
Zidney tengah memandang wajahnya yang selama ini dia sembunyikan dibalik tampilan gadis cupu.
"Zi kamu cantik sekali, aku senang kamu sudah bisa melupakan trauma kamu. Dan aku yakin Zay di syurga juga bahagia."Ucap Luna.
"Terimakasih ya Luna, karena kamu juga aku jadi berani."Zidney memeluk tubuh Luna.
"Andai kamu tau Zi, kalau aku adalah anak dari istri Ayah mu yang lain. Mungkin kamu akan membenci ku."Ucap Luna dalam hati.
"Sekarang kita sarapan dulu, tadi Bunda suruh aku kesini buat bilang ke kamu kalau makan pagi sudah siap."Ucap Luna.
"Luna kamu baik sekali, andai kamu saudara ku. Aku pasti sangat senang tapi aku sudah menganggap mu saudara ku si."Ucap Zidney dengan senyum di bibirnya.
"Aku akan jadi saudara mu, jika kamu meminta."Ucap Luna.
Mereka akhirnya turun ke lantai bawah dan memulai sarapan pagi mereka.
Namun saat mereka sedang makan, mereka tiba-tiba ada yang masuk kedalam Mansion Zidney.
"Selamat pagi semua."Ucap seseorang itu.
Keluarga Zidney sontak menatap ke sumber suara.
"Meta..."Ucap Zidney dan Luna bersamaan.
"Kamu siapa?"Tanya Tania.
"Maaf sebelumnya Nyonya, tapi saya kemari ingin mencari Ayah kandung saya."Ucap Meta.
Semua merasa bingung dengan apa yang di bicarakan oleh Meta.
"Siapa Ayah kandung mu?"Tanya Tania lagi.
Meta mendekati Tania lalu memberikan sebuah tas kecil yang berisi foto milik Rehan dan Karen.
"Itu foto Mama dan Papa saya."Ucap Meta.
Meta menatap sinis pada Luna,"Akan aku hancurkan kebahagiaan kalian berdua."Ucap Meta dalam hati.
"Karen..."Gumam Rehan saat melihat foto dirinya bersama Karen.
"Rencana apa yang mau kamu lakukan kepada keluarga ku Meta."Ucap Luna dalam hati."
Luna menatap tajam pada Meta, namun Luna hanya diam dia akan melihat sejauh apa rencana nya.
"Meta bukankah kamu anak dari tante Viona."Ucap Zidney.
__ADS_1
"Aku anak angkatnya, Lunalah anak kandung dari Mama Viona."Ucap Meta.
"Wah pandai sekali setan betina ini memutar balikkan fakta."Gumam Luna dalam hati.
Rehan tidak percaya jika Meta anak dari Karen, karena dari segimanapun tidak ada kemiripan di wajah Meta. Rehan beranggapan jika Luna lebih mirip dengan Karen.
"Baiklah jika kamu memang anak dari suami saya, maka kamu boleh tinggal disini mulai besok."Ucap Tania.
"Bunda!"Teriak Zidney dan Luna bersamaan.
"Tidak ada yang bisa membantah ucapan Bunda termasuk Ayah juga."Ucap Tania.
Dengan begitu mulai besok Meta akan tinggal di Mansion keluarga Rehan.
"Akhirnya aku bisa membodohi keluarga itu."Ucap Meta.
Meta kembali kerumahnya untuk mengemasi barang-barangnya.
"Sayang bagaiman? apa kau berhasil?"Tanya Viona.
Vionalah yang mencetuskan rencana itu, sebab dia baru tau jika sesungguhnya Ayah dari Luna adalah pembisnis yang sangat kaya.
"Berhasil dong Mah, besok Meta bisa tinggal disana."Ucap Meta.
"Bagus sayang, kamu memang anak pintar. Jika kamu sudah masuk kekeluarga itu ambil semua barang berharga beserta uang yang ada disana."Ucap Viona.
"Bagus juga ide mu sayang."Ucap Viona.
Viona membantu anaknya untuk mengemasi barang-barang milik Meta.
Sementara itu Tania dan Rehan tengah berdebat.
"Bunda kenapa tidak bicarakan ini dengan Ayah, Bunda tidak bisa memasukan sembarang orang kedalam Mansion kita."Ucap Rehan.
"Bunda tau Ayah ragu dengan Meta, Ayah memikirkan jika Lunalah anak dari Karen."Ucap Tania.
Rehan menatap istrinya,"Apa yang Bunda sembunyikan dari Ayah."Tanya Rehan.
Dia tau jika istrinya tengah menyembunyikan sesuatu.
"Bunda tau Lunalah anak dari Karen."Ucap Tania.
Rehan sangat terkejut dengan ucapan Tania, bagaiman bisa dia tau jika Lunalah anak dari Karen.
Flashback on.
__ADS_1
Saat Luna di bawa pulang Zidney dalam keadaan Luka parah sedari Mansion Killian.
"Ya Tuhan, Luna kau kenapa sayang?"Tania menghampiri Zidney dan Luna.
"Bunda ceritanya nanti saja ya, kita bawa dulu Luna kekamar."Ucap Zidney.
Tania pun membantu Zidney untuk memapah Luna, sementara Luna tidur di kamar tamu yang terletak di lantai bawah. Karena tidak mungkin untuk Luna naik ke lantai atas dengan kaki penuh luka bekas cambukan.
"Bunda, Zidney ambil kotak P3k dulu kita harus mengobati lukanya."Ucap Zidney.
Sementara Zidney mengambil kotak P3k, Tania membuka baju Luna, dan betapa terkejutnya Tania melihat tubuh Luna penuh dengan luka.
"Ya Tuhan, apa yang terjadi dengan mu nak."Ucap Tania tanpa terasa air mata Tania menetes membasahi pipinya.
Tania menatap kearah Liontin yang di pakai Luna, Liontin itu sedikit terbuka.
Tania mencoba membenarkan tapi dia tidak sengaja malah melihat foto yang ada di dalam liontin itu.
"Kenapa ada foto Ayah dan wanita lain, apa Luna anak dari wanita itu."Gumam Tania.
Tania menutup Liontin tersebut dan membenarkan nya pada posisi semula.
Flashback Off.
"Jadi Bunda sudah tau jika Luna anak dari Karen, tapi kenapa Bunda tidak marah?"Tanya Rehan
"Untuk apa Bunda marah, Bunda justru sedih melihat keadaan Luna yang di siksa oleh Mama tirinya. Bunda sudah pernah lehilangan seorang anak kali ini Bunda tidak mau kehilangan seorang anak."Ucap Tania.
"Luna memang bukan anak dari Bunda, tapi dia anak dari Ayah. Dan mungkin dulu Bunda marah sama Ayah karena perselingkuhan itu tapi di sini Luna tidak salah justru Luna adalah korban dari keegoisan Ayah."Ucap Tania lagi.
Rehan mendekati istrinya,"Tania maafkan keslahan ku dulu, dan terimakasih kamu tidak membenci Luna."Ucap Rehan.
"Aku juga menyayangi Luna, aku tau Luna adalah anak yang baik dan aku menyesal andai saja dulu aku tidak marah mungkin Luna tidak akan menderita dan mungkin aku bisa menerima Karen."Ucap Tania.
Rehan memeluk tubuh Tania,"Tidak kamu tidak salah, ini adalah salah ku andai aku bisa lebih bertanggung jawab lagi mungkin semua ini tidak terjadi."Ucap Rehan.
Tania memandang wajah Rehan,"Kita harus membalas Viona dan anaknya aku tidak terima jika Luna di perlakukan begitu."Ucap Tania dengan wajah kesalnya.
Sementara Rehan hanya tersenyum melihat Tania yang kesal.
Sedangkan Zidney tengah merasa kesal dengan kelakuan Zane, laki-laki itu membawa berbagai jenis makanan kesekolahan dengan alasan untuk dimakan oleh Zidney.
"Kau harus habiskan..."Ucap Zane.
"Zane apa kamu sudah kehilangan akal, mana bisa aku makan dengan porsi sebanyak ini."Ucap Zidney.
__ADS_1
"Harus habis agar kamu tidak kurus."Ucap Zane.
Zidney menatap kesal kearah Zane, bisa-bisanya dia bilang kalau dirinya kurus.