Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Zane Allexander


__ADS_3

Di mobil Rinjani hanya diam saja, gadis itu memilih diam karena takut Leonardo bertambah emosi.


"Lucy, kira-kira dia siapa ya."Gumam Rinjani dalam hati.


Leonardo menghentikan mobilnya di taman dekat komplek Mansion mereka.


"Kita ketaman dulu ya, pasti kamu kaget dengan apa yang di bicarakan Mama tadi."Ucap Leonardo.


Rinjani memang penasaran dengah siapa itu Lucy, namun karena dia tidak mau ikut campur urusan masalalu Leonardo. Rinjani memilih untuk menunggu Leonardo bercerita dulu.


"Jika Om tidak mau bercerita, maka jangan di bicarakan. Jani tidak apa-apa."Ucap Rinjani.


"Tidak, kau harus tau karena cepat atau lambat aku akan menikahi mu. Jadi kau berhak tau masalalu ku."Ucap Leonardo.


Leonardo menuntun Rinjani untuk duduk di salah satu bangku yang ada di taman.


"Aku akan menceritakan masalalu ku pada mu."Ucap Leonardo.


"Dulu aku pernah mencintai gadis bernama Lucy dia gadis baik dan ceria, aku mengenlkan nya pada Mama dan Papa pertama kali mereka setuju. Tapi beberapa bulan kemudian Papa dan Mama menentang hubungan kami tanpa sebab, sehingga aku mendengar bahwa Lucy meninggal akibat kecelakaan. Saat itu aku tengah berada di luar negeri karena perusahaan Papa bermasalah."Ucap Leonardo.


"Lalu kenapa Om menyalahkan orang tua Om, bukankah Lucy meninggal karena kecelakaan."Ucap Rinjani.


"Lucy meninggal karena kecelakaan saat pulang dari rumah Mama dan Papa, Lucy sempat mengirimi aku pesan dia bilang dia tidak bisa melanjutkan hubungan kami yang aku yakini itu karena Papa. Dan saat itu untuk kedua kalinya telvon ku berdering chat masuk dengan pemberitahuan jika mobil Lucy terbakar akibat kecelakaan."Ucap Leonardo.


"Aku yakin Lucy mengendarai mobil nya dengan kencang karena kecewa dengan Papa dan Mama."Ucap Leonardo sedih.


"Apa Om masih mencintai Lucy?"Tanya Rinjani.


Leonardo menggenggam tangan Rinjani lalu menatap mata gadis itu dalam-dalam.


"Aku sudah mencintai mu akan selalu begitu, Lucy akan selalu hidup dimasalalu ku. Dan kamu adalah masa depan ku. Aku hanya menyesal andai saja Lucy tidak mengenal ku mungkin dia masih hidup."Ucap Leonardo.


"Om jangan menyalahkan diri Om dan Orang tua Om, hidup dan mati seseorang ada di tangan Tuhan begitu pula dengan jodoh semua adalah misteri. Jadi Jani harap Om jangan membenci orang tua Om mereka tidak salah mungkin mereka hanya ingin yang terbaik untuk Om."Ucap Rinjani.


Perasaan Leonardo sedikit membaik, laki-laki itu sedikit bisa mengeluarkan beban di hati nya yang selama ini tidak bisa di ungkapkan. Penyesalan akan kematian Lucy.


"Aku memang tidak salah telah memilih mu."Ucap Leonardo.


Leonardo menangkup wajah Rinjani dan mengecup kening kekasihnya itu.


"Om aku harap Om dapat memaafkan kesalahan orang tua Om, Om beruntung memiliki orang tua yang sayang sama Om. Coba lihat Jani kini Jani tidak tau dimana ayah Jani sekarang."Ucap Rinjani sendu.


"Jangan menganggap dirimu sendiri sayang, kau punya aku dan Mama kita akan menjadi keluarga setelah kita menikah."Ucap Leonardo.

__ADS_1


"Memang siapa yang mau menikahi Om?"Tanya iseng Rinjani.


"Tentu kamu Rinjani Mahisa."Ucap Leonardo.


Sepasang kekasih itu tengah saling berpelukan, saling berdoa agar cinta mereka abadi selamanya dengan takdir yang di berikan Tuhan. Mereka akan merajut setiap helai kasih sayang mereka agar menjadi selimut cinta untuk menghangatkan keluarga kecil mereka kelak.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Beberapa bulan kemudian Mark tengah gemetar di depan pintu persalinan, bayangan tentang kematian istrinya saat melahirkan anak nya kini kembali berputar di kepalanya.


"Tuan Mark silahkan masuk Ibu Micell butuh di dampingi suaminya."Ucap Dokter yang menangani persalinan Micell.


"Iya saya akan segera masuk."Ucap Mark.


Mark dengan memantapkan hati dan memusatkan pikiran hanya berfokus pada keselamatan Micell dan anak nya, akhirnya peria itu melangkah masuk kedalam ruang persalinan.


"Sayang kau harus kuat aku akan selalu ada di samping mu."Ucap Mark.


Mark menggenggam tangan Micell dengan kuat, dia melihat bagaiman perjuangan Micell melahirkan buah hati mereka. Mark merasakan betapa sakitnya seorang wanita bertaruh nyawa demi melahirkan anak mereka.


"Oekkk... Oekkk."Suara tangisan bayi mungil yang baru saja di lahirkan Micell.


"Sayang anak kita sudah lahir."Ucap Mark.


Micell hanya tersenyum ke arah Micell, Micell benar-benar kehabisa tenaga.


"Sayang terimakasih kamu telah memberi ku anak laki-laki yang tampan."Ucap Mark, Mark mencium kening Micell.


"Sama-sama sayang, ini sudah menjadi tugas ku sebagai seorang istri dan ibu." Ucap Micell.


Tak berapa lama datanglah suster dengan bayi laki-laki yang sudah di mandikan.


"Ibu Micell silahkan bayinya di susui Bu."Ucap suster.


Micell mengambil alih bayi di tangan suster dan menggendonganya untuk di berikan ASI.


Bayi itu mulai meminum susu milik Ibunya, terlihat Micell sedikit meringis saat sang bayi mulai menyedot air susu nya.


"Apa sakit sayang?"Tanya Mark.


"Tidak terlalu."Ucap Micell.


Setelah bayi laki-laki itu puas meminum ASi, dia lantas tertidur pulas di gendongan Momynya.

__ADS_1


"Sayang siapa nama anak kita?"Tanya Micell.


"Zane Allexander artinya hadiah dari Tuhan untuk keluarga Allexander."Ucap Mark.


"Namanya bagus sayang, baby Zane."Ucap Micell.


Tak berapa lama datang lah Nailla dan Fay.


"Momy mana dedek bayi."Tanya Fay.


"Ini sayang dedek Zane nama nya."Ucap Micell.


Fay dan Nailla mendekati ranjang milik Micell.


"Selamat ya Micell atas kelahiran anak kalian."Ucap Nailla.


"Terimakasih kak."Ucap Micell.


Nailla bergantian menggendong baby Zane karena Micell harus makan dan minum obat.


"Maaf ya kak merepotkan."Ucap Micell.


"Tidak, ini kan keponakan nya aku juga jadi aku tidak apa-apa. Jika kamu butuh bantuan jangan sungkan ya bilang saja."Ucap Nailla.


"Iya kak terimaksih."Ucap Micell.


Micell makan dengan di suapi Mark, laki-laki itu sangat perhatian dengan Micell.


"Ounty baby Zane mirip Pipi ya?"Celetuk Fay.


"Iya dong kan baby Zane anak Pipi, sama seperti Fay anak Pipi juga."Ucap Mark.


Fay nampak diam dan murung dia berfikir apa nanti Momy dan Pipinya akan menyayangi adik nya saja dan melupakan dia seperti kata temannya.


"Sayang kenapa murung nak?"Tanya Micell, dia menyadari perubahan wajah Fay.


"Momy Micell, apa nanti Momy dan Pipi tidak sayang Fay lagi karena ada baby Zane? kata teman Fay nanti Fay tidak di sayang lagi saat punya adik."Ucap Fay sedih.


Micell menatap ke arah Mark lalu menatap kembali pada Fay.


"Sini sayang dekat Momy."Ucap Micell.


Fay yang mendapat perintah pun berjalan mendekati ranjang tidur milik Micell.

__ADS_1


"Sayang anak Momy, sampai kapan pun Momy dan Pipi akan menyayangi Fay. Dan dedek bayi juga menyayangi Fay jangan cemas sayang kita semua keluarga dan akan tetap saling sayang."Ucap Micell, Micell memeluk tubuh anak sambungnya itu.


"Kurang aja bocah itu, siapa yang berani bicara omong kosong seperti itu pada anak ku. Akan ku masukan got saat aku menemukan teman lucnat anak ku ini."Ucap Mark dalam hati.


__ADS_2