Tergoda Pesona Om Duda

Tergoda Pesona Om Duda
Zane dan Zidney [Kesialan Mark]


__ADS_3

Sementara itu Nion tengah duduk berhadapan dengan Briyan, Nion ingin Briyan menjelaskan kenapa mantan istrinya bisa berbicara kasar dengan Killian.


"Kak Helena, aku rasa sebentar lagi akan ada perang."Bisik Mita.


"Kau benar Mita, coba lihat Briyan tanduknya sudah keluar dua."Canda Helena.


"Dan coba kakak lihat Om Nion, jika kepalanya botak mungkin sudah terlihat asap di ubun-ubunnya itu."Balas Mita.


Belum juga Briyan dan Nion memulai perdebatan mereka kini datanglah Micell dan Mark.


"Kak Helena..."Sapa Micell, Micell berjalan menghampiri Helena dan Mita.


"Hay kak Micell."Sapa Mita.


"Hay Mita, kapan kalian datang dari Amerika?"Tanya Micell.


"Baru tadi pagi kak kami tiba."Ucap Mita.


Sementara itu Mark duduk di tengah-tengah Briyan dan Nion,"Sepertinya mereka tengah bersitegang, santapan segar untuk ku jadikan lelucon."Gumam Mark dalam hati.


"Kenapa wajah kalian kaku seperti kanebo kering."Ucap Mark, ucapan Mark sontak membuat Nion dan Briyan menatap tajam kearah Mark secara bersamaan.


"Bicarakan saja masalah kalian, jangan kalian perang tatapan seperti itu."Mark mencoba menjadi kompor.


"Diam lah kau manusia sombong."Ucap Briyan.


"Briyan, bagaiman bisa Killian masuk rumah sakit? dan kenpa bisa mantan istri mu berbicara kasar pada Killian?"Tanya Nion.


"Iya bagaimana bisa Killian berdarah-darah masuk rumah sakit, apa kamu tidak mengawasinya?"Ucap Mark.


"Bagaiman bisa aku tau, jika kejadiannya saja di sekolahnya, dan untuk Viona aku juga tidak tau kenapa dia bisa datang ke Mansion ini."Ucap Briyan.


"Tapi sebagai seorang Ayah bukankah kamu seharusnya memberi pengawalan, terlebih lagi Killian anak dari pengusaha sukses."Ucap Nion lagi.


"Kau benar Nion, seharusnya Briyan meberi pengawalan pada Killian."Ucap Mark semakin mebuat panas suasana.


"Dasar manusia sombong, bukanya mebuat suasana dingin malah membuat suasana semakin panas."Gumam Briyan dalam hati.


"Aku sudah memberikan pengawalan, namun Killian menolaknya itu juga gara-gara Zane yang mengatai Killian anak bayi."Ucap Briyan.


Nion menatap kearah Mark,"Ohh jadi anak mu yang membuat Killian tidak mau menggunakan pengawal."Ucap sinis Nion.


"Kamu jangan sembarangan kalau bicara, anak ku itu anak baik."Ucap Mark.


Suasana semakin riuh membuat para istri semakin geram.


"Kalian bisa diam tidak, jika kalian tidak bisa diam maka malam ini kalian tidur di luar."Ucap para istri bersamaan.


Ucapan mereka membuat para suami diam, mereka tidak berani bersuara jika mereka tidak mau tidur di luar.

__ADS_1


"Ini semua gara-gara Mark sombong itu."Gumam Briyan.


"Dasar mantan duda arrogan, jika bukan karena manusia ini maka tidak akan ada kata-kata tidur di luar dari mulut Mita."Gumam Nion dalam hati.


"Aku salah mengajak Micell berkunjung ke Mansion Briyan."Gumam Mark dalam hati.


Para istri puas telah membuat mulut para suami mereka menjadi bungkam.


Tak lama datanglah seorang anak manis dengan piayam tidur berwarna Pink.


"Dady Nion..."Panggil Kalea.


Niom merentangkan tanganya bersiap menerima pelukan dari Kalea.


"Lea, baru bangun tidur ya sayang?"Tanya Nion.


"Iya Dady, Lea rindu sekali dengan Dady."Ucap Leo.


Mark yang melihat kedekatan antara Nion dan Kalea memiliki ide jahat untuk membuat Briyan marah.


"Briyan kenapa Lea dekat sekali dengan Nion, bukankah kamu Papa nya tapi kenapa Lea tidak menyapa mu."Mark mencoba mempengaruhi Briyan.


Namun Briyan diam saja tidak menanggapi ucapan Mark.


"Kenapa Briyan diam saja, kenapa dia tidak ceburu."Ucap Mark dalam hati.


Nion membawa Kalea menuju taman belakang, Nion mengajak Kalea untuk bermain di belakang.


Namun Briyan bukannya marah tapi malah mengadu pada Micell,"Micell suami mu mencoba mengadu domba aku dengan Nion, aku rasa dia pantas tidur di luar."Ucap Briyan.


Micell menatap kearah Mark,"Baiklah, terimakasih infonya Briyan. Namapaknya malam ini memang ranjang ku akan terasa luas."Ucap Micell.


"Sayang aku hanya bercanda."Ucap Mark.


Mark menyesali perkataannya pada Briyan, perkataan yang berujung harus tidur di luar.


"Rasakan kamu manusia sombong."Ucap Brian.


Dan benar saja sekembalinya Mark dan Micell ke mansion mereka.


"Sayang, aku tidak mau tidur di luar."Ucap Mark, laki-laki itu tengan duduk di depan pintu kamarnya.


"Pipi kenapa?"Tanya Zane.


Mark melihat ke arah Zane."Menurut mu Pipi kenapa?"Tanya Kesal Zane.


Zane yang memiliki ide buruk pun langsung mengerjai Pipinya,"Momy... Pipi marah-marah sama Zane!"Teriak Zane.


"Kalau begitu Pipi harus tidur di luar selama 1 minggu."Teriak Micell dari dalam kamar.

__ADS_1


"Dasara anak lucknat..."Ucap Mark kesal pada anak nya sendiri.


"Hahaha... Selamat tidur di luar Pipi."Ucap Zane.


"Ya Tuhan kenapa aku di beri anak yang tidak punya akhlak begini."Ucap Mark.


Malam ini Mark harus tidur di kamar tamu, dengan di temani bantal dan guling.


Pagi hari Zane berangkat ke sekolah dengan motornya, laki-laki itu menuju ke Mansion Zidney. Zane berniat untuk menjemput Zidney.


"Hay gadis cupu..."Sapa Zane.


Zidney menoleh ke arah Zane."Zane, kenapa kau pagi-pagi sekali berada di rumah Zidney?"Tanya Zidney.


"Aku ingin mengajak mu berangkat kesekolah bersama."Ucap Zane.


"Tumben sekali dia baik, semenjak kemarin dia kepergok bergandengan tangan dengan Bunda kenapa dia jadi baik."Gumam Zidney dalam hati.


"Kenapa kamu jadi baik pada Zidney."Ucap Zidney."Jangan-jangan kamu suka sama Bunda Zidney ya."Ucap Zidney lagi.


"Zane tidak boleh suka sama Bunda, karena bunda sudah ada Ayah. Dosa tau suka sama istri orang."Cerocos Zidney.


Cupp...


Zane mengecup bibir Zidney secara mendadak membuat Zidney terbeo.


"Cepat lah siap-siap nanti kita terlambat."Ucap Zane.


Zidney pun yang masih terkejut hanya mengangguk dan menurut saja dengan omongan Zane.


Setelah pamit dengan Bundanya, Zidney segara naik ke atas motor sport milik Zane.


"Pegangan ya..."Ucap Zane.


Dan Zidney hanya memegang pundak Zane.


"Peluk pinggang aku Zi!"Ucap Zane.


"Tidak usah begini saja."Ucap Zidney.


Zidney masih kaget dengat tindakan Zane tadi,"Ini tuh beneran Zane pasti suka sama Bunda, terus mau meperalat Zidney biar Zidney restuin mereka."Gumam Zidney dalam hati.


"Kalau kamu enggak peluk pinggang aku, jangan salahkan kalau nanti kamu jatuh."Ucap Zane.


Zane menjalankan motornya dan mengegasnya membuat Zidney terkaget dan akhirnya memeluk pinggng Zane.


"Gadis pintar..."Gumam Zane.


Zane mengendarai motornya dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


Sesampainya di sana, semua mata tertuju pada Zane dan Zidney yang berboncengan karena setau mereka Zane tidak terlalu dekat dengan Zidney.


__ADS_2