Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Terjadi lagi


__ADS_3

Helena telah kembali ke Mansion nya, wanita itu kini tengah menikmati waktu santainya pasca di rawat di rumah sakit.


"Ahhh, enak juga di rumah santai tanpa harus memikirkan pekerjaan dan meeting."Gumam Helena.


"Sayang Mama sagat beruntung memiliki kamu, karena kamu hadir di rahim Mama. Mama jadi memiliki laki-laki yang sangat menyayangi Mama."Ucap Helena, wanita itu mengelus perutnya.


Baru kali ini Helena di bebas tugaskan dari urusan kantor oleh Dadynya, semua urusan kantor di alihkan ke Briyan semua selama masa kehamilah Helena.


Sementara itu di kediaman Leonardo, gadis manis dengan rambut terurai bebas tengah memasak di dapaur Leonardo.


"Kata Bunda jika memasak itu harus dengan hati, bair masakan nya penuh cinta."Ucap Rinjani.


Leonardo yang barus menyelesaikan sesi olahraganya, turun kelantai bawah untuk melihat apa yang di lakukan Rinjani.


"Gadia aneh itu sedang apa?"Gumam Leonardo.


Leonardo memperhatikan setiap gerak gerik Rinjani, Rinjani nampak fasih dalam hal memasak.


Bagaiman tidak fasih, jika Rinjani sudah biasa melakukan itu dirumah nya sendiri. Bahkan dia harus menjadi pembantu di rumahnya agar dia mendapat jatah makan dan biaya sekolah.


"Kau masak apa?"Tanya Leonardo.


"Jani sedang memasak nasi goreng udang Om."Ucap Rinjani.


Leonardo hanya menganggukan kepalanya dan berjalan menuju meja makan.


"Om mau sarapan sekarang?"Tanya Rinjani.


Leonardo hanya mengangguk tanpa melihat ke arah Rinjani.


Rinjani yang sudah selesai memasak gadis itu kemudian menyiapkan sarapan untuk Leonardo.


"Silahkan Om."Ucap Rinjani.


Setelah Rinjani menyiapkan makanan untuk Leonardo, Rinjani membalikan tubuhnya untuk kembali kedapur.


"Kau mau kemana?"Tanya Leonardo.


Rinjani menghentikan langkahnya,"Mau sarapan di dapur Om."Ucap Rinjani.


Leonardo mengernyitkan keningnya bingung, fikir Leonardo kenpa harus makan di dapur bukan kah disini tempat makan.


"Kenapa makan di dapur?"Tanya Leonardo.


"Biasanya Jani makan di dapur Om, soal nya ayah sama Mama selalu bilang Rinjani tidak pantas makan di ruang makan."Ucap Rinjani.


"Orang tua macam apa yang memperlakukan anak nya dengan sikap seburuk itu."Gumam Leonardo dalam hati.


"Makanlah disini, mulai sekarang kau harus menemani aku makan."Ucap Leonardo.


Rinjani menuruti perkataan Leonardo, gadis itu duduk di samping Leonardo. Dan mereka memulai acara sarapan pagi mereka.


"Setelah makan tolong siapkan semua perlengkapan kantor saya."Ucap Leonardo.

__ADS_1


Laki-laki iti berjalan meninggalkan meja makan dan menuju ke kamarnya untuk mandi.


"Om harus pakai kemeja warna apa ya?"Gumam Rinjani.


"Sepertinya ini cocok untuk Om."Gumam Rinjani lagi.


Rinjani menjatuhkan pilihan nya pada setelan jas berwarna merah maroon, dia juga menyiapkan semua pakaian dalam milik Leonardo.


Bagi Rinjani ini adalah kegiatan yang sudah biasa karena setiap hari dia juga menyiapkan kebutuhan kantor untuk ayah nya.


"Sudah selesai, kini saatnya aku mandi dan bersiap ke sekolah."Ucap Rinjani.


Sementara itu Leonardo telah menyelesaikan acara mandinya, laki-laki itu sedikit terkejut melihat baju beserta dalaman yang di siapkan oleh Rinjani.


"Sepertinya dia sudah terbiasa, seleranya boleh juga."Ucap Leonardo.


Mereka berdua sudah siap dengan seragam mereka masing-masing.


"Aku naik apa kesekolah, mana jaraknya jauh sekali. Andai aku punya motor pasti menyenangkan."Gumam Rinjani.


"Jani kau naik taxi ya, aku tidak bisa mengantar mu. Ini uang saku mu."Leonardo memberi uang 100 ribu lima lembar kepada Rinjani.


"Wah, Om ini terlalu banyak. Aku hanya butuh 50 rb saja."Ucap Rinjani.


Tapi karena uang nya hanya ada lembaran 100 ribu, maka Rinjani mengambil uanga 100 ribu satu lembar dan pergi.


"Dasar gadis aneh."Ucap Leonardo.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


"Momy, Fay suka nya yang warna Gold ini Mom."Ucap Fay, Gadis kecil ini juga tidak mau tertinggal.


"Benarkah bagus sayang?"Tanya Micell, Micell selalu saja setuju dengan pilihan Fay, karena menurut nya semua pilihan Fay memang bagus.


"Iya Mom, menurut Fay ini tidak terlalu mewah dan pasaran."Ucap Fay.


"Wah anak Momy sudah besar ya."Ucap Micell.


Fay hanya tersenyum seraya menganggukan kepalanya.


"Cucu Oppa ada di sini ternyata."Ucap Tuan Raynan.


Kini Tuan Raynan sudah berdamai dengan Mark beliau sudah menerima semua masalalu Mark dan menerima semua perbuatan Mark di masalalu.


"Oppa baru pulang ya?"Tanya Fay.


Gadis kecil itu berlari menghampiri Oppa nya.


"Iya dong, kan Oppa mau ketemu sama cucu Oppa yang cantik ini."Ucap Tuan Raynan.


"Oppa aya kita berenang lagi."Ucap Fay.


"Boleh, tapi setelah tidur siang ya."Ucap Tuan Raynan.

__ADS_1


Fay menganggukkan kepala nya, bertanda setuju.


"Fay sayang, ayo kita tidur siang dulu. Nanti sore baru kita berenang ya."Ajak Micell.


"Oke Momy, Oppa Fay tidur siang dulu. Dadahh Oppa."Ucap Fay.


"Dadah cucu cantik Oppa."Balas Tuan Raynan.


Tuan Raynan senang dengan kehadiran Fay, beliau merasa Fay adalah pengganti dari cucu pertamanya yang meninggal dulu.


Di kamar Micell, Fay banyak berceloteh tentang teman-teman nya yang memilik adik bayi.


"Fay itu punya adik bayi tapi sudah di syurga sayang."Ucap Micell, menurut Micell ini saat yang tepat untuk memberitahu Fay bahwa ada saudara kandung nya yang telah berpulang.


"Benarkah Mom? kenapa adik bayi meninggal Mom?"Tanya Fay.


"Adik bayi meninggal di dalam perut Momy, mungkin Tuhan lebih sayang dengan adik bayi jadi Tuhan menggambilnya dan menempatkan nya di syurga sayang."Jelas Micell.


"Adik bayi sudah pergi, bahkan Fay belum pernah lihat adik bayi Mom."Ucap Fay sedih.


"Jangan sedih sayang, Momy ada foto adik bayi. Coba lihat."Micell menunjukkan foto bayi laki-laki kepada Fay.


"Tampan nya Mom adik bayi."Ucap Fay.


Setelah bercerita tentang adik bayi, kini kedua wanita itu tengah tertidur.


Mark baru datang dari kantor, laki-laki itu bisa menebak dimana kedua wanita yang dia cintai berada.


Mark membuka pelan pintu kamar Micell, agar Micell dan anaknya tidak terbangun dari tidurnya.


Mark tidur di belakang Micell dan memeluk Micell dari belakang, pria itu memajukan wajahnya masuk ke ceruk leher Micell.


"Sudah pulang?"Tanya Micell.


Micell terbangun karena merasa ada yang memeluk nya dari belakang.


"Kau terbangun, maaf ya aku mengganggu tidur siang mu."Ucap Mark.


"Tidak, aku juga belum terlalu lelap."Ucap Micell.


Mark mencium aroma tubuh Micell, Wanitanya kini tengah berbalik menghadap Mark.


"Aku merindukan mu."Gumam Mark.


"Bapak kan hanya pergi 5 jam dan tadi pagi kita sudah bertemu."Ucap Micell.


"Tetap saja aku rindu kamu, aroma tubuh mu membuat ku candu."Ucap Mark.


Mark mengecup bibir mungil Micell, namun kecupan itu lama-lama menjadi L*mat*n.


saat mereka berdua tengah merasakan diatas awan dengan kecupan dan sentuhan.


"Momy..."Ucap Fay.

__ADS_1


Gubrakkkk!! Micell menendang tubu Mark sampai dia terjatuh kelantai.


"Aduhhh, siall terjadi lagi."Gerutu Mark dalam hati.


__ADS_2