
Satu minggu berlalu Zidney kembali ke sekolah dengan bekas luka jahit di keningnya.
"Zidney..."Sapa seorang gadis.
Zidney yang mendengar jika namanya di panggil seseorang, menghentikan langkahnya dan berbalik menatap seseorang yang baru saja memanggil namannya.
"Luna, ada apa?"Tanya Zidney.
Luna adalah teman sekelas Zidney, Luna tidak terlalu terkenal di kalangan teman sekelasnya karena Luna tidak pernah mau bergabung dengan teman sekelasnya.
"Zidney kau sudah baikan?"Tanya Luna.
Zedney sedikit terkejut saat Luna menanyai kabarnya, sebab mereka tidak pernah dekat apalagi mengobrol.
"Iya, aku sudah tidak apa-apa Lun."Ucap Zidney.
Luna mendekati Zidney,"Zi kenapa kamu tidak melawan Meta?"Tanya Luna.
Zidney tersenyum kearah Luna,"Untuk apa?"Tanya Ziney.
Luna melirik aneh kearah Zidney,"Kau bilang untuk apa? Ya, Tuhan Zidney. Kau sudah di buat babak belur oleh Meta, dan saat aku tanya kenapa kamu tidak membalas kamu jawab untuk apa."Ucap Luna.
"Lalu aku harus apa? aku diam saja Meta tetap mengganggu ku, lalu jika aku melawan apakah dia akan berhenti mengganggu ku. Biarkan Tuhan yang membelas ya."Ucap santai Zidney.
"Bukan Main memang kau Zi, aku tidak tau kau itu baik atau terlalu bodoh."Ucap Luna dengen menggelangkan kepalanya pelan.
"Luna, kenapa kau menyapa dan menanyai keadaan ku?"Tanya Zidney penasaran.
"Tidak, aku hanya kasihan pada gadis bodoh seperti mu. Jadi jika kau butuh bantuan datanglah pada ku, aku akan membantu mu."Ucap Luna dengan suara pelan.
Sebenarnya Luna adalah gadis yang acuh dan dingin terhadap lingkungan sekitarnya, Luna tidak pernah berteman dengan teman sekelasnya secara dekat hanya sebatas kenal saja.
Jadi mengungkapkan jika Luna mau membantu Zidney saat dia sedang susah, itu membuat Luna sedikit malu.
"Kenapa wajah mu memerah, apa kau malu mengungkapkan niat baik mu?"Goda Zidney.
Luna yang kepalang bingung langsung berlari meninggalkan Zidney.
"Luna..."Panggil Zidney.
Luna hanya terkekeh geli melihat teman barunya itu malu.
"Dasar gadis bodoh, aku kan ingin membantunya tapi dia malah membuat ku malu."Ucap Luna.
Zidney memasuki kelasnya, namun dia sedikit bingung karena mendapati Meta dan teman-teman nya tidak ada di kelas.
Semua teman sekelas Zidney menatap Zidney, lalu beberapa dari mereka menghampiri Zidney.
"Zidney maaf kan kami, kemarin kami bukannya tidak mau menolong mu. Tapi kami takut dengan ancaman Meta."Ucap Siffa salah satu teman Zidney.
"Tidak apa-apa, kalian punya niat menolong ku saja. Aku sudah senang."Ucap Zidney.
"Zidney, mulai sekarang bertemanlah dengan kami. Jangn kau hanya sendirian saja kami mau kok jadi teman mu."Ucap Siffa lagi.
Zidney merasa senang sekarang dia memiliki teman di kelas nya.
Bell kelas berbunyi, pelajaran akan segera di mulai.
__ADS_1
Zane merasa heran dengan Zidney, kenapa gadis itu kini tidak pernah memperhatikan dia lagi.
"Apa gadis itu sudah tidak suka dengan ku lagi."Gumam Zane dalam hati.
Sementara itu Zidney sekarang duduk sebangku dengan Luna karena sebelum nya dia hanya duduk sendirian.
"Zane apa kau mulai menyukai Zidney?"Bisik Killian, sebab Killian memperhatikan mata Zane tertuju pada Zidney.
Zane yang mendengar pertanyaan Killian melirik killian dan menjitak kepalanya.
Pletak!!
"Kau mau aku hajar atau apa?"Ucap sinis Zane.
Killian hanya meringis karena kepalanya di jitak Zane.
"Dasar tukang pukul."Cicit Killian.
Zane terus saja memandang ke arah Zidney, dia merasa ada yang berbeda dengan gadis itu.
Jam istirahat telah tiba, Zidney memakan bekal yang dia bawa dari rumahnya. Sebenarnya dia membawa dua kotak bekal yang mau dia berikan pada Zane.
Namun Zidney mengurungkan niatnya karena dia takut di tolak seperti sebelumnya.
"Kau kenapa?"Tanya Luna yang melihat wajah Zidney murung.
"Tidak, aku hanya ingin memberikan ini pada Zane tapi aku takut di tolak seperti biasanya."Gumam Zidney.
Luna yang mendengar ucapan Zidney merasa sangat bingung, apa yang sebenarnya mebuat Zidney sangat menyukai Zane.
"Aku heran pada mu, apa yang membuat kamu begitu menyukai Zane?"Tanya Luna.
"Zane..."Gumam Luna dan Zidney.
"Hey, kau sudah berniat memberi ini untuk ku jadi ini adalah milik ku."Ucap Zane, laki-laki itu berjalan pergi meninggalkan Luna dan Zidney yang masih terkejut.
"Apa itu Zane, apa dia kerasukan hantu boneka chuky?"Tanya Luna yang tak percaya apa yang barusan dia lihat.
"Aku juga tidak tau."Gumam Zidney.
Pada akhirnya bekal makan itu dimakan oleh Zane.
"Bekal mu enak, jika kau mau membawakan lagi makan bawakan yang banyak."Ucap Zane dengan wajah datar.
Zane mengembalikan kotak bekal yang sudah kosong karena isinya sudah berpindah ke perutnya.
"Iya..."Ucap Zideny.
Zane kembali ke tempat duduk nya karena sebentar lagi pelajaran akan di mulai.
Jangankan Zidney dan Luna, Killian yang sahabat Zane dari bayi saja heran dengan apa yang terjadi pada sahabatnya itu.
"Mungkin Mom Micell salah memberi Zane makan."Gumam Killian dalam hati.
Bell pulang sekolah telah usai, Semua murid telah pulang dan kini tinggalah Zidney dan Luna saja karena mereka harus memebersihkan kelas.
Saat mereka tengah membersihkan kelas tiba-tiba Meta dan teman-teman nya datang.
__ADS_1
"Hey anak cupu!!"Ucap Meta.
Zidney dan Luna sontak menatap ke sumber suara.
"Meta..."Ucap Zidney dan Luna.
Meta mendekati Zidney dan menjambak rambut Zidney, sedang teman nya memegangi tubuh Luna agar dia tidak bisa menolong Zidney.
"Woyy, elo orang beraninya kroyokan!!"Teriak Luna.
Luna tidak tinggal diam, karena Luna adalah anak karateka.
Luna menginjak kaki teman yang mencekal kedua tangan nya.
"Akhhh..."Teriak kedua teman Meta.
Luna yang berhasil melepaskan diri dari kedua teman Meta, berlari menuju Zidney.
Bughh!!
Luna mendorong tubuh Meta sampai Meta terjatuh kelantai.
"Sialan elo ya!!"Ucap Meta.
"Kamu enggak apa-apa Zi?"Tanya Luna.
"Enggak aku enggak apa-apa."Ucap Zidney.
Saat Luna tengah menolong Zidney, Meta mengambil vas bunga yang ada di meja guru dan berniat menghantamkan ke kepala Luna.
Namun saat Meta mengayunkan Vas bunga itu, Killian yang baru saja tiba dengan Zane menghalangi Meta.
Prangg!!
Vas bunga itu mengenai kepala Killian, dan Brukk Killian terjatuh.
"Ahhhh... Killian!!"Teriak Luna dan Zidney.
Luna menghampiri Killian,"Elo enggak apa-apa?"Tanya Luna.
Namun Killian keburu tidak sadarkan diri,Zane yang melihat sahabatnya limbung dengan darah segar mengucur di kepalanya langsung berlari menghampiri Killian.
"Killian!!"Teriak Zane.
Luna menatap tajam ke arah Meta,"Otak elo udah enggak waras ya, apa mau elo sebenarnya."Ucap Luna.
"Gua cuma enggak suka cewe cupu ini bahagia, karena dia aku dan teman-teman ku di keluarkan dari sekolah."Ucap Meta.
"Bagus lah jadi enggak ada sampah di sekolah gua lagi."Ucap ketus Luna.
"Diam kau anak haram!!"Ucap Meta.
Zane yang mendengar pertengakaran antara Luna dan Meta mulai emosi.
"Kalian bisa diam tidak!! Zidney coba kau ambil handphone di laci Killian. Dan ayo kita bawa Killian ke rumah sakit."Printah Zane.
Killian kembali kekelas karena handphone nya tertinggal di laci meja.
__ADS_1
Meraka semua akhir nya membawa Killian kerumah sakit terdekat.