Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Menemukan Fay


__ADS_3

Mark tiba di sekolah Fay, laki-laki itu mematikan mesin mobilnya, lalu menghampiri wanita yang berdiri di depan gerbang sekolah Fay dengan wajah cemas.


"Micell..."Panggil Mark.


Micell melihat ke arah sumber suara, setelah tau siapa yang memanggilnya. Wanita itu berjalan menuju laki-laki itu dan memeluk nya.


"Fay hilang, dia enggak ada di sekolah Pak."Ucap Micell.


"Iya kamu tenang ya, aku akan hubungi Leonardo untuk lacak keberadaan Fay."Ucap Mark.


"Aku takut Fay kenapa-napa."Gumam Micell.


"Kamu tenang ya, Fay anak yang kuat dia anak pemberani. Dia akan baik-baik saja."Ucap Mark, laki-laki itu menenangkan Micell agar dia tidak panik lagi.


Mark menghubungi Leonardo, Mark memerintahkan Leonardo untuk datang ke sekolah Fay dan memeriksa CCTV sekolah.


Tak lama kemudin Leonardo tiba di sekolah Fay dia langsung memeriksa CCTV dan mulai melacak mobil yang membawa Fay.


"Tuan Mark, saya menemukan titiknya."Ucap Leonardo.


Mark menatap Leonardo,"Apa kau yakin di sana titiknya?"Tanya Mark.


Mark tau alamat siapa yang di tunjukan Leonardo kepadanya.


"Iya Tuan, ini mobil dan plat yang sama. Nona Fay dibawa ketempat itu."Ucap Leonardo.


Mark yang telah mengetahui dimana Fay berada, laki-laki itu langsung pergi menuju tempat yang telah di tunjukkan Leonardo.


"Pak bagaimana apa sudah di temukan di mana Fay berada."Tanya Micell.


"Iya, kita akan menuju kesana. Kamu tenang ya jangan cemas, Fay pasti baik-baik saja."Ucap Mark, Mark melihat bahwa Micell benar-benar cemas.


Mark melajukan kendaraan nya dengan kecepatan sedang, laki-laki itu mengendarai kendaraan nya dengan satu tangan. Sedang tangan yang satunya menggenggam tangan Micell, agar Micell sedikit lebih tenang.


"Tuhan lindungi Fay, semoga kamu baik-baik saja nak."Gumam Micell dalam hati.


Mark menghentikan mobil nya tepat di depan gedung dengan desain modern dan elegan.


"Apa Fay di sekap di sini?"Tanya Micell, wanita itu merasa ada yang aneh kenapa Fay di sekap di Mansion yang begitu bagus. Kenapa berbeda dengan yang dia baca di novel, biasanya penculik akan membawa korbannya ke gedung tua di tengah hutan.


"Ayo kita masuk."Ucap mark, Mark menggenggam tangan Micell dan menuntunnya masuk kedalam Mansion.

__ADS_1


Micell semakin cemas karena berfikir penculiknya sangat kaya, dia tidak mungkin meminta tebusan uang. Micell berfikir penculik itu akan mengambil organ tubuh Fay untuk eksperimen.


"Bagaimana jika ginjal Fay di ambil, lalu mata nya dan kemudian hatinya."Gumam Micell dalam hati.


Namun seketika dia terkejut saat melihat anak kecil tengah duduk sanatai dengan mangkok es krim di tangan nya.


"Fay..."Panggil Micell.


Fay yang merasa nama nya di panggil, menoleh dan terkejut. Karena Pipi dan Momy nya ada di sana.


"Momy..."Fay meletakan mangkuk es krimnya lalu berjalan menghampiri Micell.


"Sayang kamu tidak apa-apa nak?"Tanya Micell, Micell memsejajarkan tubuhnya dengan tinggi Fay dan memeluk tubuh Fay. Air matanya meluncur bebas dari pelopak matanya.


"Momy kenapa menangis? apa Momy sakit?"Tanya Fay.


"Kamu tidak apa-apa, apa penculiknya menyakiti mu sayang."Micell memutar tubuh Fay, dia memeriksa setiap inci tubuh Fay.


"Tenanglah, Fay tidak di culik."Ucap Mark.


Micell yang mendengar ucapan Mark langsung mendongak dan menatap wajah Mark seraya menuntut penjelasan dari Mark.


Kini mereka tengah berada di ruang keluarga di kediaman Yudistira, yang membawa Fay adalah Yudistira itu adalah permintaan putrinya Camelia.


(Bagi yang belum tau siapa Yudistira dan Camelia bisa baca Novel author yang judulnya Jodoh ku sekretaris ku)


"Jadi Fay tidak di culik?"Tanya Micell.


Semua orang yang ada diruangan itu menatap Micell dan tersenyum, mereka senang akhirnya Fay mendapat calon Momy yang benar-benar menyayangi Fay.


"Maaf ya Micell jika kita membuat mu cemas."Ucap Mutia.


"Emm, tidak apa-apa Bu Mutia."Ucap Micell.


"Jangan panggil Ibu, panggil saja Kakak."Ucap Mutia lagi.


Sementara itu Fay tengah bermain dengan Camelia di taman depan.


Sedang Mark hanya menatap tajam Yudistira, jika tidak ada anak-anak di sekitarnya mungkin Mark sudah menghajar Yudistira.


"Kau biasa saja melihat ku, aku tau aku ini tampan. Tapi jangan sampai bola mata mu jatuh."Ucap Yudistira mengejek Mark.

__ADS_1


"Ck, aku sedang kesal dengan mu. Kenapa kau tak minta izin jika kau mau membawa Fay, kau hampir membuat ku meruntuhkan bangunan sekolah Fay."Ucap Mark.


"Inikan kejutan untuk mu, agar kamu mau kerumah ku. Jika aku meminta izin aku yakin kau hanya mengantar Fay hanya sampai di depan gerbang Mansion ku tanpa masuk lebih dahulu."Ucap Yudistira.


Mark hanya memutar bola matanya jengah, dia benar-benar malas menghadapi suami dari sahabatnya itu.


Sementara itu di kantor Helena, wanita itu tengah emosi saat berhadapan dengan seorang wanita yang menyebalkan.


"Aku harap kamu dapat menjauhi Briyan, karena aku dan Briyan masih pasangan suami istri yang sah."Ucap Viona, Mama kandung Natsya yang tega meninghalkan Natasya 3 jam setelah dia di lahirkan.


"Jika aku tidak mau kau mau apa?"Tanya Helena.


Viona yang di tantang oleh Helena merasa sangat emosi.


"Aku akan membuat perhitungan dengan mu, kau hanyalah wanita murahan yang hanya mengincar harta Briya."Ucap Viona


Rupanya Viona belum tau siapa Helena, Helena adalah anak dari Tuan Remora ahli waris satu-satunya keluarga Remora.


"Aku bukan kamu, yang rela meninggalkan bayi mungil hanya demi harta."Ucap Helena.


Perkataan Helena sempurna membuat darah Viona mendidih.


"Kau!! berani sekali kau berkata seperti itu dengan ku."Viona ingin melayangkan tamparan kepada Helena, namun Helena dengan sigap mencekal tangan Viona.


"Jangan sekali-kali kamu menyentuh wajah ku, aku tak sudi tangan kotor mu menyentuh kulit suci ku."Ucap Helena penuh penekanan.


Helena menghempaska Tangan Viona dengan kasar.


"Akhhh..."Rintih Viona.


"Sial!! ternya wanita ini tidak bisa di remehkan, aku tidak akan menyerah sampai aku menjadi istri Briyan lagi. Aku harus bisa merebut Briyan dan menguasai hartanya."Gumam Viona.


Viona meninggalkan ruangan Helena dengan langkah tergesa.


"Ahhh, wanita tidak tahu diri. Kau mau bersaing dengan Helena Remora jangan harap kamu bisa menang dariku."Gumam Helena.


Helena menatap keluar jendela perusahaan nya, wanita itu melihat ke arah langit yang putih bersih.


"Natasya sayang Mama rindu kamu nak, bahagia di sana sayang. Mama akan jaga Papa kamu."Gumam Helena dalam hati.


Helena melanjutkan pekerjaan nya yang masih menumpuk, sungguh iya sangat ingin beristirahat karena akhir-akhir ini dia merasa mudah lelah.

__ADS_1


__ADS_2