
Rinjani berjalan tanpa arah gadis malang itu berjalan sambil sesenggukan.
"Kemana Jani harus pergi, Jani tidak punya uang dan Jani juga tidak punya saudara. Bunda kenapa Bunda pergi tidak mengajak Rinjani, dunia ini kejam Bunda."Gumam Rinjani.
Saat Rinjani tengah mengadu pada alam karena dunianya sangat kejam, tiba-tiba mobil mewah berwarna hitam menghampirinya.
"Siapa? apa dia penculik."Gumam Rinjani, Rinjani siaga satu dia berjaga siapa tau yang keluar dari mobil itu adalah orang jahat.
Seorang laki-laki keluar dari mobil, Rinjani pikir sepertinya tidak asing.
"Hey gadis aneh, ayo ikut aku."Ucap Leonardo.
Rinjani yang mendengar dan hafal bahwa itu suara Leonardo, berjalan mendekat ke arah Leonardo lalu memeluk laki-laki itu.
"Om Jani di usir dari rumah gara-gara foto Jani sama Om, Om harus tanggung jawab."Rinjani menangis sambil mengelap ingusnya menggunakan ujung jas Leonardo.
"Ihhhh, kau jorok sekali. Apa kau tidak tau berapa harga jas ku ini."Ucap leonardo, Leonardo menoyor kepala Rinjani dan menjauhkan tubuh anak itu dari nya.
"Maaf Om."Ucap Rinjani.
Leonardo melapas dan melempar jas nya ke arah Rinjani,"Kau harus ganti rugi."Ucap Leonardo.
"Ganti rugi? berapa yang harus aku ganti Om."Tanya Rinjani.
Leonardo menatap intens ke arah Rinjani, dalam benak Leonardo dia berfikir mungkin gadis nakal ini akan ada manfaatnya.
"kamu harus mengganti seharga 100 juta."Ucap Lenardo.
Rinjani yang mendengar nominal harga jas Leonardo memelongokan mulutnya.
"Tutup mulut mu itu."Ucap Leonardo.
Rinjani menutup mulutnya yang terbuka lebar akibat terkejut dengan harga jas Leonardo.
"Memang jas itu di rajut menggunakan serbuk berlian apa, kenapa mahal sekali."Gumam Rinjani dalam hati.
"Maaf Om, Jani tidak punya uang sebanyak itu. Jangankan uang Om rumah saja Jani tidak punya."Keluh Rinjani.
"Baiklah, kau bisa bekrja di Mansion ku sebagai pembantu, nanti perbulan nya akan aku potong gaji mu untuk menyicil biaya ganti rugi jas ku."Ucap Leonardo.
Rinjani terdiam menimbang-nimbang tawaran Leonardo.
"Bagaiman ya, aku butuh tempat tinggal dan biaya hidup. Tapi bagaiman jika Om ini macam-macam pada ku."Gumam Rinjani dalam hati.
"Kau tenang saja, aku tisak akan berbuat yang macam-macam. Lagian kau itu tidak menarik dan juga kau itu bukan tipe ku."Ucap ketus Leonardo.
"Baik Om, Jani mau."Ucap pasrah Jani.
Akhirnya Rinjani ikut pulang ke Mansion Leonardo.
Sesampainya di Mansion Leonardo, Rinjani di buat terkagum oleh bangunan dengan nuansa kebarat baratan.
"Wahhh, ini rumah apa istana. Besar dan mewah sekali."Gumam Rinjani dalam hati.
__ADS_1
"Kau bisa pakai kamar yang di atas samping kamar ku."Ucap Leonardo.
"Iya Om."Ucap Rinjani, Rinjani berjalan menuju kamar yang ditunjuk Leonardo tadi.
Sekali lagi Rinjani menatap kagum ruangan yang kini telah menjadi kamar pribadinya.
"Ya Tuhan, Jani ngimpi apa. Bisa dapat kamar sebagus ini."Gumam Jani.
Sangking senang nya Rinjani lupa menutup pintu, Gadis itu naik ke atas tepat tidur dan melompat-lompat di atas nya.
"Bunda Jani punya kamar bagus sekarang."Teriak Rinjani.
Tanpa Rinjani tau Leonardo yang ingin masuk kemarnya menghentikan langkahnya dan melihat apa yang di lakukan Jani.
"Kampungan sekali gadis itu, baru diberi tempat tidur murah saja sudah sesenang itu."Gumam Leonardo.
Dimata Leonardo, Rinjani adalah gadis aneh dengat tingkah ajaib.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Sementara itu di rumah sakit, Briyan tengah tercengang dengan apa yang di lakukan istrinya saat ini.
"Sayang, apa kamu benar-benar ingin memakan semuanya?"Tanya Briyan.
Helena tengah menikmati, 2 mangkuk es krim besar belum lagi 2 porsi bebek bakar di tambah roti bakar dengan selai coklat dan selai vanila kesukaan nya.
"Iya sayang, aku kan makan untuk berdua."Ucap Helena santai.
"Kenapa Helena jadi gemar makan sekarang, dulu saja saat masih ada Natasya dia selalu bilang aku makan sedikit aku takut gendut."Gumam Briyan dalam hati.
Helena telah menghabiskan semua menu makanan yang di pesannya melalui layanan pesan antar.
"Minum air putih dulu sayang."Briyan menyodorkan segelas air putih kepada istrinya.
Helena meminum air yang di sodorkan oleh suami nya.
"Terimakasih sayang."Ucap Helena.
Tak berapalama mereka mendapat kunjungan dari Mark dan Micell.
"Kak Helena..."Sapa Micell.
Helena yang melihat Micell mengunjunginya nampak senang dan mengembangkan senyum di bibirnya.
"Hay Micell."Balas Helena.
"Kak aku turut prihatin dengan apa yang terjadi pada mu, semoga kakak dan dedek bayi sehat-sehat ya kak."Ucap Micell.
"Terimakasih Ounty Micell atas doa nya."Ucap Helena.
Fay yang mendengar kata dedek bayi, celingukan mencari dedek bayi yang di sebut Micell tadi.
"Mom Micell, dimana dedek bayinya?"Tanya Fay.
__ADS_1
"Dedek bayinya ada di dalam perut Ounty Helena sayang."Ucap Micell memberi pengertian pada Fay.
"Di dalam perut Ounty Helena ada dedek bayi?"Tanya Fay.
"Iya sayang."Ucapa Micell.
Fay nampak nya memikirkan sesuatu, anak kecil itu berjalan mendekati Pipinya.
"Pipi..."Panggil Fay.
"Ada apa sayang."Ucap Mark.
Fay duduk di pangkuan Pipinya dan meletakkan kepalanya di dada bidang Mark.
"Pi, Fay juga mau adek bayi. Sama seperti Ounty Helena."Ucap polos Fay.
Mark mengusap halus kepala putrinya, mungkin anak nya kesepian tidak memiliki teman di Mansion.
"Coba minta sama Momy Micell sayang."Ucap Mark.
Fay mendongak memandang wajah Pipinya.
"Memang bisa?"Tanya Fay polos.
"Bisa dong."Ucap Mark tanpa dosa.
Fay turun dari pangkuan Mark, lalu menghampiri Micell.
"Momy Micell..."Panggil Fay.
"Iya sayang ada apa?"Balas Micell.
"Momy kata Pipi jika Fay mau punya adik bayi, Fay harus minta sama Momy."Ucap Polos Fay.
Micell yang mendengar perkataan polos Fay, seketika itu melirik tajam ke arah Mark.
Sementara Mark yang merasa di tatap tajam oleh calon istrinya itu, hanya menyengir memamerkan deretan gigi putih nya.
"Dasar duda meresahkan."Gumam Micell dalam hati.
Micell yang bingung harus menjawab apa, menjadi bahan tawaan oleh Helena.
"Fay sayang, Fay mau punya dedek bayi?"Tanya Helena.
"Iya Ounty."Ucap Fay.
Micell menatap ke arah Helena menerka-nerka apa yang akan di ucapkan oleh wanita hamil itu.
"Kalau begitu suruh Pipi kamu menikahi Momy Micell."Ucap Helena.
Micell menutup telinga Fay, agar Fay tidak mendengar ucapan Helena.
"Hahahaha, kau polos sekali Micell."Ledek Helena.
__ADS_1
"Kakak jangan cemari otak polos anak ku."Ucap Micell kesal.
Micell segera membawa Fay keluar ruang rawat Helena, agar Fay lupa dengan keinginan nya punya dedek bayi.