
Pagi hari Micell terbangun dan terkejut mendapati wajah suami nya dengan lingkar hitam di bawah matanya.
"Sayang kamu tidak tidur semalam? kamu kenapa kamu sakit?"Tanya Micell.
Mark hanya menggelengkan kepalanya, Mark semalaman tidak bisa tidur karena dia menahan hasrat untuk tidak menyentuh istrinya. Namun karena Micell menggunakan piyama yang terlalu seksi, saat Micell tidur belahan dada Micell terlihat jelas apa lagi Micell tidak menggunakan Bra.
"Kamu kenapa sayang?"Tanya Micell lagi, Micell bangun dan mendekati Mark.
"Oh Tuhan kenapa kau beri hamba cobaan begitu berat."Gumam Mark dalam hati.
Saat Micell bangun, dada milik Micell tercetak jelas menonjol karena bahan baju yang di gunakan Micell begitu tipis.
"Aku sudah tidak kuat lagi menahan nya."Ucap Mark dalam hati.
Mark bersiap bangun dan berlari menuju kamar mandi untuk mengeluarka sesuatu yang dia tahan dari semalam.
"Kenapa dengan nya, kenapa dia seperti kesetana."Gumam Micell bingung melihat tingkah Mark yang aneh.
Di dalam kamar mandi Mark tengah bersolo karir, karena dia sudah tidak bisa menahan nya.
"Terpaksa aku dengan tante citra dulu."Ucap Mark.
Mark sangat kesal dengan malam pertama nya dengan Micell yang gagal, Mark telah berangan angan akan mendesah bersama dengan Micell.
"Awas saja jika tamu lacknat itu sudak pergi, akan ku obrak abrik surga dunia itu."Gumam Mark lagi.
Saat Mark selesai mandi Mark tidak mendapati istrinya di kamar.
"Dimana Micell?"Gumam Mark.
Mark mencari Micell keluar kamar, namun lagi-lagi Mark tidak menemukan Micell.
"Sayang... Kamu di mana?"Panggil Mark.
Nampak nya Micell sedang mandi, karena terdengar gemricik air di kamar mandi bawah.
"Dia sedang mandi rupanya."Gumam Mark.
Mark menunggu Micell selesai mandi dengan menonton Televisi.
"Sayang sudah selesai mandinya?"Tanya Micell.
"Sudah sayang, kenapa mandi di bawah?"Tanya Mark.
Micell mendekati Mark dan duduk di samping Mark.
"Tidak apa-apa, tadi kamu mandinya lama."Ucap Micell.
Mark hanya tersenyum, dia tidak mungkin bilang alasan apa yang membuat dia lama di dalam kamar mandi.
"Mau pulang jam berapa?"Tanya Micell.
"Nanti siang saja, bagaiman jika kita ke pantai. Vila kita kan dekat dengan pantai."Ucap Mark.
__ADS_1
Akhirnya mereka berdua bersiap untuk kepantai dekat dengan Vila yang mereka sewa untuk malam pertama.
Mereka tiba di pantai yang mereka tuju, suasanya sudah mulai rama.
"Sayang cari makan dulu ya."Ucap Micell.
"Mau makan apa sayang."Tanya Mark, Mark menggandeng tangan Micell.
"Ikan bakar saja bagaimana."Ucap Micell.
Akhirnya mereka menuju rumah makan yang menyediakan makanan laut.
Sementra sang pengantin baru tengah menikmati kencan nya, berbeda dengan pemuda berumur 25 tahun yang tengah galau karena kekasih yang akan dia nikahi ternyata telah bersuami.
"Ahhh, sial!!"Gumam Nion, Nion menendang kaleng kosong dan.
Kolatak!! kaleng itu mengenai kepal seseorang.
"Aduhh, kepala ku."Keluh seorang gadis, gadis dengan seragam sekolah menengah atas yang rapih.
"Om kalau lagi marah sama orang jangan main tendang kaleng kosong dong, sakit kan kepala aku."Ucap Mita.
Nion yang merasa pernah mendengar suara cempreng agak melengking, menatap wajah gadis yang baru saja terkena serangan kaleng kosong.
"Kau!! kau pelayan semalam kan."Ucap Nion.
"Ohhh, Om kesepian rupanya. Mita kasih tau ya Om, kalau Om lagi patah hati jangan lampiaskan sama kaleng kosong apa lagi sampai kena kepala orang. Nih Om makan tuh permen karet biar enggak galau."Mita menyerahkan permen karet kepada Nion lalu pergi meninggalkan Nion.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Berbeda dengan Mita yang semangat datang kesekolah untuk ujian, Rinjani tengah kesal dengan Leonardo karena tidak di perbolehkan mengikuti Ujian di sekolah.
"Om Leon, ijinin Jani sekolah ya Om."Mohon Jani.
"Enggak Jani, kalau saya bilang kamu ujian di rumah ya di rumah saja. Nanti akan ada guru yang datang."Ucap Leonardo.
"Ahhh, kalau gini kan Jani enggak bisa nyontek Om."Cicit Jani.
Leonardo menatap tajam ke arah Rinjani, heran dengan tingkah nya.
"Jani..."Ucap Leonardo.
"Iya Om, Jani bakal ujian di rumah."Ucap pasrah Jani.
Rinjani yang tidak bisa melawan kehendak Leonardo hanya bisa mengerucutkan bibirnya.
"Kalau nilai mu di atas 8, saya janji bakal menuruti semua permintaan kamu."Ucap Leonardo.
Rinjani yang mendengar ucapan Leonardo seketika matanya berbinar.
"Benarkah Om."Tanya Rinjani.
Leonardo mengangguk,"Setelah ujian nanti akan ada yang mengantar hadiah untuk mu."Ucap Leonardo.
__ADS_1
Rinjani semakin bersemangat untuk menjalankan ujian nya.
"Semangat Jani."Rinjani menyemangati dirinya sendiri.
Leonardo yang melihat tingkah lucu Rinjani sedikit menyunggingkan senyum di bibirnya.
Beralih dari gadis SMA, seorang wanita hamil tengah membujuk suami nya agar mau menuruti permintaan nya.
"Ayolah sayang, kali ini saja."Ucap Helena.
Briyan tidak mau menuruti permintaan Helena bukan karena dia tidak sayang atau bukan karena tidak mampu, hanya saja yang di minta adalah bakso beranak dengan tingkat pedas level 15 yang sedang naik daun itu
"Tidak sayang, itu sangat pedas aku tidak mau jika nanti kamu sakit perut dan anak kita akan terkena imbasnya."Ucap Briyan.
"Sayang sekali saja, aku sangat ingin makan bakso itu."Ucap Helena memohon pada Briyan.
"Tidak sayang, makan yang lain. Apa saja nanti akan aku belikan bila perlu segerobak nya juga tapi jangan bakso dengan tingkat kepedasan sepedas itu."Ucap Briyan Mutlak.
Helena pasrah karena jika Briyan bilang tidak ya tidak.
"Baiklah aku akan menta yang lain, coba pinjam handphone nya."Ucap Helena.
Briyan menyerahkan ponsel nya kepada Helena.
Tanpa lama-lama Helena memesan makanan melalui aplikasi pesan antar.
"Tinggal bayar."Ucap Helena.
Briyan tidak merasa curiga dengan apa yang di pesan Helena, setelah ada pesan masuk pemberitahuan tagihan belanja Helena.
"50 juta sayang, apa yang kamu pesan?"Tanya Briyan, Briyan fikir tidak mungkin harga satu mangngkuk bakso seharga Dp mobil kan.
"Aku membelikan semua karyawan mu dan karyawan ku makan siang bakso."Ucap Helena tanpa dosan.
"Ohh, Astaga semakin absur kelakuan istri ku ini."Gumam Briyan dalam hati.
"Aku tidak apa-apa asal kamu tidak makan pedas sayang."Ucap Briyan.
Briyan senang jika Helena menuruti perkataan nya dia merasa sangat di hargai sebagai seorang suami.
Karena saat Briyan menikah dengan Viona dulu, tidak sekali pun perkataan Briyan di dengar oleh Viona.
"Kalau begitu kita makan sushi yuk sayang."Ucap Helena.
"Boleh sayang."Ucap Briyan.
"Tapi makan nya di jepang ya sayang."Ucap Helena tanpa beban.
Seketika kaki Briyan terasa lemas mendengar perkataan Helena, bagaiman bisa makan pagi di indonesia dan makan siang nya di Jepang.
"Sabar dia sedang hamil."Gumam Briyan.
Dan akhirnya Helena dan Briyan terbang ke Jepang hanya untuk makan sushi.
__ADS_1