
Pagi hari Rinjani sudah bersiap akan kemapus setelah dia menyelesaikan pekerjaan rumah, meski setatusnya sebagai kekasih Leonardo tapi Rinjani tidak mau berleha-leha saja.
"Aku akan melihat Om Leon dulu baru aku akan berangkat ke kampus."Ucap Rinjani.
Rinjani keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar kekasihnya, namun saat dia sudah berada di depan pintun kamar Leonardo. Tak sengaja Rinjani mendengar suara Leonardo sedang berbicara di telvon dengan seseorang.
"Iya sweety, aku juga merindukan mu. Aku akan mengunjungi mu nanti, tunggu aku pulang ya sweety."Ucap Leonardo.
Karena Rinjani tidak mau di anggap menguping Rinjani memutuskan untuk langsung berangkat kekampusnya tanpa berpamitan dengan Leonardo.
"Jani tidak menyangka ternyata Om Leon sama saja dengan ayah, bermuka dua dan suka membagi cinta. Apa itu tadi sweety? selingkuhan nya seekor kucing rupanya."Gerutu Rinjani di perjalanan.
Sedang Leonardo yang sudah berpakaian lengkap kini tengah mencari Rinjani, dia kebingungan kenapa Rinjani pergi tanpa pamit.
"Apa Jani sudah berangkat ke kampus? kenapa dia tidak berpamitan dengan ku."Gumam Leonardo.
Karena Leonardo tidak mendapati keberadaan Rinjani akhirnya Leonardo pergi menuju kantornya.
Sedang Rinjani kini tengah menangis di hadapan Mita.
"Mita aku tidak menyangka, jika Om Leon menduakan aku. Kau tau bahkan dia memanggilnya dengan sebutan sweety, dia itu apa kucing atau manusia."Rinjan mengomel di hadapan Mita.
"Iya Jani kau tenang dulu, apa kau yakin itu selingkujan Om sugar mu?"Tanya Mita.
Rinjani melirik Mita ketika dia mendengar julukan Leonardo yang di berikan oleh Mita.
"Om sugar apanya dia itu Om gatel alias ganjen."Ucap Rinjani kesal,"Aku yakin Mita dia itu punya banyak wanita, Bilang nya cinta tau gini aku tinggal dia ke korea."Ucap Rinjani lagi.
"Sabarlah apa kau tidak malu menangisi Om-om, kau kan masih muda jadi kau bisa dong cari daun muda."Ucap Mita.
Mita menyadarkan Rinjani jika dia juga bisa mencari yang lebih dari Leonardo.
"Oke aku akan buktikan pada Om ganjen itu bahwa aku juga bisa cari selingkuhan."Ucap Rinjani.
Akhirnya Mita bisa tenang karena kini telinganya bisa berhenti mendengar rengekan Rinjani yang memekakan telinganya.
"Mita kau kenapa, kenapa kau murung?"Tanya Rinjani, gadis itu baru tersadar jika sahabatnya sedikit berbeda.
"Tidak apa-apa aku hanya sedang mengontrol mulut ku agar tidak asal ceplos."Ucap Mita.
Rinjani mengernyitkan keningnya bingung, Rinjani tau Mita orangnya seperti apa.
Mita adalah gadia ceria walau hidupnya banyak masalah, dan lagi yang membuat Mita unik di mata Rinjani adalah Mita selalu mengatakan sesuatu dengan apa adanya tanpa di buat-buat.
"Maksud mu kamu ingin jadi orang pendiam?"Tanya Rinjani. Mita hanya menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Memang kenapa?"Tanya Rinjani lagi.
"Aku hampir kehilangan pekerjaan ku gara-gara mulut sampah dan tangan lacknat ku ini."Keluh Mita, Mita menekuk wajahnya.
"Maksud mu bagaimana?"Tanya Rinjani bingung.
Akhirnya dengan rasa sedikit malu Mita menceritakan kejadian di apartemen Nion kemarin.
"Hahaha, berarti tangan mu sudah tidak suci lagi dong. Kamu sudah pegang belalai Om-om."Ejek Rinjani.
"Ahhh! Jani jangan ledekin aku dong, akukan tidak sengaja sungguh."Ucap Mita kesal dengan sahabatnya itu.
"Iya maaf, tapi aku pikir kamu tidak perlu menjadi pendiam. Kamu hanya perlu bekerja lebih baik lagi dan jangam ceroboh, lagi pula aku lebih suka Mita yang bicara apa adanya bukan Mita yang pemdiam."Ucap Rinjani.
"Benarkan aku lebih baik begini"Tanya Mita.
"Iya, kau hanya harus lebih berhati-hati saat bekerja, jadilah diri mu sendiri jangan pernah merubah ke unikan dalam diri mu."Ucap Rinjani.
Mita memeluk sahabatanya itu dia tidak menyangka Rinjani telah menjadi dewasa.
"Ayo kita masuk kelas, sebentar lagi kelas akan mulai."Ucap Rinjani.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Di kantor Leonardo sedikit gusar karena Rinjani tidak bisa dihubungi sedari pagi.
Jam menunjukan pukul 1 siang sudah seharusnya Mita pulang kuliah, namun gadis itu masih berdiri di pinggir jalan karena tengah menunggu angkutan umum.
"Hey gadis ceroboh masuklah."Ucap Nion yang kebetulan lewat di depan kampus Mita.
"Om Nion."Mita tidak menyiakan kesempatan bagus ini, Mita naik di kursi penumpanh.
"Kau pikir aku supir mu, pindah kedepan sekarang."Ucap galak Nion.
Mita yang tidak mau membuat kesalahan lagi menuruti perkataan Nion dengan perlahan pindah ke kursi depan dekat Nion.
"Aku akan membawa mu ke rumah sakit, agar kaki mu di obati."Ucap Nion, dan lagi-lagi Mita hanya diam mengangguk.
"Kenapa gadis ini tumben sekali diam."Ucap Nion dalam hati.
Taklama Nion dan Mita sampai dirumah sakit terdekat.
"Ayo turun."Perintah Nion.
Mita pun turun dari mobil dan berjalan perlahan, karena di rasa Mita sangat lambat maka Nion menggendong tubuh mita tanpa aba-aba.
__ADS_1
"Om apa yang Om lakukan, aku bisa jalan sendiri."Ucap Mita.
"Kau jalan nya lambat bisa-bisa rumah sakit ini keburu tutup."Kata Nion.
Mita kembali diam dan hanya menyembunyikan wajah nya di balik jas hitam milik Nion.
"Kenapa tubuhnya ringan sekali, apa dia tidak pernah makan."Gumam Nion dalam hati.
Nion dan Mita sudah masuk ke ruang perawatan.
"Kakinya terkilir ya Bu."Ucap dokter.
"Iya dok, apa kakinya parah?"Tanya Nion.
"Ini harus di bebat pergelangan kaki nya, dan janga beraktivitaa berlebih dengan menggunakan kaki. Istirahat yang cukup selama 1 minggu ya pak, mohon agar istrinya di jaga."Ucap dokter.
"Dia bukan istri saya dok."Ucap Nion.
"Akupun tidak mau jadi istri mu Om."Gumam Mita dalam hati.
Dokter mulai melakukan tindakan dengan
Bebat pergelangan kaki dengan perban elastis. Pembebatan ini bertujuan untuk meredakan bengkak, mengurangi pergerakan, dan menopang.
"Sudah selesai Bu, semoga cepat sembuh."Ucap dokter.
"Terimakasih dok."Ucap Mita.
Mita ingin beranjak dari duduk nya Namun dicegah oleh Nion.
"Aku akan menggendong mu."Ucap Nion.
Akhirnya Nion menggendong Mita dan menuju mobil nya.
"Terimakasih Om."Ucap Mita.
Nion hanya diam dan melanjutkan langkahnya.
"Lebih baik kamu libur bekerja dulu sampai kaki mu sembuh, jangan sampai kaki mu menjadi parah karena bekerja."Ucap Nion.
"Baik Om."Ucap Mita.
"Kenapa kamu dari tadi diam saja, dan kenapa kamu hanya iya-iya saja tidak seperti biasanya bawel?"Tanya Nion.
"Aku hanya tidak ingin membuat masalah dengan mulut ku Om, dan membuat Om emosi."Ucap Mita.
__ADS_1
"Aku tidak keberatan dengan tingkah cerewet mu itu."Ucap Nion .