
Tengah malam Micell merasakan perutnya seperti di tindih beban berat, tapi dia enggak untuk membuka matanya. Gadis itu merasa nyaman ketika ada tangan yang menelusup ke bawah tengkuk nya.
Pagi hari Micell merasa hembusan nafas yang sangat dekat dengan tengkuk nya.
Micell membalikkan badan nya melihat siapa yang ada di belakang nya.
"Astaga!! Pak Mark."Gumam dalam hati, karana dia tidak ingi satu Mansion bangun karena teriakan nya.
Micell tanpa sadar mengusap wajah Mark,"Tampan nya duda satu anak ini."Gumam Micell.
"Apa aku terlalu tampan."Gumam Mark.
Mark berbicara tanpa membuka matanya, laki-laki itu sebenarnya sudah bangun duluan.
"Pak Mark ngapain disini?"Tanya Micell.
"Kamu enggak mau kan di marahin Fay, karena aku tidak tidur bersama kalian."Ucap Mark, laki-laki itu perlahan membuka matanya menatap wanita cantik didepan nya.
Micell namapak terlihat cantik ketika sedang bangun tidur, mata yang lentik, bibir yang semerah cerry membuat siapa saja yang milihat menjadi terpesona.
"Iya si pak, tapi jangan peluk-peluk juga."Ucap Micell melirik ke arah tangan Mark.
"Maaf sayakan cuma mendalami drama."Mark menarik tangan nya dari atas pinggang Micell.
Micell dan Mark saling memandang satu sama lain, dan tanapa mereka sadari.
Cupppp, Mark dan Micell berciuman,
Ciuman itu berubah menjadi *******,
"Momy..."Rengek Fay.
Sontak saja kedua nya terkejut, Micell tidak mau Fay melihat kelakuan mereka berdua. Dengan sekuat tenaga Micell menendang Mark sampai terjatuh ke lantai.
Bughhhh...
"Ahhh..."Mark memegang ****** nya yang membentur lanatai.
"Maaf Pak."Ucap Micell.
"Momy, kenapa Pipi tidur dilantai."Tanya Fay saat anak itu melihat Pipi nya tengah berusaha bangun dari atas lantai.
"Pipi merasa panas tidur di atas, jadi Pipi tidur di bawah."Ucap Micell.
"Emmm, Mom Micell. Fay mau minum susu."Ucap Fay.
__ADS_1
"Momy akan membuatkan untuk mu."Micell beranjak dari tidurnya dan berjalan perlahan menuju dapur.
Di dapur Micell membuatkan susu untuk Fay, tapi bayangan saat Mark mencium nya terus saja muncul di benak nya.
"Ahhh, kenapa si duda itu tiba-tiba mencium ku."Gumam Micell.
Setelah selesai membutkan susu, Micell kembali kekamar nya untuk memberikan susu kepada Fay.
"Ahhh, mereka tidur kembali."Gumam Micell saat melihat anak dan ayah itu tidur saling membelakangi.
"Mirip sekali cara tidur mereka."Gumam lirih Micell.
"Sebaiknya aku mandi dulu, lalu aku akan membuat sarapan."
Setelah beberapa menit akhir nya Micell selesai mandi, namun nampak nya gadis itu mendapat masalah.
"Aku tidak bawa baju ganti, lalu aku juga tidak bisa memakai baju ganti di dalam kamar mandi."Ucap Micell.
Gadis itu berjalan perlahan dan membuka sedikit pintu kamar mandi untuk melihat ke adaan di luar.
"Pak Mark masih tidur, tidak apakan aku ambil baju dan mengenakan nya di sana."Micell nampak menimbang nimbang keputusan nya.
Micell mulai berjalan menuju lemari dan mulai mengenakan baju nya, tanpa di sadari Micell ternyata Mark melihat semua gerak - gerik nya.
"Shitttt, kenapa kau menegang."Gumam Mark dalam hati.
Sementara itu di Mansion Remora, gadis itu tengah meremas sebuah surat yang berasal dari asisten pribadi nya.
"Aku tidak menyangka Nion, kau laki-laki yang br*ngs*ek."Gumam Helena.
Helena merasa kecewa setelah membaca surat pengunduran Nion beserta surat pribadi yang di tunjukan untuk Helena.
"Aku tidak akan pernah memaafkan mu, setelah apa yang kau ambil dari ku."Ucap Helena penuh dengan amarah.
Helena merasa Nion sama saja dengan laki-laki lain di luaran sana.
Sedang di Negara lain Nion tengah di pusingkan dengan keadaan perusahaan yang sudah hapir bangkrut.
"Sial!!! Papa menjebak ku, bagaimana bisa aku menyelesaikan masalah di perusahaan yang sudah di ambang kehancuran."
"Aku harus kembali, ini akan butuh waktu lama. Aku tidak bisa meninggalkan Helena."Nion beranjak dari tempat duduk nya, iya hendak pergi meninggalkan perusahaan yang sudah tak bisa di selamatkan.
Namun langkah nya di cegah oleh dua pengawal yang di yakini nya utusan dari Papa nya.
"Maaf Tuan Nion, anda tidak boleh pergi dari negara ini sebelum perusahaan ini bisa berkembang kembali."Ucap salah satu pengawal.
__ADS_1
"Saya tidak butuh izin kalian untuk meninggalkan negara ini."Nion melanjutkan langkah nya.
Namun lagi-lagi para penjaga menghalangi langkah nya.
"Ini perintah dari Tuan Hartawan, beliau berpesan jika anda ingin Nona Helena selamat maka anda harus menyelesaikan tugas anda di perusahaan ini Tuan."Ucap salah satu pengawal.
"Shittt, laki-laki tua bangka itu memang selalu menghalangi apa mau ku."Gumam Nion dalam hati.
Nion mengurungkan niat nya untuk kembali kenegara nya jika tidak ingin terjadi apa-apa dengan Helena.
Di Mansion Allexander, dua orang dewasa tengah terdiam cangnggung. Mereka tengah menghindari interaksi secara intens.
"Momy, Fay pengen makan kue."Ucap Fay.
"Kue apa sayang?" Tanya Micell.
"Kue coklat Mom."Ucap Fay lagi.
Micell beranjak pergi ke dapur untuk melihat setok bahan kue apakah di sana masih ada.
"Ternyata coklat nya habis,"gumam Micell.
"Apa yang habis?"Tanya Mark, laki-laki itu ternyata sudah berdiri di belakang Micell.
"Astaga!! Bapak bisa tidak jangan mengagetkan."Ucap Micell, Micell tanpas sadar menatap ke arah bibir Mark, sontak Micell teringat dengan kejadian tadi pagi.
Sedang Mark menatap pada bagian dada Micell, dan benar saja sesuatu yang ada di bawah sana sudah menegang karena gambaran Micell yang tak mengenkan pakaian kembali menghiasi otak Mark.
"Hey... Kenapa otak ku semesum ini, dan kau sudah 6 tahun kau tak tergoda dengan wanita Sexy tapi kenapa dengan melihat tubuh yang tak berbentuk ini kau jadi menengang."Gumam Mark dalam hati.
"Ini coklatnya habis Pak"Ucap Micell, gadis itu mengalihkan pandangan nya agar tidak tertuju pada bibir Mark.
"Kenapa pikiran ku selalu ke arah sana."Gerutu Micell.
"Kalau begitu kita akan belanja."Ucap Mark, laki-laki itu buru-buru pergi ke kamarnya untuk membuat tenang di sesuatu bawah sana, sesuatu yang membuatnya pusing.
"Fay sayang..."Panggil Micell.
"Iya Mom, ada apa?"Tanya Fay.
"Pipi tadi bilang kita akan berbelanja, sana Fay ganti baju ya."Ucap Micell.
"Oke Mom."Jawab Fay.
Merka semua bersiap untuk berbelanja, membeli kebutuhan rumah yang habis.
__ADS_1
Tibalah di Pusat perbelanjaan yang terdekat dengan Mansion Allexander, Mark memilih yang terdekat karena keadaan Kaki Micell yang belum sembuh.
"Ounty Micell."Panggil seorang anak yang tak jauh dari tempat Micell berdiri.