Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Pacar pura-pura


__ADS_3

Di Mansion milik Leonardo, laki-laki itu tengah duduk di sofa dengan wajah murung.


"Rinjani bahkan belum lama kau pergi, tapi rasanya aku sudah sangat rindu."Guma Leonardo.


"Jani aku mencintai mu, aku sayang kepada mu."Ucap Leonardo lagi.


"Benarkah, Om cinta sama Jani."Balas Jani.


"Iya Jani, kenapa kau meninggalkan dunia ini begitu cepat."Tangis Leonardo, Leonardo belum menyadari suara milik Rinjani.


"Enak saja Jani di bilang udah meninggal, Om Leon jangan bicara sembarangan ya Jani masih hidup nih."Ucap Rinjani, gadis itu berjalan mendekati Leonardo dan berdiri di hadapan Leonardo.


"Lihatlah Jani kini bayangan mu ada di depan ku, aku sungguh belum bisa menerima kepergian mu Jani."Tangis Leonardo lagi, dia menganggap yang ada di hadapan nya sekarang adalah bayangan Rinjani.


"Om jangan ngadi-ngadi ya, doain Jani cepet mati. Jani masih hidup Om."Ucap Jani lagi, gadis itu bingung karena sedari tadi Leonardo mengucap bahwa dirinya telah meninggal.


Lalu beberapa menit kemudian Leonardo tersadar jika dihadapannya adalah Rinjani yang asli, laki-laki itu bangun dan memeluk erat Rinjani.


"Rinjani kamu masih hidup."Ucap Leonardo.


Rinjani memuku Leonardo karena dia tidak bisa bernafas akibat Leonardo terlalu erat memeluknya.


"Om Jani tidak bisa nafas."Ucap Rinjani.


Leonardo melepas pelukannya lalu mendudukan Rinjani di sofa yang dia duduki.


"Kamu darimana? apa kamu tidak tau jika pesawat yang kamu tumpangi meledak di udara."Tanya Leonardo.


Rinjani terkejut mendengar perkataan Leonardo.


"Sungguh pesawat nya meledak?"Tanya Rinjani tidak percaya.


"Mangkanya Om kira kamu sudah meninggal Jani, berjanjilah jangan pergi jauh dari ku lagi. Aku tidak sanggup jika jauh dari mu."Gumam Leonardo, Leonardo memeluk tubuh Rinjani kembali.


"Lalu kamu dari mana saja?"Tanya Leonardo saat dia sudah melepaskan pelukan nya.


Flashback on.


"Dimana ya peswatnya, apa yang itu. Ah kenapa tadi tidak suruh Om untuk antar sampai depan pesawatnya saja."Ucap Rinjani.


Rinjani memang belum pernah naik pesawat, jadi dia merasa bingung belum lagi pesawat yang akan lepas landas sebanyak dua unit.


"Apa itu pesawatnya, ahh mungkin iya."Rinjani memasuki salah satu pesawat namun saat dia ingin melangkah ke tangga pesawat dia di tabrak oleh seseorang hingga tasnya terjatuh.


"Kau kalau jalan pakai mata."Ucap orang itu.


"Kau yang salah main tabrak aja, terus kau malah marah-marah. Kau pikir aku takut sini berkelahi kau dengan ku."Tantang Rinjani.


Akhirnya Rinjani berkelahi di depan tangga pesawat dengan penumpang lain.

__ADS_1


Sampai akhirnya Rinjani dan penumpang itu di bawa kekantor keamanan pihak bandara.


"Pak dia yang salah, dia yang menabrak ku."Ucap Rinjani.


Tetap saja Rinjani digiring kekantor keamanan, hingga saat nya tas milik Rinjani di geledah dan ditemukan serbuk mirip narkoba.


"Kau bawa narkoba?"Tanya petugas.


"Bukan pak, itu bukan narkoba."Elak Rinjani.


"Maaf dik kamu tidak boleh terbang dan kamu harus di periksa terlebih dahulu."Ucap Petugas lagi.


"Tapi pak itu bukan narkoba Jani tidak konsumsi narkoba pak."Jelas Rinjani lagi.


Terpaksa Rinjani di tahan di kantor polisi selama 24 jam hingga pemeriksaan terkait narkoba itu tidak terbukti.


Flesback Off.


"Jadi kamu di tahan di kantor polisi?"Tanya Leonardo.


"Iya Om, padahal itu bukan narkoba. itu hanya lulur serbuk alami Om, tapi polisi tidak percaya."Ucap Rinjani lagi.


"Lalu bagaiman bisa nomor mu tidak aktiv?"Tanya Leonardo lagi.


"Ya kan kata Om jika didalam pesawat ponsel harus dimatikan, jadi Jani matikan dan saat di kantor polisi Jani tidak di bolehkan menyentuh barang bawaan ku."Ucap Rinjani lagi.


"Ohh astaga, hampir saja hidup ku berantakan gara-gara gadis dengan tingkah ajaib ini."Gumam Leonardo dalam hati.


Leonardo yang mendengar perkataan Rinjani seketika menjadi salah tingkah.


"Kau salah dengar."Ucap Leonardo.


"Jangan bohong Om, kalau tidak Jani bakal pergi lagi."Ucap Rinjani.


"Iya, aku sayang sama kamu. Cinta sama kamu Rinjani Mahisa."Ucap Leonardo, laki-laki itu tidak mau jika gadisnya pergi lagi.


"Jani juga sayang sama Om."Ucap Jani.


Akhirnya cinta mereka saling berbalas, Leonardo menggendong tubuh Rinjani seperti anak Koala. Cupp... Leonardo mengecup bibir Rinjani.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Sementara itu di Mansion Briyan dan Helena kedua orang tua baru itu tengah mempersiapkan pesta pemberian nama untuk anak mereka.


"Sayang apa kamu yakin dengan keputusan mu mengundang dia."Tanya Helena.


"Iya sayang, meski dia tidak tau bahwa Killian adalah anak kandungnya. Setidaknya saat pemberian nama dia harus hadir."Ucap Briyan.


"Aku terserah pada mu saja, yang penting kamu tidak sakit hati jika nanti dia datang."Ucap Helena.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa sayang."Balas Briyan.


Briyan tengah menimang Killian yang tengah tertidur.


Pesta pemberian nama untuk anak Helena dan Briyan akan di mulai pada jam 8 malam, tidak banyak yang di undang mereka hanya mengundang saudara dan sahabat mereka.


Malam tiba Mita tengah melihat penampilan dirinya di cermin, gaun berwarna biru tua membuat gadis dengan rambut sebahu itu terlihat sedikit dewasa.


"Gaunnya bagus sekali, tapi apa Om itu benar-benar akan menjual ku."Ucap Mita bingun.


"Apa aku tidak usah turuti saja ya, bagaiman jika Om itu benar-benar menjual ku ke laki-laki tua hidung belang."Pikiran aneh mulai menyelimuti otak kecil Mita.


Saat Mita tengah berargumen tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kontrakan Mita.


Tok tok tok.


"Siapa yang bertamu."Gumam Mita.


Mita berjalan menuju pintu dan membuka pintu kontrakan nya.


"Kau lama sekali."Ucap Nion.


"Iya Om sebentar, tapi Om tidak akan mejual ku kan."Tanya Mita.


Peletak!! Nion menyentil kening Mita.


"Aduhhh..."Mita Mengaduh.


"Pikiran mu terlalu jauh, siapa juga yang mau membeli gadis yang tidak memiliki lekuk tubuh seperti mu."Ucap Nion.


"Kuarang ajar memang Om yang satu ini, suka sekali menghina orang."Gumam Mita dalam hati.


Mita menatap kesala pada Nion, jika saja yang barusan menghinanya itu buka majikan nya sudah pasti Mita akan menendang bokong Nion yang tipis itu.


"Ayo cepat berangkat."Ucap Nion.


"Baik baginda raja."Mita mengikuti langkah Nion.


Mereka akhirnya menuju ke acara milik Helana dan Briyan, tanpa Nion tau dia sebenarnya akan menghadiri acara pemberian nama anak nya sendiri.


"Ingat ya, nanti saat di sana kau berpura-pura menjadi kekasih ku mengerti."Ucap Nion.


"Tidak mau, mana pantas aku jadi kekasih Om. Aku itu pantasnya jadi keponakan Om tau."Ucap Mita menolak.


"Akan ku naikan gaji mu dua kali lipat bagaimana."Tawar Nion lagi.


"Wahh, dua kalilipat lumayan bisa dp kuliah."Gumam Mita dalam hati.


"Baiklah ingat ya Om dua kali lipat."Ucap Mita.

__ADS_1


"Tak kusangka gadis kecil seperti dia ternyata doyan uang juga."Gumam Nion dalam hati.


__ADS_2