
Dibalik cerita Zane yang menyuruh Zidney makan banyak, semua itu biang keladinya adalah Killian.
Flashback on.
Setelah Killian mengantar Luna untuk belanja baju dan baju dalaman, Killian mendatangi Mansion Zane.
"Mom Micell dimana Zane?"Tanya Killian pada Micell.
Micell terkejut saat mendengar suara Killian dan ...
Bugghhhh...
Micell mendorong Mark yang tengah mencumbunya didapur.
"Aduhhhh... Sayang kamu apa-apaan sih?"Protes Mark.
"Sssttt... Maaf sayang ada Killian, aku takut jika dia tau."Ucap Micell, Micell membenarkan bajunya yang berantakan karena Mark. Kemudian wanita beranak 3 itu berjalan menuju Killian.
"Siall!! ada-ada saja yang mengganggu ku saat sedang bermesraan dengan Micell, kemarin anaknya yang bayi sekarang si Killian. Awas saja kamu Briyan akan aku balas."Ucap Mark kesal.
Micell menemui Killian,"Zane nya belum pulang, tunggu di kamar saja ya."Ucap Micell.
"Baik Mom, Killian ke kamar Zane dulu ya."Pamit Killian.
Killian pergi menuju kamar Zane dan menunggu sahabatnya itu dengan bermain game.
Killian dan Zane sangat pandai bermain game, bahkan mereka mengikuti turnamen dan sempat memenangkan beberapa penghargaan.
"Kau sudah lama?"Tanya Zane yang baru saja pulang.
"Sekitar 30 menit yanga lalu..."Ucap Killian.
Killian menghentikan permainan gamenya lalu melihat ke arah Zane.
"Zane kata mu setiap wanita akan senang jika di belanjakan barang mewah dan mahal."Ucap Killian.
"Iya benar, rata-rata makhluk yang bernama wanita itu menyukai barang mahal dan mewah. Contohnya Mom Micell dan Mama Helena kau ingat mereka sampai harus ke korea hanya untuk membeli sendal jepit gambar RJ."Ucap Zane.
"Iya padahal di sini juga ada, tapi Mama bilang itu murahan."Ucap Killian dengan menggelangkan kepalanya, tidak percaya bahwa itu adalah Mamanya.
"Lalu kenapa kamu menanyakan itu?"Tanya Zane.
"Aku tadi baru saja mengajak Luna berbelanja baju dan dalaman wanita, karena dia bilang punya Zidney terlalu kecil dan aku mengajaknya ke toko langganan Mama lalu dia marah-marah katanya terlalu mahal."Ucap Killian.
"Tunggu... Aku tidak percaya Luna mengatakan itu pada mu, dan terlebih lagi dia tidak mungkin bercerita pada mu jika dalaman Zidney tidak muat di tibuhnya."Ucap Zane tak percaya.
"Sebenarnya dia tidak cerita, hanya saja saat dia sedang berganti pakaian. Aku ada di dalam kamarnya jadi dengan tidak langsung aku mendengar keluh kesah nya."Ucap Killian tanpa dosa.
"Apa!! jadi kamu mengintip seorang gadis sedang berpakaian."Ucap Zane.
"Ckk, aku tidak mengintip hanya saja saat dia baru keluar dari kamar mandi. Dia tidak memeriksa apakah di kamarnya ada orang atau tidak."Ucap Killian yang tak mau di sebut mengintip.
"Dan kau tau ukuran dada Luna itu sangat besar, bahkan punya Zisney saja tidak muat di pakai Luna. Aku rasa pacar mu itu sangat kurus."Ucap Killian.
__ADS_1
"Jaga bicara mu itu!! kau mau aku hajar."Ucap Kesal Zane.
Flashback off.
Kini Zidney sudah tidak sanggup lagi untuk menghabisakan makanan yang di bawa Zane.
Lalu tiba-tiba datanglah Luna menghampiri Zidney dan Zane.
"Hay Zi.... Hay Zane..."Sapa Luna.
Zane sepontan menatap kearah dada Luna karena perkataan Killian.
Zane membandingkan dada milik Luna dan Zidney,"Bagaiman bisa otak ku sekotor ini."Ucap Zane dalam hati.
Karena Zane merasa frustasi otak kotornya bekerja terlaku aktiv, Zane memutuskan untuk pergi meninggalkan Zidney dan Luna.
"Zane mau kemana, ini makanan nya bagaiman?"Tanya Zidney.
Namun Zane tidak menjawab, laki-laki itu melanjutkan langkahnya semakin menjauh dari Zidney.
"Wahh, Zane sama gilanya dengan Killian. Memaksa wanita untuk makan sebanyak ini."Ucap Luna, Luna mendudukan tubuhnya di sebelah Zidney.
"Apa Killian menyuruh mu untuk makan sebanyak ini?"Tanya Zidney.
"Iya dan aku memang menghabiskan nya."Ucap Luna dengan tersenyum.
"Kalau begitu habiskan ini juga."Zidney menunjuk kesemua makanan yang belum dia sentuh.
"Oke, aku akan membantu mu menghabiskan ini semua."Ucap Luna.
"Kau yang bernama Luna?"Tanya Keysa.
Keysa adalah murit yang cukup pintar namun sombong, dia memang anak pembisnis kaya.
"Iya ada apa?"Jawab Luna dengan mulut penuh makanan.
"Kau yang selalu menempel pada Killian, apa kamu menggodanya?"Tanyan Keysa.
"Maksut mu apa?"Tanya Luna.
Keysa adalah mantan kekasih Killian, sebenarnya yang menganggap mereka pacaran hanya Keysa.
"Aku melihat mu di Mall dengan belanjan banyak, aku yakin kamu mendekati Killian hanya ingin memoroti uang nya."Ucap Keysa.
Namun Luna tetap tenang dan tetap melanjutkan makan nya.
"Jika iya kenapa?"Tantang Luna.
Luna sudah muak dengan gadis semacam Keysa yang selalu menganggapnya gadis murahan.
"Kau tau aku dan Killian masih bersetatus pacara."Ucap Keysa.
"Ohhh benar kah?"Tanya Luna.
__ADS_1
Keysa yang merasa diremehkan membuang makanan yang ada di meja Zidney.
Bruakkk....
Luna dan Zidney menatap tajam ke arah Keysa.
"Apa-apan si kamu..."Ucap Zidney.
"Diam kamu cupu!"Bentak Keysa.
Luna berdiri dari duduknya berjalan mendekati Keysa.
"Kamu mau nya apa?"Tanya Luna.
"Aku mau kamu jauhi Killian dan kalau bisa kamu pindah saja dari sekolah ini."Ucap Keysa.
Luna tersenyum ke arah Keysa,"Kalau aku tidak mau kamu mau apa."Ucap Luna.
Keysa ingin menjabak rambut Luna namun Luna menghempaskan tangan Keysa.
"Jangan sekali-kali kamu menyentuh rambut ku."Ucap Luna.
Dari arah belakang Killian memperhatikan pertikaian Luna dan Keysa, dia sengaja tidak melerai karena ingin melihat apa yang akan di lakukan Luna.
"Sial!"Gumam Keysa."kuperingatkan pada mu gadis sialan, menjauh dari killian!"Teriak Keysa.
"Kalau aku tidak mau bagaiman?"Ucap Luna mengulangi kata-kata awalnya tadi.
"Killian itu masih menjadi pacar ku."Ucap Keysa.
Luna tersenyum smirk saat melihat Killian ada di belakang Keysa,"Benarkah sayang kamu masih berpacaran dengan nya."Ucap Luna, Luna mendekati Killian dan bersandar pada tubuh Killian.
Keysa yang melihat kelakuan Luna merasa sangat kesal.
"Aku tidak berpacaran dengan nya, bukankah kamu pacar satu-satunya aku."Ucap Killian dengan memeluk pinggang Luna.
"Kenapa Killian malah memeluk ku, apa dia tidak tau jika aku hanya berakting."Ucap Luna dalam hati.
"Killian kau tidak sungguh-sungguhkan dengan wanita murahan ini."Ucap Keysa.
Killian menatap Luna menyentuh dagu Luna dan.
Cuppp...
Killian mengecup bibir Luna di depan semua teman-teman sekelasnya.
"Kau lihat Keysa, aku melakukan apa yang selama ini kau inginkan."Ucap Killian dengan tatapan tajam.
Killian tidak pernah mencium Keysa semasa mereka pacaran.
Keysa yang merasa di permalukan menghentakkan kakai nya lalu pergi dari kelas Luna.
"Huuuuhhhhh!!"Sorak teman-teman sekelas Luna.
__ADS_1
Luna mendapat tatapan intens dari Killian,"Ingat kamu sekarang adalah kekasih ku."Ucap Killian lalu pergi meninggalkan Luna yang masih membeo.