Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Kecelakaan pesawat


__ADS_3

"Apartemen nya bagus juga, pasti yang punya bilioner."Ucap Mita.


Mita memulai aktivitas nya di pagi hari dengan membersihkan seluruh ruangan.


"Ini kamar utamanya, apa aku harus masuk juga. Tapi dimana pemilik apartemen nya apa dia tidak ada."Gumam Mita.


Mita memasuki kamar dengan nuansa serba hitam.


"Kamar nya bagus juga."Gumam Mita.


Mita mulai membereskan tempat tidur yang berantakan, saat Mita fokus pada pekerjaan nya tiba-tiba pintu kamar mandi di buka dan keluarlah seseorang.


"Kau siapa!"Teriak laki-laki itu.


Karena handuk yang digunakan laki-laki itu tidak terikat benar di pinggangnya, pada saat dia berteriak handuk nya melorot.


"Ahhhh!! ada belalai gajah."Teriak Mita, dengan mata sucinya Mita meliah sesuatu yang menggantung mirip belalai.


Laki-laki itu menyadari jika handuk yang di kenakan melorot, dia buru-buru lari masuk kembali kekamar mandi.


"Cepat keluar!!"Ucap Laki-laki itu.


Tanpa pikir panjang Mita keluar dari kamar itu dengan berlari terbirit birit.


"Ohh, astaga apa yang baru saja aku lihat tadi. Kenapa besar dan panjang."Ucap Mita.


Mita berlari menuruni tangga menuju dapur, dia mengambil segelas air putih lalu meminum nya.


"Kenpa Om yang tadi ditak asing ya, aku seperti pernah melihat nya."Ucap Mita.


Mita melanjutkan pekerjaan nya dengan membersihkan ruangan lain.


"Hey kau kemari."Panggil seseorang.


Mita yang merasa di panggil, buru-buru menghampiri majikan nya.


"Iya Tuan."Ucap Mita.


"Kau gadis permen karet itukan."Ucap Nion.


Ternyata Mita bekerja di apartemen milik Nion.


"Om kaleng kosong, jadi belalai yang besar dan panjang tadi milik Om."Ceplos Mita.


Mita memukul mulut embernya yang asal bicar itu.


"Mampus aku, kenapa aku bahas belalai."Gumam Mita dalam hati.


"Astaga!! gadis ini memalukan sekali, kenapa malah di perjelas."Gumam Nion dalam hati.

__ADS_1


Mita menunduk malu meratapi kebodohan nya, sedang Nion tengah menatap tajam ke arah Mita.


"Jadi kau pembantu baru ku?"Tanya Nion.


Mita tak bersuara dia hanya mengangguk, Mita takut jika mulut jeleknya kembali membicarakan hal yang memalukan.


"Apa yang kamu lihat di kamar tadi jangan kamu bahas lagi mengerti!"Bentak Nioan.


"Iya Om."Jawab Mita.


Nion berlalu meninggalkan Mita yang masih diam mematung.


"Dia sudah pergi, ahhh syukurlah."Gumam Mita.


Sedangkan di dalam mobil Nion tengah menahan malunya.


"Baru kali ini aku di buat malu oleh seorang gadis."Ucap Nion.


Nion melajukan mobil nya berjalan menuju kantornya, hari memang masih pagi tapi Nion memutuskan untuk berangkat karana terlanjur malu oleh Mita.


"Kenapa aku bisa bekerja dengan Om kaleng kosong itu ya."Ucap Mita.


Mita bisa bekerja di Apartemen Nion karena di tawari oleh tetangga kontarakannya, karena tetangga nya harus kembali kekampung jadi Mita di suruh menggantikan tetangganya untuk kerja di apartemen Nion.


"Om itu memiliki postur badan yang bagus, belum lagi belalai yang aduhhhay panjang."Ucap Mita.


"Duh kenapa aku jadi berfikir yang kotor."Ucap Mita lagi.


Sementara itu hari ini adalah hari dimana Leonardo dan Rinjani berpisah.


"Om Leon, Jani pergi dulu ya."Pamit Rinjani.


Leonardo menggenggam tangan Rinjani dengan erat, sepertinya dia tidak ingin melepas kepergian Rinjani.


"Om Leon lepasin tangan Jani dong."Ucap Rinjani.


"Apa kamu yakin mau pergi?"Tanya Leonardo.


Rinjani mengangguk, bahkan ini ke 19 kalinya Leonardo bertanya kepada Rinjani sedari pagi hingga siang.


"Om Leon harus jaga diri Om baik-baik, jangan sakit ya Om."Ucap Rinjani sebelum pergi.


Rinjani melangkah meninggalkan Leonardo menuju pesawat yang akan dia tumpangi.


Leonardo berjalan mendekati Rinjani lalu menarik tangan Rinjani hingga Rinjani jatuh kepelukan Leonardo.


"Om Leon, Jani sesak nafas."Keluh Rinjani.


Leonardo melepas pelukan nya lalau menatap baik-baik wajah Rinjani.

__ADS_1


Cupp... Leonardo mengecup bibir Rinjani, Rinjani menikmati ******* demi ******* yang di berikan Leonardo.


"Jaga diri mu baik-baik."Ucap Leonardo.


Rinjani bergegas menuju pesawatnya, karena sudah saat nya pesawat yang di tumpangi Rinjani terbang ke Korea.


"Perasaan ku tidak enak, apa aku terlalu mencemaskan gadis nakal itu."Ucap Leonardo, Leonardo menatap pesawat yang mulai terbang di atas awan.


Karena pesawat yang di tumpangi Rinjani sudah pergi, Leonardo juga bergegas untuk pergi meninggalkan bandara.


Leonardo merasa perasaan nya semakin tidak enak, fikiran nya tidak tenang.


"Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa semakin jauh dari bandara aku semakin tidak tenang. Tuhan lindungi gadis ku."Guamam Leonardo.


Leonardo menunggu kabar dari Rinjani, seharusnya Rinjani sudah sampai. Leonardo semakin cemas memikirkan Rinjani karena nomor nya belum aktiv juga.


Saat lelaki itu tengah memikirkan Rinjani, dia melihat tayangan berita ditelevisi berita berisi pesawat yang menuju Korea mengalami kecelakaan akibat kesalahan mesin.


"Rinjani!"Gumam Leonardo.


Leonardo menyambar kunci mobil nya dia melajukan kendaraan menuju bandara dengan kecepatan tinggi.


"Tidak Rinjani, kamu tidak boleh pergi."Ucap Leonardo.


Laki-laki itu sampai di bandara dan benar saja disana sudah ada keluarga para korban yang mengalami kecelakaan pesawat.


"Bagaimana bisa pesawatnya meledak di udara."Ucap salah satu keluarga korban.


"Maaf pak, apa tidak ada korban yang selamat."Tanya leonardo.


Keluarga korban menunjuk ke arah papan dengan nama-nama korban di dalam pesawat.


Leonardo mendekat ke papan nama berisi daftar korban yang meninggal.


"Rinjani Mahisa."Ucap Leonardo, kakinya terasa lembek seperti jely saat melihat nama Rinjani tercantum dalam dafta korban kecelakaan pesawat.


"Tidak Jani, kenapa kamu meninggalkan aku. Kemana janji mu yang akan kembali kepelukan ku."Tangis Leonardo pecah.


Sesak didadanya semakin terasa, bayangan wajah Rinjani terus berputar di kepala Leonardo.


"Jani!!"Teriak Leonardo.


Perpisahan adalah hal paling menyakitkan, setiap manusia pasti akan pergi kembali pada sang pencipta. Entah itu hari ini, esok atau lusa tidak ada yang tau kapan ajal akan datang. Namun satu yang pasti kematian itu nyata adanya.


Leonardo berjalan gontai menuju parkiran mobil, laki-laki itu merasa putus asa. Baru dia merasa jatuh cinta kini dia merasa kehilangan.


"Kenapa semua terjadi kepada ku, baru aku merasakan cinta tapi belum jua aku mengungkapkannya dia sudah pergi selama-lamanya dari dunia ini."Keluh Leonardo.


"Tuhan kau tidak adil terhadap ku, apa kau mau menyiksa ku dengan perlahan. Kau kejam Tuhan, kau ambil dia dari ku dengan begitu cepat."Ucap Leonardo.

__ADS_1


Leonardo begitu marah sedih atas kepergian Rinjani yang begitu cepat, bahakan dia tidak bisa melihat jenazah Rinjani untuk terakhir kali nya.


"Rinjani, kau akan selalu ada di dalam hati ku. Nama mu terukir indah di hati ku Jani."Ucap Leonardo.


__ADS_2