Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Zane dan Zidney [Sahabat Zay]


__ADS_3

Killian memesan makanan yang begitu banyak untuk Luna, sementra Luna ternganga ketika melihat makanan yang di pesan Killian datang.


"Apa kamu waras?"Tanya Luna.


Killian melipat tangan nya didada lalu menatap Luna,"Habiskan."Ucap Killian.


"Kamu menyuruhku untuk menghabiskan ini semua?"Tanya Luna lagi. Killian hanya mengangguk.


"Mana bisa aku menghabiskan makanan untuk lima porsi orang, kamu mau membunuh ku dengan cara kekenyangan."Ucap Luna lagi, Luna tak habis pikir dengan Killian.


"Habiskan atau aku tinggal kamu disini, kamu harus membayar semua makanan ini."Ancam Killian.


"Tapi mana aku bisa habiskan semua."Ucap Luna.


"Aku akan membantu mu makan."Ucap Killian.


Akhirnya Luna memakan semua pesanan yang di pesan Killian, bahkan Killian hanya memakan beberapa suap saja.


Killian menggelengkan kepalanya,"Tadi dia bilang tidak akan habis, tapi ini bahkan aku hanya makan beberapa suap saja."Ucap Killian dalam hati.


Saat mereka akan membayar makanan mereka tiba-tiba ada yang mendorong bahu Luna.


"Akhh..."Keluh Luna.


Luna menatap kearah orang yang baru saja menabrak nya.


"Meta!"Ucap Luna terkejut.


Meta menatap sinis kearah Luna,"Wahh, bagus ya elo sudah jadi orang kaya. Di bayar berapa elo sama Killian."Ucap Meta.


Killian yang mendengar ucapa Meta, ingin memberi peringatan Meta namun Luna mencegahnya.


"Kenapa kalau gue dibayar sama Killian, apa ada masalah dengan elu."Tanya Luna.


Luna kali ini tidak tinggal diam, dia sudah cukup bersabar dengan Meta dan Mama tirinya Viona.


"Berani elo ya sekarang ngelawan gue."Meta melayangkan tamparan pada Luna, tapi Luna mencekal tangan Meta.


"Jangan sekali-kali elo nyentuh wajah gue dengan tangan kotor elo."Ucap Luna, Luna menghempaskan tangan Meta kasara.


Luna menggenggam tangan Killian dan menariknya menjauh dari Meta.


"Sial!! dia sudah berani rupanya. Lihat saja gue enggak akan biarin elo bahagia Luna."Ucap Meta.


Sedangkan Killian menatap Luna dengan tidak percaya bahwa Luna bisa melawan Meta.


"Aku kira dia gadis yang lemah, nyatanya dia gadis yang kuat."Ucap Killian.


Killian mengantar Luna untuk kembali ke Mansion Zidney.


Sesampainya di Mansion Zidney, Killian tidak mampir dia langsung pamit pulang pada Luna.

__ADS_1


Luna melangkahkan kakinya masuk kedalam Mansion Zidney, namun saat Luna masuk gadis itu di kejutkan dengan seorang laki-laki yang pernah dia lihat wajahnya di kalung liontin pemberian Mamanya.


"Papa..."Gumam Luna dalam hati,"Apa benar dia Papa ku."Batin Luna.


Tania melihat Luna yang terbengong didepan pintu Mansion nya, wanita itu memanggil Luna untuk mendekat.


"Luna sini nak, ini Ayah Zidney sudah pulang sini kenalan dulu."Ucap Tania.


Dengan perasaan berdebar Luna mendekat ke arah Tania dan Rehan.


"Ayah kenalkan ini Luna teman sekolah Zidney yang Bunda ceritakan tempo hari."Ucap Tania.


Rehan menatap wajah Luna,"Wajahnya mirip sekali dengan Karen."Gumam Rehan dalam hati.


Luna menyalami Rehan."Luna Febiyan."Ucap Luna memperkanalkan diri.


Rehan dan Tania terkejut saat mendengar nama belakang Luna.


"Wah naman kamu sama dengan nama suami dan Zidney ya sayang."Ucap Tania.


Luna hanya mengangguk menanggapi ucapan Tania.


"Bunda... Luna kekamar dulu."Pamit Luna.


"Luna panggil Om Rehan, Ayah juga sama seperti Zisney memanggil Ayah."Ucap Tania.


Luna hanya mengangguk dan melanjutkan langkah nya, sesampainya di kamar Luna manjatuhkan tubuhnya di atas lantai.


"Mama, Luna menemukan Papa."Ucap Luna.


"Apa Papa tau jika aku masih hidup, apa Papa akan menerima ku lalu bagaiman dengan Bunda dan Zidney apa mereka akan menerima ku."Gumam Luna.


Luna takut jika Tania dan Zidney tau bawah dia adalah anak dari istri lain Rehan maka mereka akan membenci Luna.


Sementara itu Zane dan Zidney tengah menuju ke Mansion Zane, Zane ingin mengajak Zidney kemansion nya.


Sesampainya di Mansion Zane, Zidney terkagum karena melihat bangunan megah dengan desain yang glamor.


"Ini Mansion Zane?"Tanya Zidney.


Zane hanya mengangguk lalu membawa Zidney untuk masuk kedalam Mansion nya.


"Zane suda pulang nak?"Tanya Micell yang mengetahui anak nya baru masuk ke dalam Mansionnya.


Kemudian Micell mengalihkan pandangannya ke arah Micell, gadis yang tidak asing lagi untuk Micell.


"Tante Micell..."Ucap Zidney.


Micell mendorong tubuh Zane agar bergeser dan mendekati Zidney.


"Zidney sayang, tante merindukan mu."Micell memeluk tubuh Zidney.

__ADS_1


Tentu Zane bingung dengan kelakuan Momy dan Zidney.


"Darimana mereka bisa berkenalan."Ucap Zane dalam hati.


Micell menatap Zane lalu kemudian menatap Zidney.


"Jadi yang kamu maksud dengan, teman mu yang menyebalkan dan tukang marah-marah itu adalah Zane."Ucap Micell.


Zane melirik ke arah Zidney,tapi yang di lirik mengalihkan pandangannya.


"Apa aku seburuk itu dimata Zidney."Ucap Zane dalam hati.


Micell membawa masuk Zidney tanpa memperdulikan Zane.


"Momy... Anak Momy itu aku bukan si."Protes Zane.


Micell mengajak Zidney untuk membuat kue, karena kebetulan Micell berencana ingin membuat kue.


"Tante pandai sekali membuat kuenya."Puji Zidney.


"Tante belajar membuat kue dari mendiang Mamanya tante, dulu beliau sangat gemar membuat kue."Ucap Micell.


Micell sedikit bercerita tentang Zane,"Zane itu dulu punya sahabat, namanya Zay sahabat di sekolahnya dan di club futsallnya selain dekat dengan Killian Zane juga dekat dengan Zay. Tante suka sekali jika anak itu datang kemari, dia anak yang cerdas dan anak yang ceria."Ucap Micell.


"Zay, teman nya Zane ada yang namanya Zay?"Tanya Zidney.


"Iya, jika Zidney mau melihat foto mereka bertiga bisa lihat di kamar Zane di sana ada foto mereka bertiga. Zane, Zay dan Killian bahkan mereka punya sebutan sendiri untuk genk mereka."Ucap Micell.


"Apa itu tante?"Tanya Zidney.


"Doubel ZK."Jawab Micell.


Zidney yang penasaran pun akhirnya memasuki kamar Zane, beruntung Zane sedang di kamar mandi.


"Dimana Fotonya..."Ucap Zidney.


Zidney melihat foto yang terpampang besar di dinding, foto Zane dan juga Zay.


Zidney menjatuhkan tubuhnya ke lanati,"Zay..."Gumam Zidney.


Dia tidak menyangka bahwa adiknya bersahabat dengan Zane, karena dulu Zidney memang tidak satu sekolah dengan Zay saat SMP.


"Zidney..."Ucap Zane, Zane baru saja ganti baju.


"Zane..."Gumam Zidney.


"Apakah kamu bersahabat dengan Zay?"Tanya Zidney.


Zane mendekati Zidney lalu memeluk nya,"Aku akan menceritakan bagaiman kebaikan adik mu kepada ku."Ucap Zane.


Zidney menangis di pelukan Zane, dia tak menyangka bisa bertemu sahabat Zay yang selalu di ceritakan adik kembarnya itu.

__ADS_1


Dan...


Zane tak menyangka gadis yang selalu di ceritakan Zay, yang membuat Zane menyukai sosok Zi saudaran kembar Zay adalah Zidney gadis cupu yang selalu membuat Zane kesal


__ADS_2