
“Zane, kita mau kemana?” tanya Zidney, gadis yang telah mengganti setatus menjadi seorang istri itu. Merasa bingung dengan suaminya, setelah peroses pernikahan selesai Zane membawa Zidney pergi.
“Kamu tenang saja sayang.” Ucap Zane dengan mengerlingkan sebelah mata nya.
“Kenapa perasaan Zi jadi tidak enak ya.” Batin Zidney.
Zane melajukan kendaraan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju tempat yang sudah dia persiapkan.
“Ayah dan Pipi. Maafkan Zane harus melanggar perjanjian.” Ucap Zane dalam hati.
Setelah 2 jam menempuh perjalanan Zane dan Zidney akhirnya sampai di sebuah ruamah kecil dengan pemandangan danau yang sangat indah.
“Wah, indah sekali Zane.” Ucap Zidney.
“Kamu suka sayang?” tanya Zane.
Zidney memandang Zane dengan senyuman di bibirnya, “Iya, Zi suka sekali.” Ucap Zidney.
Zane membawa istrinya masuk kedalam rumah yang sudah dia hias agar Nampak cantik, saat pintu sudah terbuka Zane dan Zidney masuk kedalam dan betapa terkejutnya Zidney melihat pemandangan ruang yang sudah di hias bak istana.
“Apa ini Zane? Indah sekali rumahnya.” Ucap kagum Zidney.
“Ini untuk perayaan malam pertama kita.” Ucap Zane, Zidney yang mendengar kata malam pertama seketika tubuhnya mematung, gadis itu merasakan hawa dingin yang menyerah seluruh tubuhnya.
“Ma-malam pertama apa Zane?” tanya Zidney.
“Malam pertama untuk ku dan kamu tidur bersama sayang.” Bisik Zane.
“Ta-pi bukankah kita telah menyepakati tidak akan melakukan itu sebelum Zidney berumur 20 tahun.” Ucap Zidney.
“Apa kamu tidak mau melakukaknnya? Bukankah peraturan dibuat untuk dilanggar.” Ucap Zane yang sudah memeluk tubuh Zidney dari belakang.
“Ta-tapi Zane, Zidney takut di marah Ayah sama Bunda.” Ucap Polos Zidney.
“Sayang…” Zane meniup bagian belakang tengkuk Zidney, itu membuat Zidney merasakan sesuatu sensasi yang membuat jantungnya berdegub.
“Apa kamu tidak mau melakukannya dengan ku, dengan suami mu.” Bisik Zane.
“Emmm, Zidney takut Zane.” Ucap polos Zidney.
Zane membalikan tubuh Zidney agar mengghadap kearahnya, “Sayang lihat dan dengarkan aku, apa kamu tidak percaya dengan ku? Apa kamu meragukan ketulusan cinta ku? Kita akan membangun keluarga kecil kita dan melewati semua suka dan duka bersama-sama.” Ucap Zane dengan menatap dalam kerah bola mata Zidne.
Zidney yang melihat ketulusan di mata Zane dan melihat bahwa tidak ada kebohongan dimata Zane.
“Tapi Zi tidak tau caranya.” Ucap Zidney polos.
Zidney adalah gadis polos yang belum tersentuh oleh adengan 21+ atau adegan dewasa.
__ADS_1
“Nasip punya bini polos banget begini,” Batin Zane.
Zane menuntun Zidney untuk berbaring di atas ranjang tempat tidur yang bertabur dengan kelopak Bungan mawar, Zane menindih tubuh Zidney menatap dalam-dalam kerah mata Zidney.
“Apa kamu siapa melakukan nya sayang? Aku tidak akan memaksa jika kamu belum siap.” Ucap Zane dengan nada lirih.
“Apa yang harus Zidney lakukan, Zi takut ayah sama Bunda marah tapi Zi juga tidak mau mengecewakan Zane.” Batin Zidney.
Dengan pertimbangan yang sangat sulit Zidney mengangguk malu, wajahnya bak kepiting rebus karena memerah. Ini adalah pengalangam pertamannya.
“Aku akan memulainya tahan sebentar ini akan sakit tapi hanya sebentar.” Bisik Zane.
“Apa akan sangat sakit?” tanya Zidney dengan cemas.
“Hanya sedikit.” Ucap Zane.
Zane mencium bibir mungil Zidney sebagai pemanasan lalu perlahan tangan nya meraba kearea dada Zidney, semua sentuhan Zane berhasil membuat Zidney merasakan sensai yang baru pertamakali Zidney rasakan.
Perlahan Zane membuka satu persatu kancing kemeja Zidney, Zane menelan air liurnya saat melihat penampakan dada milik Zidney yang masih terbalut bra itu.
“Ini sudah cukup besar ukurannya di gegaman ku.” Batin Zane.
Zane menyesap p*t*ng milik Zidney dengan perlahan karena Zane tidak mau membuat Zidney ketakuta.
“Akhhh…” desah Zidney.
Kini Zidney sudat tidak mengenakan sehelai benang karena Zane perlaham melucuty pakaian yang di pakai Zidney.
“Ahhh Zane, Zidney malu.” Ucap Zaidney dengan menutup area sensitifnya.
“Jangan malu sayang, karena kita akan sering melakukannya.” Ucap Zane dengan senyum nakalnya.
“Sayang ini baru pemanasan, aku akan melakukan bagian intinya.” Ucap Zane.
Zane membuka semua bajunya dan kini mereka sama-sama tidak mengenakan pakain sama sekali.
“Tubuhnya sangat menggoda.” Batin Zane.
Zane mebuka kedua kaki Zidney, dan matanya terbelalak saat melihat pusat surgawinya yang berwarna merah jambu.
“Sayang aku akan memulainya.” Ucap Zane.
Zidney hanya mengangguk pasrah dengan apa yang di lakukan oleh Zane, karena Zidney diam-diam juga mulai menginginkannya.
Zane mulai melakukan adegan dewasa pada Zidney.
“Akhhhh… sakit Zane.” Rintih Zidney saat sesuatu telah menerobos masuk keare sensitivnya.
__ADS_1
“Ini tidak akan lama sakitnya sayang, setelah ini kamu akan merasakan nimatnya bercinta.” Ucap Zane.
Zane m*l*m*t habis bibir ranum milik Zidney dan melanjutkan kegiatan ranjang mereka.
Sementara itu di Mansion Zidney para orangtua merasa sangat kesal denga napa yang di lakukan anak-anaknya.
“Ayah bagaimana ini?” tanya Tania dengan cemas.
“Ayah juga tidak tau Bun, anak buah Ayah tidak bisa menemukan mereka.” Ucap Rehan putus asa.
Mark dan Micell merasa bersalah dengan kelakuan anak mereka, kedua keluarga itu sangat stress stelah mendapati sepucuk surat yanga berisi.
Untuk semua orangtua.
Zane dan Zidney akan pergi untuk menjalankan tugas negara dan agama.
Dari
Pengantin baru.
Surat itu di temukan Tania tertempel di kaca rias milik Zidney, mereka sangat bingung entah bagaiman kedua anaknya bisa lolos dari pengawasan para orangtua.
“Rehan maafkan anak ku, mungkin ini ulah Zane.” Ucap Mark dengan malu.
“Hufftt… sudahlah tidak ada yang perlu meminta maaf dan di maafkan, ini adalah jalan hidup mereka dan kita sebagai orangtua hanya bia mendoakan dan mendukung mereka.” Ucap Rehan.
Namun tak berapa lama telvon Rehan berbunyi, “halo…” ucap Rehan.
Ternyata Rehan mendapat televon dari pihak ruamah sakit, setelah mendapat telvon Rehan dan juga yang lainnya bergegas menuju rumah sakit.
Sesampainya di sana mereka semua terburu-buru menuju ke ruangan dimana Luna di rawat.
“Ayah, Bunda sungguh tidak mau kehilangan Luna.” Ucap Tania.
“Sabarlah sayang kita serahkan pada Tuhan.” Ucap Rehan.
Sementara itu, Killian telah terbang kenegara yang di pilih oleh orangtuanya untuk menempuh pendidkannya.
Nampak raut sedih di wajah Killian, “sayang apa kamu sangat tidak ingin melakukan ini?” tanya Helena, Helena sebagai Ibu merasa sangat sedih melihat putranya seperti tidak memiliki semangat hidup.
“Tidak Mam… Killian hanya sedang kepikiran Luna.” Ucap Killian.
“Sayang percayalah Luna akan sembuh dan akan kembali pada mu, ingat kamu melakukan ini demi menghindari rencana perjodohan konyol kakek mu.” Ucap Helena.
“Iya Mam.’’ Ucap Killian.
Killian menatap kearah awan berwarna putih bersih, “Luna aku akan kembali untuk mu.” Batin Killian.
__ADS_1