
"Anak Papa yang ganteng main yuk sama Papa."Briyan berbicara dengan anak yang baru berumur 1 bulan itu.
Briyan membawa anak nya untuk berjalan-jalan berkeliling taman depan Mansionnya.
"Kita main disini saja ya sayang."Ucap Briyan, laki-laki berumur 30 tahun itu tengah mendalami peran nya sebagai seorang ayah.
"Sayang, Killian sudah tidur?"Tanya Helena, Helena datang dari arah dapur dengan membawa semangkuk buah mangga untuk suaminya.
"Belum sayang kenapa? apa sudah waktunya minum ASI?"Tanya Briyan.
"Tidak, tadi dia sudah minum banyak, sayang ini aku kupaskan mangga untuk mu."Helena meletakkan semangkuk mangga di meja yang terletah di depan Briyan.
"Terimakasih sayang."Ucap Briyan.
Saat Briyan dan Helena tengah bersantai di taman, datanglah sebuah mobil hitam mewah.
"Bukan kah itu mobilnya Mark sayang?"Tanya Helena saat melihat plat nomor mobil yang baru saja memasuki parkiran Mansion mereka.
"Iya sayang, ada apa Tuan sombong itu datang ke Mansion kita."Ucap Briyan.
Benar saja Mark dan Micell keluar dari mobil hitam mewah itu.
"Kak Helena, apa kami mengganggu waktu santai kalian?"Tanya Micell saat wanita hamil itu sudah berada di hadapan Helena dan Briya.
"Tidak Micell, ada apa kalian datang malam-malam begini?"Tanya Helena.
"Aku kesini bersama Mark ingin meminta tolong pada kalian kak."Ucap Micell.
Sedang Mark hanya dia di samping Micell dengan menatap sinis Briyan, sama halnya dengan Briyan laki-laki itu melipat tangannya didepan dada dan hanya menatap Mark dengan dingin.
"Apa yang bisa kami bantu?"Tanya Helena, mata Helena melirik suaminya lalu menatap Micell
"Sayang kau saja yang bilang ke Kak Helena dan Briyan."Ucap Micell.
Ucapan Micell mebuat Helena dan Briyan serempak menyipitkan mata curiga.
"Kali ini apa yang akan di lakukan laki-laki sombong itu."Gumam Briyan dalam hati.
Mark menatap Briyan lalu menyeringai, nampaknya Mark memiliki niat yang tidak baik.
"Apa-apaan senyumannya itu."Gumam Briyan dalam hati.
"Aku ingin meminta tolong pada Briyan untuk membuatkan aku nasi goreng."Ucap Mark.
"Rupanya kau sedang mengidam."Tanya Helena.
"Iya kak benar Mark merengek dari siang tadi, meminta Briyan untuk memasakan nasi goreng untuknya. Apa boleh kak kami minta tolong."Tanya Micell memastikan.
__ADS_1
"Itu tidak masalah Micell, Briyan pasti mau kok bantu kalian iya kan sayang?"Tanya Helena pada suaminya.
"Iya sayang, tidak masalah kok hanya nasi goreng saja demi anak nya Micell. Aku juga tidak mau membuat anak Micell ileran nantinya saat sudah lahir, hanya karena aku menolak permintaan orang mengidam."Ucap Briyan.
"Tapi Briyy..."Perkataan Micell terpotong karena Mark menyelanya.
"Kau harus menggunakan ini."Mark memberikan sebuah paper bag kepada Briyan.
"Apa ini?"Tanya Briyan curuga.
"Buka saja dan kenakan saat kamu memasak nanti."Ucap Mark.
Briyan membuka paper bag itu dan mengambil sepotong baju yang ada di dalam nya, mata Briyan melotot saat tau apa yang di berikan Mark kepadanya.
"Kau jangan bercanda, kau menyuruh ku menggunakan baju maid ini."Ucap Briyan kesal.
Pasalnya Mark memberikan baju maid berwarna Pink beserta bando dengan telinga kelinci untuk di pakai Briyan.
"Maaf ya kak Helena dan Briyan tapi ini ngidam nya Mark, aku sudah bilang itu akan sulit bagi mu tapi bagaiman lagi aku juga bingung."Ucap Micell, Micell menampilkan wajah sedihnya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Micell jangan menangis, tenang saja Briyan akan melakukan nya kok."Ucap Helena menenangkan Micell, Helena faham dengan perasaan ibu hamil yang sangat sensitiv.
"Tapi sayang."Ucap Briyan.
Helena mendekati Briyan lalu berbisik,"Sayang kau tidak mau kan jika malam ini tidur di ruang tamu, jadi tolong mereka ya."Ucap Helena halus.
"Jangan sampai aku tidur di luar hanya gara-gara manusia sombong ini."Batin Briyan.
"Bagaimana?"Tanyan Mark tanpa dosa.
"Iya aku akan lakukan, ingat ini demi istri mu dan anak mu bukan karena kamu."Ucap kesal Briyan.
Helena membawa Briyan untuk berganti pakaian.
"Kapan lagi coba aku bisa mendandani suami ku seperti wanita."Gumam Helena dalam hati.
Helena tidak hanya mengenakan pakain maid dan bando telinga kelinci, Helena juga menambahkan make up tipis-tipis pada Briyan.
"Sayang apa harus pakai bedak dan lipatik?"Protes Briyan.
"Iya sayang, kamu harus mendalami peran mu jangan setengah-setengah. Kamu tidak mau kan kaki mu tidur di ruang tamu dan badan mu tidur dikamar?"Tanya Helena.
Briyan yang mendengar perkataan mengerikan dari istrinya seketika menutup mulut nya.
Beberapa menit kemudian Helena membawa keluar Briyan yang sudah di make overnya.
"Micell coba lihat Briyan cantik kan?"Tanya Helena.
__ADS_1
Micell dan Mark menatap ke arah Briyan dan Helena, Briyan nampak sedikit anggun dengan baju maid dan aksesorisnya.
"Hahahaha, kau cantik sekali Briyan. Kau pantas mengenakan itu."Tawa Mark menggema di ruangan itu.
Micell yang merasa tidak enak pada Helena dan Brian buru-buru mencubit paha Mark agar dia diam.
"Aduhh! sakit sayang, kenapa kau mencubit ku?"Tanya kesal Mark.
"Diamlah jika kau tidak ingin tidur di lantai lagi."Ucap Micell.
Mark yang mendengar ancaman mengerikan dari istrinya langsung menutup mulutnya.
"Baiklah kalian tunggu saja di ruang makan, aku akan membuatkan nasi goreng untuk kalian."Ucap Briyan, laki-laki itu beranjak pergi kedapur tapi sebelum pergi Briyan menjulurkan jari tengahnya kepada Mark.
"Siall!!"Gumam Mark dalam hati, Mark tidak mungkin mengumpat langsung dihadapan Briyan karena sebelum dia melakukan itu Micell sudah menatap tajan ke arah nya.
"Semangat Papanya Killian."Helena memberi semangat pada suaminya.
Micell mendekati Helena,"Maaf ya kak aku merepotkan kakak dan Briyan."Ucap Micell.
"Hahaha, santai saja Micell. Aku malah senang kapan lagi bisa membuat Briyan secantik itu."Ucap Helena sambil tertawa.
"Sunguh kakak tidak keberatan."Ucap Micell kembali.
"Iya kau tenang saja, kalau ada lagi yang kau inginkan makan katakanlah. Aku dan Briyan siap membantu."Ucap Helena.
Helena dan Micell saling berbincang dan bercanda, sampai mereka tidak sadar jika Briyan sudah selesai masak.
"Sayang nasi gorengnya sudah."Teriak Briyan dari arah dapur.
Helena menghampiri suaminya di dapur untuk menyajikan nasi goreng yang baru saja dia buat.
"Ini untuk mu dan Micell, nanti untuk Mark dan aku biar aku yang membawa nya sanyang."Perintah Briyan.
Helena mengangguk dan berjalan kembali ke ruang makan dengan dua piring nasi goreng untuk nya dan Micell.
"Rasakan pembalasan ku tuan sombong."Gumam Briyan.
Briyan menambahkan bubuk cabai ke nasi goreng milik Mark, setelah itu barulah Briyan berjalan menuju ruang makan dengan membawa dua piring nasi goreng untuknya dan Mark.
"Silahkan yang mulya."Ucap Briyan mengejek.
"Silahkan makan nasi dengan rasa cabai level 15."Gumam Briyan dalam hati.
Mereka memakan nasi goreng yang di masak oleh Briyan.
"Pedas... Pedas sekali rasa nya, Briyan!!"Teriak Mark, Mark meminum segelas air yang ada di hadapan nya.
__ADS_1
"Rasakan pembalasan ku."Gumam Briyan dalam hati.