
Kalea sudah bermaksut untuk tidak menampakan dirinya di depan lelaki yang sangat dia hindari, namun ternyata takdir tidak berpihak padanya.
Di ruangan meeting Kalea menatap sinis kearah lelaki yang dulu pernah ada di hatinya, catat ya! dulu! sekarang semua hanya kenangan.
Zoe yang merasa suasana yang tidak baik berusaha menyadarkan Kalea.
"Lea, udah jangan di pelototin." Bisik Zoe.
"Emmm, enggak si gue cuma kayak liat sampah aja."
Meeting pun di mulai, Darell yang awalnya acuh dengan pandangan Kalea yang menatap sinis ke arah Daren sedikit bertanya, ada apa dengan mereka?
"Ada apa dengan mereka." Batin Darell.
Satu jam meeting telah usai, kini diruangan itu hanya tersisa 4 manusia. Ya, Kalea yang masih duduk di samping Zoe dan Darell yang juga duduk di samping Daren.
"Kalea." Panggil Daren, lelaki itu tidak bisa menahan untuk tidak memanggil wanita yang masih mengisi hatinya.
"Iya, ada apa ya Pak?"
Kalea menjawab dengan formal, dia merasa bahwa harus bersikap profesional di lingkungan kerjanya.
Sedang Darell hanya melihat interaksi adik dengan istrinya dengan kepala yang penuh pertanyaan.
"Maaf..." Daren menunduk.
"Maaf? untuk apa ya Pak, saya rasa tidak ada kesalahan di antara kita." Ucap Kalea masih menggunakan bahasa formal.
Zoe yang merasa keadaan semakin tidak baik menarik tangan Kalea untuk meninggalkan ruang meeting.
Greppp
Tangan Kalea di cekal oleh Daren, "Maafkan aku..." lirihnya.
Darell yang melihat itu rasanya ingin sekali menghajar Daren, tiba-tiba dia tidak suka jika ada yang menyentuh tangan istrinya.
"Lepasin tangan Gue! b*ngs*t!"
Kalea sudah tidak bisa untuk tidak berkata kasar, biarlah suami nya juga tau sifat bar-bar yang dia sembunyikan selama ini.
"Sabar Lea..." ucap Zoe dengan mengelus lengan Kalea.
"Orang kayak gini enggak bisa di sabarin Zoe." ucap Kalea dengan menatap Zoe, kemudian menatap kearah Daren. "Elo mau apa lagi haa? belum puas lo ngancurin hidup gue!"
Lagi-lagi Darell hanya diam, lelaki itu mau tau apa yang sebenarnya terjadi di antara adik dan istrinya itu.
__ADS_1
"Gue salah, iya salah. tapi gue mohon kembali sama gue, gue masih cinta sama elo." Ucap Daren, menyesal sudah pasti itu yang Daren rasakan. Bodoh mungkin memang kata yang pantas menggambarkan seorang Daren Yoon, tanpa pamit dan tanpa sebab dia pergi meninggalkan Kalea begitu saja.
"Dua tahun, gue memendam sakit hati ini. Elo tau apa sama rasa sakit gue? elo gk tau Daren! jadi gue mohon jangan ganggu gue lagi."
"Enggak Lea! aku yakin kamu masih mencintai aku, ayo kita mulai dari awal lagi." Ucap Daren dengan mata yang berkaca-kaca.
"Gue udah enggak cinta sama elo lagi, asal elo tau gue udah punya suami dan gue mencintai suami gue." Kalea keluar dari ruangan meeting tanpa menghiraukan panggilan dari Daren.
Sedangkan Darell, lelaki itu mematung saat telinganya mendengar kata cinta dari mulut istrinya. Sudut bibirnya berkedut.
"Benarkah dia sudah mencintai ku." Batin Darell.
Daren mengejar Kalea sampai keruangan nya.
"Kalea dengerin gue dulu."
"Apa sih, gue udah bilang. Kita udah selesai." Ucap Kalea ketus.
"Cukup Daren, dia itu istri ku. Kakak ipar mu."
Darell mengikuti langkah Daren yang pergi ke ruangan Kalea, bohong jika tidak ada rasa sesak di hati Darell. Lelaki itu hanya belum sadar saja jika mungkin dia sudah tertarik dengan istrinya.
"Apa! tidak, itu tidak mungkin. Kalea katakan itu bohongkan?" Tanya Daren dengan mengguncang tubuh Kalea.
Darell menarik tubuh Kalea dan memeluk nya.
"Ja-jadi kalian benar sudah menikah?"
Daren menatap tajam kearah Darell, "Kakak taukan aku memcintai Kalea, kenapa kakak malah menikahinya."
"Jadi dia adik Darell?" batin Kalea.
"Mana aku tau jika wanita yang di jodohkan dengan ku adalah mantan kekasih mu, lagi pula ku pikir nama Kalea itu pasaran."
Bughhh...
"Awww, kau apa-apaan memukul ku."
"Enak saja nama ku pasaran!" kesal Kalea.
Suasana sedikit tenang, namun tidak dengan tatap Daren yang sangat tajam menatap kearah Kakak nya.
"Mau ku colok mata mu!" ancam Darell.
Kalea menghela nafasnya, sungguh sial nasip nya. Bagaiman bisa dia menikahi lelaki yang tetnyata itu adalah kakak dari mantan nya.
__ADS_1
"Jadi aku harap kamu tidak mengejar ku lagi Darell, aku sudah melupakan tentang kita yang dulu. Dan aku mohon terimalah aku sebagai kakak ipar mu." Ucap Kalea dengan nada suara yang bersahabat.
"Ingat kak, jika sekali saja aku melihat mu menyakiti Kalea. Saat itu juga aku akan membawa Kalea jauh dari mu!"
Setelah memberi ancaman kepada Kakak nya, Daren memutuskan untuk pulang ke Mansion nya. Lelaki itu memilih untuk menenangkn perasaan nya, bohong jika tidak nyeri di sudut hati nya.
Gadis yang selama ini dia sayangi, gadis yang selama ini menjadi alasan untuk kembali kenegaranya dan gadis yang selama ini menjadi alasan dia tetap sendiri. Kini hanya ada penyesalan karna gadis yang selalu membuat dia banyak alasan bertahan hidup telah menjadi milik kakaknya.
Tidak akan sesakit ini jika dia bukan kakak nya sendiri, karena jika dia oranglain mungkin Daren akan melakukan berbagai cara untuk merebut Kalea.
"Hahaha, aneh sekali. Dulu aku kekasih nya orang yang paling dicintai setelah orangtua nya namun sekarang dia menjadi kakak ipar ku."
Tawa dengan selingan perkataan yang terdengar pilu itu berubah menjadi isakan, menyesal sangat menyesal itu yang di rasakan Daren.
Sementara itu Kalea masih harus menjelaskan sesuatu yang berhubungan dengan Daren kepada suaminya.
"Kenapa kamu tidak bilang jika kamu dan Daren ada cerita cinta." Tanya Darell.
"Elo enggak nanya sama gue, dan gue mana tau kalau Daren sialan itu adik elo." Batin Kalea.
"Menurut saya ini bukan hal penting."
"Maaf Pak, saya harap jangan di bahas lagi dan saya mohon segera keluar dari ruangan saya. Saya mau kerja Pak."
Kalea tanpa babibu, langsung saja mendorong Darell agar keluar dari ruangan nya. Kemudia mengunci ruangannya dari dalam.
"Ini kantor saya, kalau kamu lupa." Teriak Darell dari luar.
Darell merasa harga diri sebagai Boss dan suami tersakiti.
"Huffttt, adiknya aja udah bikin gue setres jangan samapai kakak nya juga bikin gue tambah setres."
"Lagian kok bisa gue nikah sama kakak nya Daren, salah gue juga si pas pacaran kenapa enggak sekalian aja gue kenalan sama keluarga Daren."
Kalea bermonolog sendiri, mungkin hanya makhluk halus saja yang bisa mendengarkan ocehan nya.
Jam kantor telah usai kini semua karyawan telah bersiap untuk pulang.
"Lea, lo gk papa kan?" Tanya Zoe.
"Iya gk papa gue."
"Elo beneran udah move on dari Daren?"
"Iya beneran, lo enggak usah khawatir gitu. Lagian gue udah nikah juga enggak mungkinkan gue minta cerai terus balikan sama Daren." Ucap Kalea dengan mengerakkan alis nya.
__ADS_1