuk kedalam mobil Daren, beberapa pengawal masuk kedalam rumah Zoe dengan membawa kotak berwarna hitam entah apa isinya itu hanya Daren dan orang rumah yang tau.
"Sebenarnya apa isi kotak itu?" Tanya Zoe.
"Kamu tidak perlu tau, yang jelas sekarang kamu aman." Daren melajukan mobil nya menjauh pergi dari kawasan perumahan orangtua Zoe.
__ADS_1
"Lalu bagaiman kamu bisa sampai kerumah ku?" Zoe masih bingung dengan Daren yang tiba-tiba berada si rumahnya, tadinya Zoe meminta bantuan pada Briyan karena ayah angkat nya itu yang dapat menyelamatkan dirinya.
"Papa Briyan meminta tolong pada ku untuk mencari mu, karena Darell sedang bulan madu jadi hanya aku yang bisa membantu nya."
Sedang Zoe hanya bisa ber oh ria saja, kini dirinya lega karena dia tak jadi menikah dengan Rico si lelaki bajingan itu.
*****
Zoe sampai dirumah Briyan, karena Helena menagis dalam telvon meminta Zoe untuk tinggal dirumah orangtua Kalea. Ya sesayang itu Briyan dan Helena kepada Zoe, bukan karena Mama Zoe yang mendonorkan jantung untuk Kalea tapi memang Briyan dan Helena tulus menyayangi Zoe.
"Mama..." Panggil Zoe.
"Zoe, kamu enggak apa-apa nak?" Helena memeluk tubuh Zoe.
"Iya, Zoe baik-baik saja." Ucap Zoe.
"Apa cuma Mama yang di peluk, Papa enggak dipeluk nih." Ucap Briyan.
Zoe melepas pelukan Helena kemudian beralih menuju papa angkatnya itu, secara hukum Zoe sudah resmi menjadi anak angkat Briyan dan Helena karena itu permintaan terkahir dari Karina.
"Makasih ya Paa, sudah bantuin Zoe." Ucap Zoe.
Briyan terdiam tak tau apa yang di katakan oleh Zoe, sebab dirinya belum membantu anaknya dirinya beniat menjemput Zoe besok pagi dengan membawa semua bukti yang bisa memenjarakan Rico.
Tetapi kebingungannya terjawa dikala Briyan tak sengaja menangkap kode dari Daren, "Ohh, ternyata dia yang menyelamatkan putri ku." Batin Briyan.
"Sudah jangan menangis lagi, mulai sekarang kamu tinggal disini. Lagi pula Papa dan Mama kesepian Killian dan Kalea jarang pulang." Keluh Briyan kepada Zoe, semenjak Killian dan Kalea menikah rumah mereka serasa sepi.
"Iya Paa, Zoe kekamar dulu Paa mau ganti baju." pamit Zoe pada Briyan dan Helena.
Sepeninghalan Zoe, Briyan mengajak Daren untuk berbincang sebentar di ruangan kerja nya.
"Terimakasih nak Daren, kamu telah menyelamatkan putri saya." Ucap Briyan.
"Sama-sama Om, tapi ini tidak gratis om." Ucap Daren dengan senyum licik dibibir nya.
*****
"Sayang, kita harus terus berada di atas ranjang. jangan lupakan projek bayi kembar kita!!" Teriak Darell dari dalam kamar mandi.
"Astaga!! merinding sekali punya suami mesum..." Gumam Kalea.
🤪🤪🤪🤪🤪🤪
__ADS_1
Kira-kira Daren minta imbalan apa ya???
Doakan agar projek bayi kembar Darell berhasil😊😊😊