
Jadwal priksa kehamilan Helena, di saat ini yang sangat antusia adalah Briyan. Padahal yang hamil Helena tapi yang mempersiapkan segala sesuatunya adalah Briyan.
"Lihat Pak Briyan, bayinya sehat dan lincah."Ucap Dokter kandungan.
"Kenapa anak saya kecil sekali dok?"Tanya Briyan.
Dokter dan Helena hanya tersenyum mendengar pertanyaan Helena.
Helena telah selesai menjalani pemeriksaan.
"Bayi pak Briyan kan masih berusia 16 minggu jadi besar bayinya sebesar buah alpukat."Ucap Dokter.
"Ohh, begitu ya dok."Ucap Briyan.
Dokter mengatakan bahwa kandungan Helena baik-baik saja, tapi jenis kelamin nya belum bisa di lihat.
Dokter juga mengatakan bahwa saat ini Helena dan Briyan sudah boleh melakukan hubungan suami istri.
Di dalam mobil Helena hanya diam menatap ke luat jensela mobil.
"Helena, aku akan menikahi kamu kembali saat anak ini lahir dan pada saat itulah aku akan meminta hak ku sebagai suami mu."Ucap Briyan, Briyan berkata seperti itu karena Briyan melihat kegelisahaan di wajah Helena.
"Terimakasih kamu telah mengerti apa mau ku."Ucap Helena.
Briyan hanya ingin memberikan yang terbaik untuk Helena dan bayinya, Briyan juga ingin membuat Helena nyaman di dekatnya.
"Apa anak Papa sudah lapar?"Tanya Briyan, karena Briyan mendengar suara cacing berdemo didalam perut Helena.
"Iya Papa, dedek mau makan bebek bakar di warung mpok minah."Ucap Helena menirukan suara anak kecil.
Briyan melajukan kendaraan nya menuju tempat makan yang di inginkan istrinya itu.
Sesampainya di restoran bebek bakar, Briyan dan Helena memilih tempat duduk lesehan dekat kolam ikan.
"Sayang aku pesan makanan dulu ya."Ucap Helena.
"Apa tidak aku saja yang pesan sayang."Ucap Briyan, Briyan tidak mau jika istrinya yang tengah mengandung terlalu banyak berdiri.
"Oke, baiklah Papa saja yang pesan Mama sama dedek tunggu disini."Ucap Helena.
Briyan berdiri dari duduknya melangkah menuju tempat pemesanan.
Saat Briyan meninggalkan Helena sendiri, tiba-tiba ada yang menghampiri Helena.
"Hey wanita murahan."Ucap seorang wanita.
Helena yang mendengar ucapan wanita itu, langsung menatap pada sumber suara.
"Mau apa kamu?"Tanya Helena.
Bisa di tebak siapa lagi yang memanggil Helena dengan sebutan Wanita murahan jika bukan Viona.
"Terserah aku dong, inikan tempat umum."Ucap Viona.
Viona menatap sinis ke arah Helena, dia benar-benar tak suka dengan Helena.
__ADS_1
"Ya Tuhan kenapa kau pertemukan aku dengan wanita gatal ini."Gumam Helena dalam hati.
"Kau sebenarnya mau apa, kenapa kau selalu saja mengganghu hidup ku. Aku pikir aku tak pernah berkenalan dengan mu atau punya masalah dengan mu."Ucap Helena jengah.
Viona Menarik tangan Helena hingga Helena tersudut ke pinggir kolam.
"Aku sudah pernah ingatkan, kau tak pantas bersanding dengan Briyan."Ucapa Viona.
Viona mendoronh tubuh Helena hingga Helena terjatuh ke dalam kolam.
Byurrrr!! Helena terjatuh.
"Rasakan wanita murahan, kau pantas nya berada di air kotor."Ucap Viona.
Briyan yang mendengar suara jatu ke dalam kolam ikan langsung membalikkan tubuhnya.
"Itu seperti Viona, jangan-jangan..."Brian berlari menuju kerumunan.
Briyan melihat Helena tengah kesusahan berenang di dalam air.
"Helena!!"Briyan menceburkan tubuhnya ke kolam dan menyelamatkan Helena.
"Sayang... Helena bangun."Briyan menepuk pipi Helena agar dia terbangun.
"Uhukkk uhukkk."Helena terbatuk dan sadar.
"Ahhh, sayang perut ku sakit."Keluh Helena.
Sebelum Briyan membawa Helena kerumah sakit, Briyan menatap taja pada Viona.
Briyan mengangkat tubuh Helena dan membawanya ke rumah sakit.
Di rumah sakit dokter memeriksa Helena, perawat juga sudah membersihkan badan Helena dan juga mengganti pakaian Helena.
"Dokter bagaiman keadaan istri dan anak saya?"Tanya Briyan kepada dokter.
"Tidak apa-apa Bu Helena dan bayinya baik-baik saja, hanya mungkin tadi syock saja jadi perutnya kram."Ucap Dokter.
Dokter meninggalkan ruang rawat Helena.
"Sayang terimakasih kamu tetap baik-baik saja."Briyan mengusap perut Helan dan mengecup nya.
"Bryy.."Gumam Helena.
Briyan yang mendengar gumaman Helena langsung mendekatkan dirinya pada Helena.
"Iya sayang ada apa? apa ada yang sakit?"Tanya Briyan.
Tiba-tiba Helena menangis, itu membuat Briyan tambah panik.
"Sayang bayi kita baik-baik saja, kamu jangan menangis apa ada yang sakit?"Tanya Briyan.
"Tidak, hiks hikss."Ucap Helena.
"Lalu kenapa menangis sayang."Tanya Briyan.
__ADS_1
"Aku lapar, aku ingin makan bebek bakar Mpok Minah."Ucap Helena, ucapan Helena membuat Briyan menghbuskan nafas nya lega. Briyan fikir Helena sedang kesakitan.
"Ya sudah jangan menangis ya, aku akan orderkan dulu oke."Ucap Briyan.
Briyan memesan makanan yang di inginkan Helena melalui aplikasi pesan antar.
Tak butuh waktu lama, pesanan Helena telah datang.
"Makan dulu sayang."Ucap Briyan.
Helena memakan semua makanan yang di pesan suaminya, sepertinya Helena nampak lapar sekali setelah drama masuk kolam ikan.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Sementara itu di perusahaan Bram tengah mengalami masalah, kini perusahaan nya di ambang kebangrutan.
"Apa yang kamu lakukan Bram?"Tanya Tuan Adijaya.
"Aku tidak melakukan apa-apa pah."Ucap Bram, Bram memang belum tau apa yang terjadi pada perusahaan nya.
"Kenapa perusahaan Allexander menyabotase perusahaan kita, mereka mengambil alih semua proyek yang tengah kita tangani."Ucap Tuan Adijaya.
Bram merasa heran dia benar-benar tak tau siapa pemilik perusahaan Allexander itu.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang pah?"Tanya Bram.
Tuan Adijaya juga bingung harus bagaiman menghadapi pihak Allexander.
Sedang sang pembuat onar kini tengah tersenyum licik di depan laptopnya.
"Leonardo, sebarkan semua penyelewengan Tuan Adijaya dan sebarkan Vidio panas milik Anak nya itu. Aku ingin mereka hancur dan tidak bisa bangkit lagi."Ucap Mark.
"Baik Tuan."Leonardo membungkukak tubuhnya dan berpamit undur diri.
"Lihat lah nak, Papa sudah membalaskan rasa sakit mu pada manusia yang tidak punya perasaan."Gumam Mark.
Sedang Leonardo di dalam mobil tengah menikmati perjalanan nya menuju markasnya untuk melakukan perintah Mark.
Brakkk!!! mobil Leonardo menabrak seorang yang tiba-tiba berlari ke arah mobil nya.
"Kau bisa tidak jika menyebrang lihat-lihat dulu."Ucap kesal leonardo.
"Heyy Om, seharus nya Om lihat itu lampu apa. Itu lampu merah jadi siapa yang salah."Ucap gadis yang baru saja di tabrank Leonardo.
"Apa!! kau panggil aku Om?"Tanya Leonardo.
"Iya dasar Om-om tidak jelas."Ucap gadis itu.
Gadis itu meninggalkan Leonardo, tapi sebelum pergi gadis itu menginjak kaki Leonardo dengan kencang lalu dia berlari.
"Ahhh!!! dasar gadis sialan."Teriak Leonardo.
Leonardo berbalik menuju mobil nya, namun pandangan nya tertuju pada dompet berwarna hitam yang di yakini Leonardo itu milik gadis tadi.
"SMA Pelita bangsa, kenak kau gadis nakal."Gumam Leonardo.
__ADS_1