Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Zane dan Zidney [Kepergian Killian]


__ADS_3

Satu minggu berlalu, ujian sekolah telah usai kini hari pernikahan Zane dan Zidney semakin dekat.


“Zane, apa kita jadi menikah?”Tanya sendu Zidney.


“Memang kenapa?”Tanya Zane dengan bingung, bagaiman bisa calon istrinya menanyakan apakah mereka jadi menikah sedangkan undangan sudah di bagikan.


“Zi ingin menikah saat Luna sadar nanti, Zi ingin Luna menyaksikan Zi saat memakai baju pengantin.”Ucap Zidney.


“Kita akan merayakan pernikahan kita saat Luna sadar nanti.”Ucap Zane.


“Benarkah, Luna akan sadar nanti.”Ucap Zidney.


“Iya percaya pada ku, Luna akan sadar.”Ucap Zane yang tak tau entah ucapannya akan jadi kenyataan atau hanya omong kosong.


Semua sibuk dengan acara pernikahan Zane dan Zidney, meski keluarga Zidney tengah berduka karena kejadian yang menimpa Luna. Tapi Rehan dan Tania tetap terlihat Bahagia demi pernikahan Zidney.


Sementara itu Killian tengah beradu argument dengan orangtuanya yang mendesak Killian untuk melanjutkan kuliahnya di luar negeri.


“Mama, Killian bisa kuliah disini…”Ucap Killian.


“Sayang Mama tau kamu sangat berat karena harus meninggalkan Luna dalam keadaan seperti ini, tapi sayang kamu tidak bisa mengabaikan masa depan mu.”Ucap Helena.


“Mama aku akan sukses tanpa harus kuliah di luar negeri.”Ucap Killian.


Helena merasa sangat bingung harus bagaiman, dia tidak mau Killian terus terpuruk dalam kesedihan yang menimpa Luna.


“Killian, hanya 3 tahun nak tidak lama.”Ucap Helena.


“Killian tidak mau Mah… Killian tidak akan meninggalkan Luna sebelum dia sadar.”Ucap Killian.


“Killian, kamu tidak bisa mengabaikan apa yang sudah kamu sepakati dengan Papa.”Ucap Briyan yang baru saja keluar dari kamar putrinya.


“Tapi Pah, keadaannya berbeda sekarang.”Ucap Killian.


“Kesepakatan apa? Apa yang kalian sepakati di belakang Mama.”Tanya Helena.


“Waktu itu kakek Remora bilang akan menjodohkan Killian dengan cucu rekan bisnisnya, tapi Killian tidak mau jadi Killian minta bantuan pada Papa.”Jelas Killian.


“Lalu apa kesepakatannya?”Tanya Helena.


“Killian akan kuliah bisnis di luar negeri dan akan menjadi pembisnis nomor satu mengalahkan Kakeknya agar dia bisa menikah dengan Luna dan keluar dari rencana perjodohan itu.”Ucap Briya.


“Lalu kenpa sekarang kamu tidak mau kuliah di luar negeri nak?”Tanya Helena

__ADS_1


“Mah.. Kini keadaanya berbeda, Luna tengah koma dan Killian tidak bisa meninggalkannya.”Ucap Killian.


“Kalau begitu Papa juga tidak bisa membantu mu keluar dari rencana perjodohan kakek mu.”Ucap Briyan.


Killian tengah berada di keputusan yang sangat sulit, dia ingin tinggal menemani Luna namun dia harus melawan Kakeknya agar dia tidak di jadikan robot oleh Tuan Remora.


“Killian percaya sama Mama, jika kamu dan Luna berjodoh maka kalian akan bersama dengan jalan yang di beri Tuhan. Ingat cinta akan pulang dengan sendirinya ketempat diman seharusnya dia tinggal.”Ucap Helena.


Helena dan Briyan sebenarnya tidak masalah jika Killian bersama Luna, hanya saja mereka tidak mau jika Killian suatu saat menjadi robot yang akan di peralat oleh Tuan Remora. Maka dari itu Briyan dan Helena akan mempersiapkan Killian agar bisa melawan kakek nya.


Dengan sangat berat Killian memutuskan untuk menuruti kemauan Papa dan Mama nya, dia tau ini semua demi kebaikannya. Karena Killian juga tidak mau menjadi robot seperti Mama nya dulu yang harus menuruti semua kemauan Kakek nya.


“Baiklah Mah, Pah.. Killian akan pergi kuliah keluar negeri seperti yang Mama dan Papa minta. Killian janji akan menyelesaikan semua nya dalam 3 tahun.”Ucap Killian.


“Mama akan membantu mu kelak jika kamu akan menikah dengan Luna.”Ucap Helena, karena Helena pun sebenarnya menyukai karakter Luna yang cerdas dan baik hati.


“Terimakasih Mah, Killian akan pergi setelah acara pernikahan Zane dan Zidney.”Ucap Killian.


Sementara itu, keadan Luna masih sama saja belum ada perubahan.


“Luna, aku kesini mau memberi kamu kabar bahagia.”Ucap Zidney.


“Besok aku akan menikah dengan Zane, dan kamu tau aku membelikan mu baju yang bagus. Besok kamu juga akan pakai ini dan aku kan mendandani mu jadi kita bisa foto bersama, nanti akan aku tunjukkan fotonya pada mu saat kamu sudah sadar.”Ucap Zidney.


“Apa kamu sudah bicaranya dengan Luna?”Tanya Zane.


Luna menatap kea rah Zane dan ternyat sudah ada Killian disana.


“Ohh,, pacarnya sudah datang. Baiklah Zi pulang dulu ya Luna.”Pamit Zidney.


Zidney keluar dari ruangan Luna dan di gantikan Killian yang akan masuk kedalam.


“Zane ayo kita pulang, Luna sudah ada yang menunggu.”Ucap Zidney.


“Iya sayang.”Ucap Zane yang menggandeng tangan kekasihnya lebih tepatnya calon istrinya.


Sementara itu Killian memandangi wajah Luna, meski Luna tidak siuman selama beberapa hari tapi wajahnya tetap segar.


Ya, karena Zidney sangat rajin membersikhan wajah Luna dan memkaikan nya Scinkare yang sering di pakai Luna.


“Luna, maafkan aku. Karena aku harus pergi tapi kamu jangan khawatir aku akan kembali secepatnya untuk mu.”Ucap Killian.


“Aku ingin sekali berada di dekat mu sampai kau siuman, karena aku ingin saat kamu sadar aku lah yang pertama kamu lihat.”Ucap Killian.

__ADS_1


“Aku janji akan kembali untuk mu.”Ucap Killian, Killian mencium kening Luna.


“Ingat ya, kamu adalah kekasih ku jangan sampai kamu selingkuh atau aku akan hancurkan hidup laki-laki yang berani menyatakan cinta pada mu.”Ucap Killian.


Killian malam ini memutuskan untuk tidur di rumah sakit menemani Luna, karena ini malam terakhirnya menemani kekasihnya sebelum dia berangkat ke Paris.


Esok hari seperti yang di jajikan Zidney, gadis itu pagi-pagi sekali datang ke rumah sakit untuk mendandani Luna.


“Luna cantik sekali, Zi rasa saat Luna sadar pasti akan memuji ku.”Ucap Zidney.


Zidney memakaikan Luna pakian dres berwarna abu-abu, karena itu adalah warna kesukaan Luna.


“Luna, Zi pulang dulu nanti Zi akan kebali lagi.”Ucap Zidney.


Sementara Keluarga Zidney dan Zane sibuk, Luna akan di jaga oleh 5 pengawal yang di utus oleh Rehan.


“Sayang kamu sudah siap nak?”Tanya Tania pada putrinya yang sudah mengenakan kebaya pernikahan.


“Sudah Bunda..”Ucap Zidney.


Semua tamu hadir tak terkecuali para warga komplek yang menggerebek Zidney malam itu.


“Kamu siap nak?”Tanya Rehan kepada Zane.


“Siap Ayah…”Jawab Zane dengan mantab.


Prosess pernikahan Zane dan Zidney berjalan dengan lancer, dan kini kedua anak remaja itu sudah sah menjadi suami istri secara agama dan negara.


“Selamat ya anak Bunda, semoga kamu bisa menjadi istri yang baik untuk Zane.”Ucap Tania.


“Iya Bunda, doakan Zidney semoga Zidney bisa menjadi istri yang baik untuk Zane.”Ucap Zidney dengan memeluk tubuh Bundanya.


“Zane, Ayah titipkan Zidney pada mu jaga dia dan patuhi semua syarat yang sudah kalian sepakati.”Ucap Rehan.


“Baik Ayah, Zane akan menjaga Zidney dan akan mematuhi syarat dari Ayah dan Pipi.”Ucap Zane.


“Zane selamat ya, atas pernikahan mu dan aku sekalian mau pamit karena akau harus pindah ke paris. Jika Luna sadar tolong beritahu dia aku akan kembali.”Ucap Killian.


“Kau yakin akan pergi?”Tanya Zane.


“Aku harus pergi demi Luna, demi bisa menikahinya aku harus melawan Kakek.”Ucap Kilian.


“Hati-hati lah, aku akan mengabari mu tentang semua perkembangan Luna.”Ucap Zane.

__ADS_1


__ADS_2