Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
[Season 2]


__ADS_3

Tepat satu bulan setelah insiden Sisilia yang menyebarkan rumor tak sedap tentang Darell, hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu.


Momen sakral yang akan di laksanakan sekali dalam seumur hidup, baru saja terjadi. Daren telah resmi menjadikan Zoe sebagai istri nya dengan tenggang waktu yang terbilang cepat setelah 3 minggu lalu Daren melamar Zoe dan kemudian setelah satu bulan menunggu kini Zoe benar benar menjadi istrinya.


"Selamat ya Zoe, akhirnya nikah juga."


Kalea memeluk sahabatnya itu dan memberinya selamat, tak disangka sahabat yang sudah dia anggap sebagai saudara telah menikah dengan sang mantan kekasih yang sekarang menjadi adik ipar nya. Jodoh memang penuh misteri.


"Terimakasih Lea, terimkasi atas semua bantuan yang kamu berikan pada ku. Aku sangat menyayangi mu." Ucap Kalea. Tak terasa setetes air mata jatuh membasahi pipinya.


"Jangan bicara seperti itu, kamu adalah saudara ku anak Papa dan Mama juga."


Terkadang Kalea kesal jika Zoe sudah membahas tentang apa yang pernah di berikan Papa dan Mama nya kepada Zoe, seharusnya Kalea dan keluarga nya lah yang harus berterimakasih jika bukan karena jantung milik Ibu nya mungkin Kalea sudah tinggal nama.


Untuk urusan donor jantung, Zoe memang belum mengetahui fakta itu karena itu adalah permintaan sang Mama karena dia tidak mau Zoe selalu terbayang bayang akan masalalu nya yang meninggalkan banyak luka. Biarlah semua ini menjadi rahasia Kalea dan keluarganya.


"Selamat ya Daren..."


Saat Kalea akan menyalami Daren tiba-tiba tangan nya digenggam seseorang dan siapa lagi jika buka Darell si bucin Kalea.


"Jangan setuh dia sayang."


"Ck, kau masih cemburu pada ku kak?" Tanya Daren. Wajahnya sudah berubah sinis.


Dan lagi pula memang jika aku menyalami Daren kenapa? kan tidak mungkin juga cinta lama akan bersemi kembali, ingatlah wahai tuan Darell kita sedang berada di acara pernikahan Daren yang juga adik kandung mu.


"Apa kalian tidak bisa berhenti berkelahi barang sebentar." Ucap ku sedikit kesal. Entah kenapa kakak beradik ini tak pernah akur, rasanya jika sudah berkumpul mereka bukan terlihat seperti pria dewasa tetapi tidak lebih seperti anak Tk.


"Dia duluan yang selalu mengajak ku adu mulut." Dumel Darell.

__ADS_1


Semakin lama Darell semakin seperti anak bayi, aku telah mengamati sedikit perubahan sikapnya selama sebulan belakangan ini. Terkadang Darell akan merajuk jika aku berbicara atau tersenyum kepada seseorang entah itu pria atau wanita dia akan membungkam mulut nya sampai aku merayunya agar dia tidak marah, dan yang anehnya lagi Darell selalu saja suka makan pedas karena selama ini hanya aku yang suka makan pedas sedang Darell mencicipi makanan dengan satu cabai saja dia sudah berkeringat dan menyerah.


Aku terkadang pusing dengan sikapnya yang suka berubah apa lagi dengan mood nya yang tidak menentu, terkadang dia bisa ceria tetapi sedetik kemudian dia bisa menangis bahkan penyebab dia menangis hanya hal sepele contohnya saat dia melihat film kartun dan salah satu tokoh yang dia suka sedang jatuh dia akan menangis mendramatisir adegan itu.


"Ayo kita menyingkir sebelum kamu membakar gedung ini." Aku menarik tangan nya menjauh dari panggung pelaminan tujuan ku hanya satu tempat duduk yang sudah di sediakan, aku rasanya ingin segera duduk karena perut ku terasa tidak nyaman.


"Kamu kenapa sayang, kenapa kamu berkeringat di ruangan ber AC ini." Darell mengusap keringat yang ada di dahi ku, mungkin karena aku terlalu menahan rasa tidak enak di perut ku jadi aku berkeringat.


"Tidak aku hanya haus saja." Terpaksa bohong. percaya pada ku jika aku mengatakan perut ku sedang sakit mungkin ambulan akan datang dalam lima menit.


"Aku akan mengambilkan minum untuk mu, jangan kemana mana tetap disini." Itu perintah jadi jangan melanggarnya jika tidak ingin gedung dengan dua puluh lima lantai ini luruh lantah karena amukan Darell.


Sementara itu sepasang wanita dan pria baru saja memasuki aula pernikahan Daren, lelaki itu mengenakan setelan jas hitam dengan rambut tertata rapih memperlihatkan keningnya dan pierching di alis sebelah kirinya dia sangat tampan dan mempesona.


Wanita di sebelah lelaki itu pun tak kalah cantiknya, dengan gaun hitam selutut dan rambut panjang hitam legam bergelombang yang di biarkan tergerai menambah kecantikan wanita tersebut, dandanan nya tidak terlalu glamor namun menampilkan kesan elegan. Mereka adalah Zeron dan Violeta, kalian tak taukan Violeta adalah kakak tingkat Kalea dan Zoe saat di kampus mereka memang tidak dekat hanya saja pernah bertemu di beberapa acara yang mengharuskan mereka untuk berkomunikasi dan hanya sebetas junior dan senior di kampus.


"Ehmzz, selamat atas pernikahan mu kak Daren." Zeron memberi selamat pada Daren.


Zeron mendengus kesal saat Daren mengatainya bocah tengik, dia sungguh tak suka dengan nama panggilan itu.


"Selamat ya kakak ipar, pesan ku hanya satu jika kak Darell jahat pada mu. Kau bilang saja pada ku, aku akan menghajar nya sampai dia tidak bisa apa-apa." Ucap Zeron dan di susul dengan cengiran.


Bugh!!!


Tebak siapa yang berani memukul kepala Zeron, tentu saja Violeta hanya gadis ini yang berani pada Zeron.


"Hey, anak nakal apa kamu mau membuat pengantin baru ini menjadi janda muda!" ucap Violeta, sementara Zeron hanya diam mengelus kepalanya yang barusaja di pukul Violeta.


"Maaf kan anak yang otak nya sebesar ketumbar ini, dan semoga pernikahan kalian bahagia sampai maut memisahkan." Ucap Violeta, setela memberi salam dan ucapan pada kedua pengantin. Violeta buru-buru menarik Zeron menjauh dari kedua mempelai pengantin sebelum ada baku hantam antara Zeron dan Daren.

__ADS_1


"Kaaa, kenapa sih memukul kepala ku di depan kak Daren." Kesal Zeron. Kini harga dirinya sudah jatuh di hadapan Daren dan dia bisa pastikan Daren akan mengejeknya jika bertemu nanti.


"Kau memang pantas di hajar bocah..." Ucap Violeta. Gadis itu sudah mendudukan bokong nya di salah satu meja yang tersedia.


"Ckk..." Zeron berdecak kesal.


Saat keduanya sedang asik menikmati hidangan yang di sediakan, seorang pria mendekat kerah Zeron dan Violeta yang tengah asyik saling menyuap lebih tepat nya Violeta yang aktif menyuapi Zeron.


Itulah kebiasan Zeron jika sedang bersama Violeta dia akan bertingkah seperti remaja SMA pada umumnya, manja.


"Jadi ini disebut apa? perselingkuhan?" ucap seorang lelaki, lelaki itu memiliki wajah tegas berwibawa dan lesung pipi yang menabah ketampanan nya.


"Reganza..." Ucap Violeta.


Violeta menatap tak suka kearah Reganza, sementara Zeron tak perduli dia masih saja sibuk memainkan game nya di handphone nya.


"Kak suapi aku, aku belum kenyang..." Rengek Zeron tanpa mempedulikan tatapan tajam dari Reganza.


Reganza Emilliano, putra pertama dari pasangan Gavin Emilliano dan Alana Emilliano. Reganza adalah pria yang di gadang gadang akan menjadi calon tunangan Violeta, namun Violeta menentang pertunangan itu hingga kabur dari rumah orangtuanya.


"Ini buka mulut mu Zeron." Violeta dengan telaten menyuapi Zeron dan Zeron sukses cosplay jadi bayi besar.


"Siapa dia leta?" Reganza mengepalkan tangan nya menahan amarah, Reganza mungkin pernah memiliki kesalahan di masalalu Violeta dulu saat masih di bangku SMA Reganza sempat akan memperkosa Violeta karena obssesinya. Namun dalam lubuk hati yang terdalam Reganza sangat menyayangi Violeta.


"Dia kekasih ku..." Ucap Violeta dengan santai.


"Hahaha, kau bercanda. Kau pacaran dengan remaja..." Reganza tertawa remeh dengan pandangan mengarah ke Zeron yang masih saja fokus pada permainan game nya.


"Selera ku memang daun muda, bukan pria tua yang akan di jodohkan dengan ku." Ucap Violeta dengan nada sedikit menghina.

__ADS_1


Reganza di bilang tua, buta memang Violeta ini tapi cinta kan memang buta. Ehh memang Violeta cinta pada Zeron???


__ADS_2