
Malam hari Micell terbangun karena rasa lapar nya, dia baru ingat jika sejak siang dia belum makan apa-apa.
Micell harus menginap di rumah sakit sekitar 3 hari, tentu saja itu perintah Mark. Dan untuk malam ini Mark menginap di rumah sakit manjaga Micell, sedang Fay menginap di Mansion Nailla karena tidak baik jika anak kecil terlalu lama di rumah sakit.
"Ahhh, aku lapar sekali."Gumam nya lirih.
Micell tidak mau membangunkan Mark dan merepotkan nya, karena dia sudah banyak merepotkan laki-laki yang menjadi Boss nya itu.
Micell menahan lapar nya dia berusaha untuk tidur namun tidak bisa karena rasa lapar nya membuat perut nya melilit, tanpa dia sadari sebenar nya Mark sedang memperhatikan Micell.
"Kau kenapa?" Tiba-tiba Mark berdiri di samping Micell.
"Astaga, Bapak bisa tidak. tidak mengagetkan ku."Micell terkejut, karena terakhir Micell lihat Mark masih tertidur pulas di sofa.
"Aku tanya kau kenapa, kenapa gelisah apa ada yang sakit."Tanya Mark.
Micell yang di tanya seketika langsung menangis, membuat Mark kebingungan bukan kepalang.
"Huaaaa.... Bapak."Tangis Micell.
"Kau kenapa? kenapa menangis apa ada yang sakit?" Mark beratanya dengan muka panik.
"A-aku... Aku lapar pak, aku belum makan dari siang. Huaaa."Tangis Micell.
Perkataan Micell seketika membuat Mark ingin memakan Micell, Mark sudah panik bukan main karena Micell tiba-tiba menangis.
"Ya!!! kalau kau lapar kena tidak makan, kenapa kau malah menangis."Kesal Mark.
"Jangan marah Pak, akukan tidak bisa kemana mana."Cicit Micell dengan memajukan bibir nya.
"Ohhh, astaga wanita ini benar-benar ajaib."Umpat Mark dalam hati.
Akhirnya Mark memesankan makanan Micell melalui aplikasi online food.
Sekitar 30 menit lama Micell menunggu pesanan nya, dan akhir nya 3 porsi ayam bakar beserta jus jeruk datang.
"Ahhh, akhirnya aku bisa makan."Gumam Micell.
Mungkin karena rasa lapar nya dia melupan luka yang berada di siku sebelah kanan tangan nya.
"Auuhhhh,"rintik Micell saat dia akan menuk tangan nya.
"Kau itu ceroboh sekali, lihat tangan mu berdarah lagi."Mark mendekati Micell dan mengelap darah yang keluar dari perban nya.
"Aku harus apa, aku lapar sekali Pak."Keluh Micell.
"Sabarlah aku akan panggil perawat agar mengobati luka mu, ingat jangan bergerah sedikit pun."Ancam Mark.
__ADS_1
"Aku hanya ingin makan, kenapa aku sesusah ini."Micell meratapi nasib nya.
Setelah luka Micell di ganti perban oleh perawat, kini akhir nya Micell bisa mkan.
"Bagaiman cara ku makan, tangan kanan dan kiri ku sedang sakit."Micell meneteskan air mata nya melihat makanan enak di depan nya, tapi dia tidak bisa menyentuh nya.
Mark ingin tertawa melihat penderitaan sekretaris menyebalkan nya itu, tapi dia tahan karena dia tidak mau jadi orang jahat.
"Kau jangan menangis, biar aku suapi."Ucap Mark.
Seketika Micell menatap Mark dengan ekspresi penuh harapan.
"Terimakasih pak."Ucap Micell.
Akhir nya Micell menghabiskan semua makanan dengan di suapi Mark, Micell meghabisan 2 porsi ayam bakar dan 2 gelas jus jeruk.
"Tubuh mu kecil tapi makan mu banyak."Sindir Mark, Micell yang di sindir hanya meunjukkan deretan gigi putih nya.
"Entahlah Pak, aku juga bingung seberapa banyak aku makan badan ku tetap seperti ini."Sombong Micell.
"Pantas tidak ada yang menarik dari mu."Ucap Mark, Mark melirik ke arah dada Micell.
Micell mengikuti arah pandangan Mark dan reflek menyilangkan tangan nya di depan dada nya.
"Bapak mesum!!!" Teriak Micell.
"Aku tidak tertarik dengan tubuk kurus mu ini."Bisik Mark.
Seketika Micell mencebikkan mulut nya mendengar ucapan Mark yang sangat menghina.
"Dasar mulut tidak bisa di jaga, seenak nya menghina tubuh orang."Gumam Micell dalam hati.
Malam berganti pagi, seoarang wanita tengah bersitegang dengan ayah nya di ruangan yang begitu mewah.
"Apa maksut Dady membuat perjanjian perjodohan dengan perusahaan lain?" Tanya Helena.
Flashback On.
"Apa!! Dady ingin menjodohkan ku?"Tanya Helena pada Martin.
"Iya Nona, itu syarat yang di ajukan oleh pihak perusahan lain Nona."Ucap Martin.
"Apa ada lagi yang ingin kau sampaikan?"Tanya Helena.
"Tidak ada Nona, kalau begitu saya pamit undur diri dulu Nona."Marnin meninggalkan Mansiaon Helena.
Flashback off.
__ADS_1
"Iya, kau tak maukan perusahaan Dady bangkrut."Ucap Tuan Remora,"lagi pula kaukan tidak bisa mendapatkan Mark."Ejek Tuan Remora.
"Dasar orang tua satu ini, selalu saja membuat aku kesal."Gumam Helena dalam hati.
"Terserah Dady, lakukan apa yang Dady suka tapi aku butuh waktu dua bulan untuk bertemu dengan calon menatu Dady."Ucap Helena, Helena pergi meninggalkan Mansion ornag tua nya.
"Dady tau kamu tidak akan mampu menolak permintaan Dady, meski kamu keras kepala tapi rasa sayang mu terhadap Dady begitu besar."Gumam Tuan Remora.
Sebenar nya Tuan Remora sangat sedih melihat anak nya mencintai laki-laki yang tidak mencintai anak nya.
Sementara itu di rumah sakit, Micell sedang merasa bosan karena tidak ada yang menemani nya.
"Apa aku jalan-jalan saja ke taman, lagi pula kaki ku sudah agak membaik."Ucap Micell,Micell berjalan perlahan menuju ke taman rumah sakit.
"Akhir nya sampai juga.'' Micell mendudukan tubuh nya di salah satu bangku di taman.
Micell melihat seorang anak yang sedang menangisa, rasa ke ibuan Misell tergerak. Dia menghampiri anak tersebut.
"Hey anak cantik, kenapa menangis?"Tanya Micell.
Anak kecil itu melihat ke arah Micell, dan memeluk nya.
"Aku kangen Mama, Ounty. Kata Papa, Mama sudah di syurga."Ucap anak kecil itu.
Micell merasa sakit hatinya melihat anak berusia 5 tahun menangis karena tidak bisa menemui ibu nya.
"Anak cantik, dengar ya. Mama sudah di syurga sudah bahagia disana, di sisi tuhan tapi Mama selalu ada di hati mu disini."Micell menunjuk ke dada anak kecil itu.
"Benarkan Ounty?"Tanya anak kecil itu.
Iya sayang, jika kamu merindukan Mama kirimkan doa untuk nya. Mama pasti senang."Ucap Micell lagi.
Setelah anak kecil itu berhenti menangisa, anak itu kembali ke ruangan nya karena ternyata anak itu mengidap leukemia.
"Kau sedang apa?"Tanya seseorang.
Micell melihat ke arah sumber suara yang baru saja bertanya pada nya.
"Bapak kenapa ada di sini?"Tanya Micell.
"Tidak ada, aku baru saja dari luar jadi aku putuskan untuk melihat mu.''Ucap Mark.
"Apa bapak datang kemari dengan berlari.''Tanya Micell, sebab Mark telihat sangat berkeringat.
"Iya sekalian olahraga."Jawab singkat Mark.
Sebenarnya Mark datang kerumah sakit karena, seorang perawat menelvon nya Memberitahu jika Micell tidak ada di kamar nya. Mark yang mendengar kabar itu langsung pergi mencari Micell, dia takut jika terjadi sesuatu yang buruk terhadap Micell.
__ADS_1