
"Apa yang terjadi saat aku tidak ada, coba katakan?"Tanya Leonardo, Leonardo menangkup wajah Rinjani.
"Ta-tadi Mama Maria datang, dia bilang gara-gara Jani. Bella di keluarkan dari sekolah.
Mama Maria bilang Jani anak pelacur, Mama bilang Jani memberikan tubuh Jani pada Om agar Jani bisa mengeluarkan Bella dari sekolah."Ucap Jani sesenggukan.
"Ja-Jani bukan pelacur Om, Bunda Jani juga bukan pelacur."Gumam Rinjani lagi.
"Mereka memang pantas di beri pelajaran."Gumam Leonardo dalam hati.
"Sudah ya jangan menangis lagi, kamu harus kuat. Kamu harus menunjukkan pada mereka bahwa kamu gadis yang baik, balas mereka dengan prestasi mu."Ucap Leonardo.
Rinjani masih sesenggukan namun air matanya sudah berhenti.
"Jangan menangis lagi."Hibur Leonardo.
Rinjani di gendong Leonardo seperti anak Koala, Leonardo senantiasa mengusap punggung Rinjani sampai pada akhirnya Rinjani tertidur.
"Aku akan membalas rasa sakit mu, hanya aku yang boleh mengganggu mu. Tak Kan aku biarkan mereka menganggu mu bahkan menyentuh seujung kuku mu."Gumam Leonardo lirih.
Leonardo mengusap kepala Rinjani, matanya menatap ke arah bibir berbentuk hati milik Rinjani.
"Kenapa jantung ku berdebar lagi, apa aku benar-benar memiliki penyakit jantung. Aku harus memeriksakan jantungku ke ahli jantung."Gumam Leonardo.
Leonardo keluar dari ruang rawat Rinjani, laki-laki itu menghubungi seseorang untuk mengurus masalah Rinjani.
"Akan aku pastikan kalian hancur, jangan pernah mengusik apa yang telah menjadi milik ku."Gumam Leonardo.
"Tapi kenapa jadi milik ku, bukan milik ku tapi pembantu ku. itu maksut ku."Leonardo membenarkan ucapan nya tadi, karena menurutnya itu terlalu ambigu.
Leonardo mendatangi Dokter sepesialis jantung, dia benar-benar ingin memeriksakan jantung nya.
"Tuan Leonardo semua nya normal, jantung anda sangat baik dan tidak ada gejala serangan jantung atau semacam nya."Ucap Dokter.
"Benarkan, tapi kenapa dua hari belakangan ini jantung ku tiba-tiba berpacu cepat seperti mau lepas dari tempatnya."Terang Leonardo.
"Kapan dan pada saat apa jantung anda berdegub kencang?"Tanya Dokter.
"Pada saat saya menatap mata Rinjani, pada saat itulah saya seperti terkena serangan jantung."Ucap polos Leonardo.
Dokter hanya tersenyum menanggapi ucapan Leonardo.
"Anda baik-baik saja tuan, tapi mungkin anda terkena serangan cinta."Ucap Dokter.
"Memang ada penyakit serangan cinta?"Tanya polos Leonardo.
Leonardo memang laki-laki dewasa tapi soal cinta dan jatuh cinta dia bagaikan anak TK, tidak tau apa-apa.
Setelah dari Dokter jantung, Leonardo lembali ke ruangan Rinjani. Namun mata elang nya menangkap sesuatu yang entah mengapa membuat hatinya panas.
Rinjani tengah tersenyum memperhatikan sang perawat.
__ADS_1
"Nona Rinjani harus banyak istirahat ya, jangan banyak melakukan aktivitas fisik dulu karena kaki nya masih dalam pemulihan."Ucap sang perawat.
"Kakak perawat namanya siapa? ganteng pisan ehh."Goda Rinjani.
"Nona bisa saja, Nona juga cantik."Balas perawat laki-laki itu.
Leonardo mengurungkan niatnya menemui Rinjani, Leonardo melangkah menemui kepala rumah sakit. Laki-laki itu memerintahkan kepada kepala rumah sakit bahwa yang boleh memeriksa Rinjani hanyalah perempuan saja.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Konflik di dalam pernikahan Helena mulai muncul.
"Lepaskan saya, kenapa kalian menangkap saya."Ucap Viona.
Viona tengah di amankan oleh pihak kepolisian karena kasus narkoba.
"Anda harus ikut kami kekantor polisi, karena anda telah memakai dan menjual barang haram."Ucap salah satu polisi.
Viona pasrah saat di giring polisi menuju kantor kepolisian, karir nya sebagai model hancur. Belum lagi isu tentang dia yang menjadi simpanan walikota membuat nama nya semakin buruk di mata publik.
"Bagus Martin, bonus mu akan aku kirim kali ini kerja mu sangat bagus. Pastikan dia lama di dalam penjara."Ucap Helena.
"Baik Nona Helena."Ucap Martin, sambungan telvon terputus.
Helena tengah tersenyum dengan memandangi televisi yang memberitakan kehancuran Viona.
"Jangan kau macam-macam pada ku Viona."Gumam Helena.
"Sayang makan siang sudah siap."Ucap Briyan.
Helena yang mendengar suaminya memanggil, buru-buru turun ke lantai bawah.
"Iya sayang."Ucap Helena.
Helena mendekati Briyan, wanita hamil itu memeluk tubuh Briyan dari samping.
"Ada apa?"Tanya Briyan.
Helena hanya menggeleng menggapi pertanyaan Briyan.
"Apa jagoan Papa rindu di elus elus?"Goda Briyan.
Briyan memeluk Helena dari belakang, tangan Briyan mengus halus perut Helena.
Cuppp... Briyan mengecup pipi Helena tak henti-henti nya.
"Geli sayang, kau terlu banyak mencium ku."Ucap Helena.
Saat Helena dan Briyan tengah asyik bermanja-manja, tak di duga ada seorang masuk tanpa permisi.
Prangggg!!!
__ADS_1
Semua hadiah yang di bawa Nion jatuh berserak ke lantai, saat melihat Helena dan Briyan tengah bermesraan.
"Nion!!!"Ucap Helena.
Nion mendekati Briyan dan Helena, Nion menarik lengan Briyan dan tanpa aba-aba Nion memukul wajah Briyan.
Bughhh Bughhh Bughhh
"Nion hentikan!!"Ucap Helena.
"Kau bahjingan, berani sekali kau bermesraan dengan calon istri ku."Tanpa malu Nion menyebut Helena sebagai calon istrinya.
"Cukup Nion!!! Briyan adalah suami ku!!"Bentak Helena.
Nion menghentikan pukulannya kepada Briyan.
"Suami?"Tanya Nion.
Helena mendorong tubuh Nion agar menjauh dari Briyan.
"Sayang kamu tidak apa-apa?"Tanya Helena.
"Aku tidak apa-apa sayang, sayang jangan berteriak atau emosi nanti anak kita kaget."Ucap Briyan, Briyan tak menghiraukan tatapan tajam Nion yang di fikirkan Briyan hanya bayi dalam kandungan Helena.
"Apa-apaan kalian ini? Helena kau tidak mungkin menikah dengan dia kan? kau hanya mengerjai ku kan?"Tanya Nion tak percaya.
Plakkk!!! Helena menampar pipi Nion, Helena sangat emosi melihat apa yang di lakukan Nion pada Briyan.
"Kau yang apa-apaan, kau tiba-tiba menghilang dan kini kau tiba-tiba kembali ."Ucap Helena.
"Aku pergi untuk kembali Helena, bukan kah aku sudah mengirimi mu surat apa kau tidak membaca nya?"Tanya Nion.
"Tidak usah membual Nion, aku tidak pernah menerima surat mu terkecuali hanya selembar surat yang berisi ucapan selamat tinggal."Ucap Helena.
"Tapi aku mencitai mu Helena, bukankah kita sudah melakukan nya."Ucap Nion, Nion mengingatkan Helena tentang kejadian pada malam itu.
"Cukup Nion, sekarang pergi dan lupakan aku. Aku sudah bahagia dengan Briyan."Ucap Helena.
Nion menatap ke arah Briyan, Nion benar-benar sangat marah.
"Kau laki-laki brengsek, kau bajingan."Umpat Nion pada Briyan.
"Maafkan aku Nion tapi aku benar-benar mencintai Helena."Ucap Briyan kali ini Briyan akan berjuang untuk cintanya, Briyan tidak mau kejadian yang menimpanya dulu terjadi lagi. Istri yang di cintai nya pergi dengan laki-laki lain.
"Pergi Nion, pergi jangan ganggu aku lagi. Aku sudah bahagia dengan pernikahan ku?"Ucap Helena memelas.
"Tapi aku mencintai mu Helena, aku pergi karena aku berjuang agar Papa ku merestui pernikahan kita Helena."Ucap Nion.
Helena tercengang dengan perkataan Nion barusan.
Nion mendekati Helena dan memeluk wanita yang dia rindukan.
__ADS_1
"Apa aku harus pergi dari hidup mu Helena, tapi aku sangat mencintai mu."Gumam Briyan dalam hati.