
Luka pada kaki dan tangan Micell sudah di obati oleh dokter, Micell hanya bisa diam dan merasakan rasa pedih di tubuh nya.
"Momy... Hikksss hiksss."Tangis Fay.
"Anak Momy jangan menangis ya, lihat Mom kan sudah baik-baik saja. Dokter sudah obati semua luka Momy."Ucap Micell, Fay belum berhenti dari menangis nya sejak tiba di rumah sakit tadi.
Sedang Mark masih menyelidiki siapa penabrak yang tidak bertanggung jawab.
"Halo, bagaimana apa kau sudah menemukan pelaku nya."Tanya Mark.
"Sudah Tuan, tampak nya ini orang yang sama dengan orang yang ingin menjebak Nona Micell kemarin Tuan."Jelas Leonardo salah satu anak buah nya.
"Kau bereskan dia."Mark memberi perintah pada Leonardo sebelum menutup telvon nya.
Setelah Mark menutup telvon nya,dia masuk ke dalam ruangan Micell. pandangan nya menangkap sebuah momen yang sangat menyentuh hati nya.
Mark melihat Micell tengah memeluk tubuh Fay, mereka berdua tertidur di atas branka yang terbilang sempit.
"Aku harus mengganti nya."Gumam Mark.
Mark mendatangi bagian resepsionis rumah sakit untuk memindahkan Micell ke ruang VVIP.
"Maaf saya ingin memindahkan pasien atas nama Micell Hazel ke ruang VVIP." Ucap Mark.
"Baik pak kami akan segera memindahkan Ibu Micell ke ruangan VVPI."Jawab resepsionis.
Mark kembali lagi ke ruangan Micell, ternyata Micell terbangun. Gadis itu sangat kesusahan saat ingin bangun dari tidur nya karena dia tidak mau mengganggu tidur Fay.
"Ahh, susah sekali aku bangun nya."Gumam Micell lirih.
Mark yang melihat Micell kesusahan langsung menghampiri Micell dan membantu nya.
"Kau mau kemana?"Tanya Mark.
Micell sedikit terkejut dengan suara Mark,"astaga Bapak jangan keras- keras bicara nya. Nanti Fay terbangun."Ucap Micell lirih.
"Emmm, maaf."Ucap Mark lirih, bukan lirih mendekati berbisik.
"Kau mau kemana?" tanya Mark lagi.
"Aku mau ke kamar mandi Pak."Jawab Micell malu-malu.
Mark tanpa aba-aba langsung mengangkat tubuh Micell dan membawa nya ke kamar mandi.
"Bapak apa yang Bapak lakukan?"Tanya Micell, namun Mark tak menjawab dan tetap saja berjalan menuju kamar mandi.
Setelah samapai di dalam kamar mandi Mark mendudukkan Micell di atas closet.
__ADS_1
"Selesaikan kegiatan mu, jika sudah selesai panggil aku."Ucap Mark datar.
Micell yang mendengar perkataan Mark hanya menunduk malu, Mark keluar meninggalkan Micell di dalam kamar mandi.
"Ahhh, sangat memalukan sekali."Gumam Micell.
Micell menuntaskan urusan di kamar mandi nya dengan cepat, setelah itu dia berjalan tertatih. Merambat di dinding toilet untuk keluar.
"Aku kan bilang saat sudah selesai panggil aku."Geram Mark.
"Aku tidak mau merepotkan Bapak."Ucap Micell.
Mark menatap ke arah Micell,"Jika kamu tidak mau merepotkan aku, seharus nya kamu lebih hati-hati tadi jangan sampai kamu kecelakaan."Ucap Mark.
"Maaf pak."Sesal Micell."Kau pikir aku mau di tabrak motor,"gumam Micell dalam hati.
Mark menganggkat tubuh Micell dan mebaringkan nya di tempat tidur.
Tak berapa lama masuk lah perawat untuk memindahkan Micell ke ruang VVIP.
"Maaf Ibu Micell, kami ingin memindahkan Ibu ke ruang VVIP.''Ucap salah satu perawat.
Belum Micell menjawab, Mark sudah menjawab duluan.
"Silakan suster, tapi jangan sampai anak saya terbangun."Ucap Mark.
Micell pun di pindahkan ke ruang rawat VVIP,tanpa bertanya apa alasan nya.
Sedang di sebuah rumah cukup mewah seorang wanita tengah tertawa puas.
"Bagus sekali kerja mu, lebih bagus lagi jika wanita itu mati."Ucap Wulan.
Wulan adalah dalang yang menyebabkan Micell terserempet motor, dia membayar preman untuk mencelakai Micell.
"Kalau begitu saya pamit pergi."Ucap preman tersebut.
Wulan sangat puas melihat Micell menderita karena ulah nya, namun kesenangan nya tidak bertahan lama. Leonardo anak buah yang di utus Mark untuk menyelidiki kecelakaan Micell datang untuk menangkap Wulan.
"Siapa kamu?" Tanya Wulan terkejut.
Leo yang di tanya hanya diam dan terus berjalan menghampiri Wulan.
"Siapa kamu?"Tanya Wulan, Wulan memundurkan tubuh nya kebelakang.
"Saya adalah orang yang akan menangkap anda."Ucap Leo.
"Menangkap, memang salah ku apa."Tanya Wulan ketakutan.
__ADS_1
Leo memberika selembaran foto dimana orang yang baru saja menabrak Micell, baru keluar dari rumah Wulan.
"Apa ini, kamu jangan macam-macam atau aku akan melapor polisi."Ucap Wulan.
"Tidak usah melapor, mari saya antarkan anda kekantor polisi."Ucap Leonardo.
Wulan yang merasa terancam bersiap untuk melarikan diri, namun gerakan nya kalah cepat dengan Leo. Dan akhir nya Leo menangkap Wulan dan membawa nya kekantor polisi dengan semua bukti yang sudah di kumpulkan oleh Leo.
"Lepaskan saya, saya tidak bersalah."Ucap Wulan.
Sesampai nya di kantor polisi, Leo segera menyerahkan semua bukti tindakan kriminal Wulan pada pihak berwajib.
"Kau harus membayar semua tindakan mu, jangan sekali-kali kau menggangu wanita milik Tuan Mark."Ucap Leonardo sebelum meninggalkan Wulan.
Beralih ke Mansion Remora, gadis cantik itu masih saja memikirkan tindakan Nion saat di taman tadi siang.
"Kalau di fikir-fikir Nion tidak terlalu buruk, bahkan selama ini dia bersikap baik kepada ku. Dia selalu menjaga ku."Gumam Helena.
Tapi untuk sesaat dia mengenyahkan pikiran koyol dalam otak nya.
"Apa yang aku fikirkan sekarang ini, mana mungkin aku menyukai nya. Bahkan jika itu terjadi pasti Dady akan memisahkan ku."Gumam Helena lagi.
Meski Helena menyukai Nion tapi Tuan Remora tidak akan membirkan anak nya menikah dengan laki-laki biasa.
"Andai Dady membiarkan ku berhubunga denagan laki-laki biasa yang bisa mencintai ku tulus."Keluh Helena.
Saat Helena sedang gundah dengan dengan fikiran nya, tiba-tiba pintu kamar nya di ketuk.
"Maaf Nona, di bawah ada utusan dari Dady Nona. Tuan Remora."Ucap Maid.
Helena merasa ada yang tidak beres karena tidak biasa malam-malam Dady nya, mengirim bawahan nya datang ke Mansion nya.
"Ya, aku akan menemui nya."Ucap Helena.
Helena merapihkan penampilan nya, dan segera menemui utusan dari Dady nya.
"Selamat malam Nona Helena."Ucap Martin, orang yang di utus oleh Dady Helena adallah Martin orang kepercayaan Orang tua Helena.
"Malam Martin, maaf ada apa kamu malam-malam menyambangi Mansion saya."Tanya Helena tanpa basa- basi.
"Maaf jika saya mengganggu waktu istirahan anda Nona, tapi ada hal penting yang saya harus sampaikan kepada anda."Ucap Martin.
Setelah Martin menyampaikan maksud dan tujuan nya, Martin mohon izin untuk kembali ke Mansion utama Remora.
Setelah Helena menerima laporan dari Marti, Helan menjadi tidak tenang dia merasa bahwa Dady nya sudah tidak menyayangi nya lagi.
"Aku akan menemui si tua itu besok pagi, dia selalu saja se enak nya terhadap ku."Ucap Helena sebelum dia memejam kan mata dan bersiap tidur.
__ADS_1