
"killian, dari mana nak?"Tanya Helena yang melihat anaknya baru saja masuk Mansion.
"Biasa Mam dari tempat Zane."Ucap Killian.
"Kak Ili..."Panggil anak perempuan yang berusia 5 tahun.
Anak perempuan dengan rambut di kucir kuda itu tengah berjalan mendekati Killian, gadis manis itu adalah Kalea Putri Briyan adik perempuan Killian.
"Kak Illi dari rumah Kak Zane ya?"Tanya Kalea.
Killian menghampiri adiknya lalu menggendong tubuh munggil Kelea.
"Iya cantik."Jawab Killian.
Kalea memanyunkan bibirnya,"kenapa tidak ajak Lea?"Tanya Kalea."Lea kan rindu Kak Zane."Ucapnya lagi.
"Maafkan kak Illi ya, besok kita main ke rumah Kak Zena setelah pulang sekolah."Ucap Killian, jika tidak begitu maka bisa-bisa Kalea ngabek sampai besok pagi.
"Kakak janji mau ajak Lea main ke rumah kak Zane?"Tanya Kalea memastikan.
"Iya kak Illi janji."Ucap Killian.
Anak kecil itu merasa puas karena kakak nya sudah berjanji, meski umurnya baru 5 tahun namun Kalea paham jika janji adalah hutang yang harus di bayar.
Killian menurunkan adiknya dari gendongan nya lalu beranjak pergi ke kamarnya.
Malam berganti menjadi pagi dengan cepat, Zidney telah selesai mandi. Gadis itu tengak memasang tompel palsu di pipinya, kemudian beranjak untuk bercermin.
"Sudah selesai aku akan bersiap untuk sarapan lalu pergi sekolah."Gumam Zidney.
Zidney menuruni tangga untuk bergabung dengan ibu dan ayah nya sarapan.
"Pagi Ayah Bunda..."Sapa Zidney.
"Pagi sayang..."Jawab Bunda Tania.
Bunda Tania menyiapkan sarapan untuk anak sematawayang nya itu.
"Zidney bareng ayah ke sekolahnya ya nak."Ucap Ayah Rehan.
Zidney menatap ke arah laki-laki yang mengenakan setelah jas berwarna hitam itu.
"Tidak Yah, Zidney naik motor saja."Ucap Zidney.
Semenjak kejadian mengerikan yang merubah kehidupan Zidney, anak dengan kepintaran di atas rata-rata itu tidak mau di antar oleh ayahnya. Kecuali dengan menggunakan motor.
"Apa Zi masih takut?"Tanya Ayah Rehan.
Zidney berusaha mengontrol emosi dan ketakutan nya saat bayangan mengerikan itu mulai berdatangan.
__ADS_1
"Tidak, hanya saja Zi lebih suka naik motor Yah."Ucap Zidney, bohong jika Zidney tidak takut nyatanya sampai hari ini gadia itu belum mampu melihat wajahnya sendiri di pantulan cermin.
Ayah Rehan ingin melanjutkan pertanyaan nya, namun Bunda Tania memberi kode agar suaminya berhenti memberi pertanyaan yang bisa membuat trauma putrinya kambuh.
"Oke jika anak Bunda mau naik motor ke sekolah tidak apa-apa, tapi hati-hati ya nak."Ucap Bunda Tania.
Zidney hanya mengangguk dan meneruskan sarapannya, lalu setelah itu berpamitan kepada orangtua nya untuk kesekolah.
Saat Zidney sudah pergi sekolah, Bunda Tania menatap kesal ke arah suaminya.
"Bunda kenapa? kenapa menatap ayah seperti itu?"Tanya Rehan.
"Yah tolonglah, jangan memancing trauma Zi kembali lagi. Bunda tidak mau kejadian beberapa tahun lalu keulang lagi."Ucap sedih Tania.
Tania sangat takut jika trauma masalalu Zidney kambuh dan akhirnya melukai dirinya sendiri.
"Iya maafkan Ayah ya Bun, Ayah hanya ingin mengantar sekolah Zi. Ayah juga kasihan dengan Zi, putri kita itu tidak punya teman lalu dia juga harus berpenampilan buruk."Ucap Rehan.
Tania mendekat ke suaminya lalu mengusap bahu suaminya itu, Tania tau suaminya masih menyalahkan diri atas kejadian beberapa tahun lalu yang menimpa putrinya.
"Bunda yakin suatu saat pasti Zi akan sembuh dan kembali seperti dulu."Ucap Tania.
Semua orangtua pasti menginginkan anaknya bahagia tak terkecuali Tania dan Rehan, mereka menginginkan anak nya kembali seperti dulu lagi.
Di parkiran sekolah Zidney baru saja sampai dan memarkirkan motor kesayangan nya.
Lalu gadis itu berjalan menuju kelasnya, namun saat akan memasuki kelas tiba-tiba.
Kaki Zidney di halangi oleh kaki milik Meta yang pasti membuat Zidney tersandung.
"Akhh..."Keluh Zidney.
Meta yang melihat Zidney jatuh tersenyum senang,"Lo kalau jalan pakai mata, apa kaca mata elo kurang tebal?"Ucap Meta.
Zidney berusaha untuk bangun namun Meta tidak membiarkan Zidney bangun dengan mudah, Meta menginjak rok milik Zidney hingga robek.
Brekkk!!
"Meta kenapa kamu jahat sama Zidney, rok Zidney kan jadi robek begini."Ucap Zidney.
Zidney berusaha menutupi bagian rok yang sobek dengan tasnya.
"Terus kalau gue ngerobek rok punya elu, elu mau apa? mau balas gue!"Bentak Meta.
"Enggak gitu Meta, Zidney cuma tanya salah Zidney ke Meta itu apa? kenapa Meta selalu ganggu Zidney."Ucap Zidney.
Semua teman kelas Zidney bergerombol melihat pertengkaran Zidney dan Meta, namun semuanya tidak ada yang menolong Zidney karena takut pada Meta.
"Elo mau tau alasan gue enggak suka sama elo, gue jijik punya temen sekolah jelek kayak elo. Lo tau enggak si orang utan aja lebih cantik dari pada elo."Ucap Meta.
__ADS_1
Zidney hanya diam tanpa membalas dan lebih memilih untuk duduk di kursi nya, namun lagi-lagi Meta tidak membiarkan Zidney untuk lolos begitu saja.
Meta mendorong tubuh Zidney sampai kepla Zidney terbentur oleh pinggiran meja yang tajam, membuat kepalanya mengeluarkan darah segar.
"Akhh..."Zidney memengangi kening nya yang berdarah.
Beberapa teman yang melihat Zidney berdarah berniat ingin membantu Zidney namun lagi-lagi Meta mengancam.
"Jika ada yang membantu gadis jelek ini, aku akan menyuruh kepala sekolah untuk mengeluarkan kalian dari sekolah ini."Ucap Meta.
Seketika semuanya mundur dan menjauh dari Zidney.
Zidney berusaha untuk bangun namun saat dia akan bangun kepalanya terasa pusing.
Brukk!!
Zidney limbung dan pingsan, tapi beruntung saat Zidney akan pingsan Zane yang melihat tubuh Zidney sempoyongan berlari menghampiri Zidney.
"Zidney..."Zane menepuk pipi Zidney agar gadis itu sadar.
Meta yang melihat Zane perhatian dengan Zidney merasa tidak terima.
"Zane kenapa kamu menolong gadi jelek itu."Tanya Meta.
"Aku memang tidak suka dengan dia, tapi aku masih punya hati untuk menolong sesama ciptaan Tuhan."Ucap Zane.
Zane menggendong Zidney menuju ke UKS.
"Zane!!!"Teriak Meta.
Namun Zane tidak sama sekali memperdulikan Meta.
"Awas kau Zidney, aku akan membuat mu tidak bisa bertahan di sekolah ini."Ucap Meta dalam hati.
Zane membaringkan tubuh Zidney di ranjang tempat tidur yang ada di ruang UKS.
"Kenapa ini Zane, apa yang terjadi dengan Zidney."Tanya dokter UKS.
"Saya juga tidak tau Bu, saat saya datang Zidney sudah begini."Ucap Zane.
Zane menutupi kejadian antra Meta dan Zidney bukan berarti Zane membela Meta, Zane hanya berpikir agar Zidney tidak mendapat masalah lagi.
Dokter mengobati luka yang ada di kening Zidney, butuh 6 jahitan karena lukanya cukup dalam.
"Zane, Ibu sudah mengobatinya tolong kamu tunggu Zidney dulu. Ibu akan menelvon orang tua Zidney dulu."Ucap Dokter.
Zane hanya mengangguk dan memutuskan untuk menunggui Zidney.
Zane mencoba memperhatikan wajah Zidney, saat dia menutup tompel dipipi Zidney. Zane merasa wajah nya mirip seseorang.
__ADS_1
"Jika tompelnya di hilangkan dia cukup cantik, sepertinya aku pernah lihat tapi dimana ya."Gumam Zane.